Rain



Rain,

Ada berbagai warna yang telah menghiasi perjalanan kita, tetaplah basah agar bisa menyuburkan tanah. Bahkan bisa meretas indahnya bunga, di pucuk itu, kita sama-sama ingin selalu mekar bukan? Seperti inilah cara kita, masing-masing ingin menjadi yang terbaik di tengah hamparan bunga, bahkan di tempat tandus sekali pun, ku yakini kita akan bertahan karena olahan pupuk kita luar biasa. Masih ingatkah dengan berbagai tempaan yang telah kita rasakan Rain? Ketabahan dan kesabaran menjadikan kita lebih kuat, meski badan harus lebam. Itulah proses yang tak bisa kita bayar dengan recehan rupiah, sekalipun ada bongkahan berlian, kiranya kita tak akan sanggup menukarnya dengan pengalaman yang kita dapatkan. 

Rain,
Beginilah kita adanya, ada saat dimana kita bisa tertawa lepas tak ada beban, namun ada saat pula dimana air mata ini tumpah tak tertahan. Sebuah memoar akan menjadi kenangan kita yang luar biasa indah, masing-masing dari kita telah menjadi mata untuk yang lainnya, seperti tangan yang sakit maka matalah yang akan menangis, pun dengan kita, jika ada salah satu yang sakit, maka otomatis kita pun bisa merasakan, inilah indahnya kebersamaan kita Rain..

Aku,
Merasa menjadi orang yang paling beruntung memiliki kalian, mengalami tempaan dan teriakan yang memekakan ditengah lapangan gersang bukan hal mudah, layaknya pohon jati yang berguguran, maka satu persatu dari teman kita mulai limbung tak kuat pegangan, namun kerap kali aku akan terjatuh tangan-tangan kalian siap memegangiku dengan erat. 

“Bukan Saatnya untuk Menyerah” Bisikan itu yang selalu aku ingat..

Maka untuk itulah aku bertahan, hingga akhirnya dengan bangga kita bisa mengibarkan bendera pusaka.
Tapi bukan itu yang utama, kita dijarkan untuk mencintai proses, hingga kebiasaan itu masih kita terapkan sampai saat ini, dengan jalan kehidupan masing-masing, tak apalah jika kita harus terseok-seok, menunda kebahagiaan untuk masa depan memanglah harus seperti ini, tanpa harus saling cerita kita sama-sama tahu, bahwa satu sama lain sedang berjuang dan saling mendoa..

Aku dengan hidupku, dan kalian dengan kehidupan masing-masing..
Jika ingat masa-masa kita menghabiskan waktu bersama, aku mengulum senyum tak tertahan, pernah kita menerka-nerka siapakah yang akan dan layak menikah duluan, dan tenyata dengan sangat tak terduga ndut yang super tomboy menjadi yang pertama, selanjutnya siapa,,

Inilah maksud aku menuliskan..
Sesaat lagi, sudah waktunya aku melepaskan kesendirian..:)

Mohon doakan “Eboh”, karena doa-doa kalian akan terhimpun dalam sebuah muara yang akan mengalirkan kebaikan.
Thanks For Our Love..


Sebentar lagi Rain genap 6 tahun bukan, mari kita uraikan rindu yang sudah tertahan begitu lama..
Tidak ada alasan untuk tidak mencintai kaliaann..
_oni_


Komentar

Postingan Populer