Day#1 Pentingnya Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak

Day#1 Presentasi kelompok 1

Alhamdulillah, ga terasa masuk ke level 11 yaaa...ga nyangka juga bisa sampai di tahap ini, masyaAllah,  banyak sekali pelajaran dan hikmah ketika belajar di kelas bunda sayang IIP.

Ada yang beda nih, yaitu sistem belajar di level 11, kami sekarang mencari materi secara mandiri dan belajar untuk mempresentasikan hasil percariannya, semakin kaya kuliah kaan, emak-emak ini berasa jadi abg lagi yang sibuk nyari sumber rujukan..hhe.

dan ternyataaa, saya kebagian kelompok pertama bersama Mba Ica dan Mba Lina,tim yang luar biasa, dan inilah hasilnyaaa..

1.Tantangan 


Sebagai orangtua, semakin berat saja tantangan dalam mendidik dan mengasuh anak. Pergaulan bebas yang melewati ambang batas, diambah lagi dengan kejahatan seksual yang marak. Serta perilaku menyimpang yang sangat giat mengkampanyekan eksistensinya di masyarakat luas, yaitu LGBT. 

Sejatinya orangtua sangatlah ingin menjadikan anak anaknya sebagai penyejuk mata dan hati. Seperti doa yang tercantum dalam Al Quran

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

“…Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa.” [Al-Furqaan : 74]

2. memahami fitrah seksualitas



Bunda, mungkin sebagian diantara kita masih merasa tabu dan malu ketika berbicara tengtang seks kepada anak, padahal pengetahuan seks ini sangat dibutuhkan anak, lambat laun, mereka akan dan ingin tahu, jika kita sebagai orang tua sudah memberikan pendidikan seks dengan benar, maka insyaallah mereka tidak akan menyimpang dari fitrahnya, namun, jika orangtua lalai atau abai dengan pendidikan seks ini, maka anak akan kehilangan figure dan akan mencari sumber jawaban dari luar. Sedihnya, kini dunia luar sudah begitu mengerikan dengan banyaknya kasus kejahatan dan penyimpangan seksual.

Nah, menurut Ayah Edi, jika orangtua ingin membahas tentang seks, arahkan pendekatannya ke sains biologi. Karena antara sains dan seks itu berdekatan, jadi berpikirnya menggunakan otak kiri bukan dengan otak kanan yang tertuju pada hal-hal erotis, jadi bicara seks dengan biasa dan netral, anak-anak juga perlu tahu dengan kondisi luar yang negative, agar mereka bisa membentengi diri.

Fitrah seksualitas ini adalah salah satu fitrah dasar yang dimiliki manusia, dalam buku Fitrah Based Education karya Ust. Harry Sentosa, arti dari fitrah seksualitas adalah bagaimana seorang berfikir, merasa dan bersikap sesuai fitrahnya sebagai laki laki sejati atau sebagai perempuan sejati. Perihal fitrah seksualitas ini anak-anak akan mengalami fase yang berbeda, sesuai dengan tahapan usianya, seperti 0-2 tahun, nikmat saat menghisap putting susu ibu, 2-4 tahun, merasa nikmat saat mengeluarkan feses dari anus, 4-7 tahun, anak mulai pegang alat kelamin, 8-12 tahun mulai tertarik pada lawan jenis.

Berdasarkan fase tersebut, maka pendidikan seks dilakukan secara bertahap, mulai dari dikenalkannya anggota tubuh secara detail, lalu ketika sudah bisa bertanya, berikan jawaban secara benar, tahapan berikutnya kenalkan tentang haid, mimpi basah, dan perubahan fisik.

Pendidikan seks ini tentu menjadi bagian penting juga dalam islam, Kecenderungan seksual diciptakan Allah Ta'ala pada diri manusia agar menjadi media kelangsungan dan reproduksi bagi seluruh mahluk, termasuk diantaranya manusia. Agar kecenderungan seksual dalam diri anak mengalir dengan tenang tanpa ganguan eksternal yang dapat menyebabkannya melenceng dari perilaku yang lurus, Islam menjaga anak anak dengan memberinya perintah dan larangan.

Tarbiyah Jinsiyah menurut Islam adalah bagian dari pendidikan akhlak, didasari dengan keimanan. Hanya keimanan & akhlak yang mampu mendidik syahwat/nafsu. Dimulai dari keluarga sebelum diserahkan pada pendidik umum.

Maka sudah jelas yang menjadi pondasi untuk memberikan pendidikan seks adalah orangtua dan keluarga terdekat, agar anak kita terjaga dari berbagai pelaku penyimpangan dan kejahatan seksual.

3. solusi



Solusi untuk menghadapi tantangan atau persoalan gender adalah dengan memberikan pengetahuan yang disesuaikan dengan tahapan perkembangan anak, kedekatan (bonding) keluarga harus ditingkatkan, karena rata2 orang yang ketika sudah dewasa melakukan penyimpangan seksual adalah mereka yang tercederai ketika masa kecilnya, mungkin karena perceraian, trauma terhadap sikap kasar ibu atau ayah, depresi, dan lain sebagainya.



Kami mengutip dari buku Propethic Parenting yang tulis oleh DR.Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid serta materi kajian Ustadzah Herlini Amran.

berikut adalah cara-cara yang bisa kita lakukan:

1. Memperkenalkan  konsep aurat sejak lahir  - ajarkan rasa malu
- saat mengganti popok di ruang privat
- kenalkan perbedaan laki-laki dan perempuan
- adik kakak mandi terpisah 

2. Memisahkan tempat tidur dan menjelaskan adab kesopanan di rimah dan di luar rumah (maksimal 10 tahun).
- kalau hanya ada 1 kamar: kamar untuk ibu dan anak perempuan, ayah & anak laki-laki di luar

3. Mendidik adab-adab isti'zan dalam rumah tangga (QS An Nur): sesudah subuh, sesudah dhuhur, sesudah isya, karena waktu tsb adalah waktu-waktu istirahat, saat biasanya aurat terbuka. Jaga aurat juga walau sesama mahrom. 
4. Menanamkan jiwa maskulinitas pada anak-anak laki-laki dan feminisme pada anak perempuan. Rosulullah sangat membenci laki-laki yang berpakaian perempuan atau sebaliknya. Ketika melihat laki-laki berpakaian perempuan, jangan dijadikan lelucon, tapi jelaskan hal tsb salah (nahi munkar).

5. Memperkenalkan konsep mahrom sekaligus adab pergaulan di antara mahrom dan non mahrom. Bagian tubuh tidak boleh dilihat dan disentuh sembarangan orang: mulut, dada, kemaluan, bagian di bawah dan sekitar paha, pantat.

6. Mendidik agar selalu menjaga pandangan mata (goddul bashar): An Nur 30 (untuk laki-laki), dan 31 (untuk perempuan): jangan sampai mata melihat mata. Mata ada 2 kejahatan: kejahatan syahwat dan kejahatan mistis (korban hipnotis dll)

7. Mengenalkan sanksi-sanksi perzinahan dalam Islam.

8. Mendidik agar tidak melakukan ikhtilath 

9. Mendidik agar tidak melakukan khalwat

10. Mendidik etika berhias sehingga kaum muslimah tidak bertabarruj.

11. Mendidik konsep Thoharoh seperti menjaga kebersihan mulut, alat kelamin, cara wudhu, mandi dll.

12. Menjelaskan makna khitan, ihtilam (mimpi) dan haid secara bijaksana. Khitan: hikmah jika ketika bayi (misal usia 35 hari) mengajarkan rasa malu, kemaluan anak sudah tidak terlihat orang lain sejak kecil. 

13. Menjelaskan ayat-ayat Al Quran dan hadist Nabi yang berhubungan dengan proses kejadian manusia, mulai dari nuthfah, alaqah, mudhghah (morulla, blastrulla, gastrulla. Lihat QS Al Hajj 5 dll dengan maksud mendekatkan diri pada Allah.

14. Mengajarkan puasa sunnah, dengan puasa sunnah akan mempersempit jalannya syaitan, dan lebih bisa dalam menahan gejolak nafsu syahwat

15. Etika kehidupan bersuami istri secara Islam baru boleh diajarkan kepada yang akan menikah

4. Media Edukasi


bunda bisa unduh disini:




alhamdulillah, demikianlah hasil belajar kami, semoga bermanfaat untuk menerapkan kepada anak-anak kita semua.

#bundasayang
#level11
#fitrahseksualitas

Komentar

Postingan Populer