Dibalik Ke-GEJE-an-mu


With Leni Syarifah dan Akbarina Faidhiah

Aku ingin mengajak kalian kembali kemasa itu,
Suatu masa yang terbungkus rapi pada dinding kenangan kita. Dinding yang dipenuhi rasa suka dan duka, ada putih dan abu-abu, aku bisa pastikan tidak ada hitam disana, selama aku mengenal kalian, aku menemukan banyak hal yang tersimpan rapi dibalik wajah polosnya.

Masih ingatkah,
Menyulam benang-benang basah bersama leni dan iin adalah ketika melewati hari-hari yang kita merasakan kebingungan akan melakukan apa, episode Geje pun dimulai, berbekal pada nasib yang sama maka kita pun memutuskan untuk menjadi kawan. Kawan yang pada setiap jeda kuliah tak ada tempat untuk bernaung, tak ada kosan atau pun rumah terdekat, maka pada akhirnya Al-furqon harus rela untuk disinggahi 3 orang mahasiswa malang seperti kita. Alhasil, tak banyak yang bisa kita lakukan kecuali mengobrol ngalor kidul yang diakhiri dengan gelak tawa. Sesekali kita pun turun ke jalan gerlong untuk menyerbu apa saja yang menarik, gaya nya seperti penggemar kuliner, padahal hanya melirik setelah itu berlalu untuk membeli makanan kesukaan masing-masing, aku dengan lumpiaku, leni dengan ayam cibarengkoknya, dan iin dengan roti kukus rasa kacang. Ah... Masa-masa awal semester yang tak terlupakan, bahkan lebih malangnya, kipa pun pernah berbaring layaknya pindang di mesjid kenangan itu.

Namun masih ingatkah,
Segeje apa pun kita, kita tak ingin menjadi air yang selalu tergenang. Menjadi mahasiswa aktif terdengar lebih keren ketimbang kuliah-pulang. Maka kita pun serempak untuk aktif berorganisasi di semester-semester berikutnya. Saat itu, karena kita penghuni setia alfurqon, maka informasi yang didapatkan pun tak jauh dari yang berbau keagamaan. UKDM, tutorial, Baqi dan mentoring tahsin semakin mendekatkan kita. Dan mungkin itu lah yang menjadi dasar mengapa Uli memanggil kita “genk gelebers”. Tak apa, insyaallah menjadi identitas yang baik. Namun, tak selamanya kita harus bersama, ada saat dimana kita ingin dengan dunia nya masing-masing. Dan kebersamaan itu perlahan mulai mengendor, Iin lebih memilih untuk menjadi pejuang dakwah dan menjadi bagian di UKDM. Leni lebih jauh lagi, semakin sibuk di organisasi tetangga bernama GEMA PENA dan PAS ITB. Sedangkan aku? Saat itu aku memutuskan untuk menjaga rumah saja. Yaitu dengan aktif di HIMADIKSI dan beberapa kegiatan lain di luar kampus..

Dinamika menjadi mahasiswa semakin kita rasakan, sesekali berkumpul untuk menceritakan pengalamannya masing-masing, saling menguatkan dan saling memotivasi. Apa kabar dengan keberadaan kita di kelas? Ah, cukup menjadi mahasiswa biasa saja dengan ipk yang standar, padahal itu hanya alibi bahwa kita terlalu fokus pada hal lain. Mulailah kita berinstrosfeksi, berusaha untuk memperbaiki celah-celah yang bolong, hingga pada akhirnya kita menyadari, itu pun penting untuk di prioritaskan. Alhamdulillah, perjuangan sebagai seorang mahasiswa semakin kita nikmati.
Pada suatu hari,

Rasa-rasanya gambaran masa depan semakin menghantui, kita menginjak semester-semester akhir, kita sama-sama dilanda kegalauan, akan seperti apakah kita di depan? Aktif di organisasi memang bisa menjadi bekal, namun tak ada jaminan akan hal itu, prestasi di akademik pun belum bisa diandalkan, maka dimulailah masa-masa pencarian itu, kita semakin jauh mencari jati diri. Allah, sengaja mempertemukan kita dengan orang-orang diluar dugaan. Itu ternyata sebuah signal untuk kita lebih berfikir dan peka dengan tanda-tanda kasih sayang-Nya..

Untuk leni,

Dari dulu sampai sekarang tak ada yang berubah dari kegejeanmu, namun satu hal kepribadian mu semakin lama semakin dewasa. Dewasa dalam berproses yang menjadikanmu semakin kuat sekarang. Rasanya aku cemburu, ketika senyummu masih tergores manis saat air mata itu tumpah ruah karena ujian. Tetap sabar, dan akhirnya kamu pun bisa merasakan manisnya dari kesabaran itu.

Untuk Iin,

Teguh dalam mempertahankan prinsip semakin membuatmu cantik mempesona, ujian datang bertubi-tubi namun senyummu tetap mengembang, selelah apa pun iin di saat itu, tapi selalu punya waktu untuk mendengar keluhan orang.
Melewati waktu bersama kalian, adalah hal yang begitu aku syukuri. Melihat kalian sekarang, rasanya aku takut tertinggal, namun aku akan berusaha untuk mengejar angin yang terus melaju kencang, hampir merasa kewalahan, namun tetap ada yang menguatkan, yaitu kalian…

03 Maret 2013…
Uhibbuki Fillah..^_^

Komentar

Postingan Populer