Masih tentang cinta
Cukup dengan secangkir teh di pagi hari, ada sebuah cinta
yang siap terhidang manis untuk kita rasa. Cinta datang dari hal-hal yang
sederhana. Tak perlu biru lebam untuk membuktikan keberadaannya. Ada kata
lainkah selain cinta, telah ratusan abad rasanya, manusia tak pernah merasa
bosan sedikit pun untuk berbicara tentang cinta. Sebuah kata maha dahsyat yang
meniupkan ruh dalam kehidupan seorang manusia.
Rumi mengkiaskan kata cinta dengan begitu indah, seolah cinta
adalah sebuah sihir yang bisa merubah segalanya. Betapa cinta adalah obat bagi
yang sakit, menjadi oase dalam gersang, menjadi sepiring nasi bagi yang lapar,
menjadi segalanya.
“Dalam cinta, kedengkian mencair sebagaimana garam dalam air.
Cinta abadi adalah tongkat sihir, cinta bisa menyihir hati yang membatu dan
kering serta karakter-karakter yang membangkang dan culas, lalu ia mengiringnya
ke arah yang dikehendakinya.”
Cinta, ia hadir dalam semangkuk bubur yang disiapkan oleh
seorang ibu, ia pun hadir mewujud setetes keringat dari kening ayah. Ia menjadikan
seorang manusia menjadi sebenar-benarnya manusia.
Dan ini yang paling ajaib, cinta bisa hadir meski tak pernah
bertemu, tapi bisa jadi cintanya lebih besar ketimbang dengan orang-orang yang sering
dijumpainya. Merekalah orang-orang yang saling mencinta karena Allah, cintanya
tak kenal batas jarak, ruang, dan waktu. Setiap saat, setiap detik, ada rasa
yang saling menyatu, itulah cinta, yang terhimpun dalam sebuah doa.
Menjadilah seseorang yang senantiasa mencintai, karena cinta
adalah memberi, bukan sekedar menikmati…
SoniaSsun..


Komentar
Posting Komentar