Sebuah sore yang terbalut hujan
Pada hujan, semua mahluk Tuhan terdiam
Menatap iba, pada kubangan air yang menggenang
Beriak pada letupan-letupan yang terhujam
Menjadi mosaik dalam irama ketenangan.
Pada sebuah jendela kayu, aku mengurai
Beralas samak lusuh, namun tak kuhiraukan
Bagiku, hujan adalah sebuah irama menggemaskan
Yang apabila terhenti, semua terdiam seperti mati
Jam dinding keemasan, berontak memanggil deruan petir yang
semakin mengencang
Menggelegar, menghantam cakrawala, ini seperti pertanda..
Ada suara-suara suci yang tengah menanti..


Komentar
Posting Komentar