our 1st anniversary

Inilah hari-hari yang akan selalu kita rindukan,
Bertanya kabar tentang persiapan,
Tubuhku ringkih kala itu,
Merasa terlalu berat menopang banyak hal,
Persiapan sidang dan persiapan nikah memang dua hal yg berbeda
Namun keduanya sungguh menyita waktu, tenanga, pikiran, serta hati..

Ada apa dengan hati?
Aku sempat tak melirik kondisi ini,
Sempat ku takar seberapa besar cinta, namun sia-sia.
Hati ini mati rasa, entah mengapa,
Ku pusatkan kesibukanku pada akal, hingga akhirnya kata lelah telah memuncak,
Tak bisa disampaikan lewat kata, maka tangislah yang bercerita..
Darisanalah, segumpal daging dalam dada mulai terasa.
Ada yang lebih berkuasa untuk diri yang tak berdaya ini, adalah Dia..
Sejak itulah, keyakinanku telah utuh, segala lelahku ini hanya untuk Dia,,Sang Maha..

Maka tepat satu tahun lalu,
sebuah mesjid di jalan citarum yang teramat spesial untukmu menjadi saksi.
Kata-kata janji itu telah terucap,
sebuah ikrar yang akan kita pertanggungjawabkan dihadapanNya kelak,
Aku menjadi sosok yang baru sedetik setelah terucap kata"sah",
kembali pipiku membentuk dua aliran sungai kecil,
semoga derasnya air mata ini bermuara pada lautan syukur,

Setidaknya, kita telah melewati masa-masa yang menyenangkan, pun telah merasakan bersusah payah bersama,
Aku masih ingat pada tanggal berangka tiga, ku temui sebuah kejutan pada berbagai benda, ada rasa diatas kata, ketulusanmu sangat kentara, tentu aku bahagia,
Kita pun akan saling mengingatkan kala salah satu diantara kita lupa,
Menikmati senja sembari menunggumu pulang adalah hal sederhana tapi istimewa.
Dan berusaha memasakan makanan kesukaanmu menjadi sesuatu yang selalu kurindukan.
Ada hal lucu,
Masih ingatkah, bahwa kita harus menunda rasa lapar ketika tanggal masih sangat muda namun isi dompet yang tersisa hanya satu atau dua lembar saja.
Aku, sebagai seorang manajer keuangan merasa panik, tapi rasa itu akan menghilang dengan segera, karena pengingat syukur kita telah tiba, dengan tenang engkau berkata "yakinlah, rizki itu akan selalu ada selagi kita mau berusaha dan berbagi pada sesama" setelahnya kembali kita akan tertawa bersama.
Dan ingatkah ketika pertama kalinya kita mendapat kabar bahagia, bahwa dirahimku telah tumbuh seorang anak, kita tak henti-hentinya menangis bahagia,
Aaah..itu hanya sebagian kecil dari kebersamaan kita, masih banyak cerita yang sudah kita lakoni berdua.

Untukmu yang biasa ku panggil kaka..
Usia pernikahan kita telah menginjak tangga yang pertama,
Masih banyak anak tangga yang harus kita lewati bersama
Genggam tangan kita akan semakin erat meraih cita,
Dan semoga sampai pada indahnya surga..

Tahukah, kado apa yang paling spesial diulang tahun yang pertama ini?
Ya, ialah "Zaga Shidiq Alfath"


Anak pertama kita,
Semoga ia menjadi penghilang dahaga di tengah gersangnya dunia yang fana,
Dan kita akan menjadi orang tua yang tak akan berhenti belajar,

Happy 1st anniversary kaka,,
Terimakasih untuk 12 bulan yang penuh perhatian dan pengertian,
Betapapun jarak ini terbentang, ia tak akan jadi penghalang kasih sayang kita..


Kaka,
Aku, tak punya puisi dengan kata yang indah atau pun hadiah mewah
Tapi aku punya rumah untuk kau singgahi kapan saja melepas lelah
Semoga rumah ini semakin kokoh tanpa celah, dan kelak akan berbuah indah..

Kini, aku tengah merasa menjadi kupu-kupu yang paling cantik, sempurna dengan kehadiranmu dan pangeran kecil disamping kita


 With love..
30/11/13 - 30/11/14

Komentar

Postingan Populer