Baarakallah, Tsani!

Tsan,
Kali ini ingin kubuka sebuah kotak yang memuat kepingan cerita tentang kita..
Ternyata jejalan memori ini begitu banyak..
Aku sendiri takjub,
ada waktu-waktu indah yang telah kita lewatkan bersama..

Ku ambil keping yang pertama,
Ini tentang sepiring steak yang kita santap di pinggir jalan, kala itu wajahmu mendekat sambil berucap kata-kata yang selalu ku ingat hingga sekarang "finally, i find u" .
Semula, Aku tak mengerti dengan kata singkat itu,
"maksudnya?"
Kamu melempar senyum, lalu melanjutkan..
"kini aku menemukan sahabat yang selama ini aku ingin"
Kamu tahu, bagaimana perasaanku saat itu tsan?
"AKU TAKUT"
Takut tak bisa menjadi sahabat yang baik untukmu..
Lagi-lagi kamu tersenyum,
"semoga kita bisa menjadi sahabat dunia akhirat"

Lalu, Kepingan kedua telah ku genggam.
Aku ingin tertawa, karena ia bercerita tentang kelucuan-kelucuan kala kita menjadi "wonder women".
Masih ingatkah, bagaimana keringat ini tak henti bercucuran saat kondektur bus menurunkan kita ditengah jalan dan meninggalkan begitu banyak barang bawaan.
Aku tak hentinya merapal doa, ku temui ada ketenangan dalam matamu, maka aku pun yakin bahwa kita akan sampai.
Sempat aku bermimpi menjadi seorang santri, hanya sebuah mimpi tsan..
Tapi akhirnya Allah mengabulkan lewat tanganmu,
Kenangan akan semua yang terjadi di gontor tentu tak akan lumat begitu saja,,
Bagaimanapun ada jejak-jejak kenangan yang tertinggal disana.

Seringkali pula kita sama-sama basah kuyup di terpa hujan saat mengelilingi bandung ini, Tapi itu tak menyurutkan langkah, kamu bilang ini semata-mata demi dakwah,,
Aah..tsan..
begitu banyak ilmu kehidupan yang kudapatkan darimu.

Dan kini aku tak tahu persis bagaimana keadaanmu,
Namun sesekali aku mampir ke rumah mayamu,
Aku menguucap hamdallah, karena yang ku lihat semakin bertumbuh,
Layaknya mawar yang merekah indah,,

Tsan,
Menjadi sahabat dunia akhirat tak harus selalu bersama dan jalan beriringan bukan,
Aku akan selalu ingat nasihatmu,
bahwa dunia ini tempat kita berlelah-lelah mencari ridhoNya..
Aku pun sedang berupaya menjadi pejuang terbaik dalam kehidupanku,
Ternyata menjadi seorang istri dan seorang ibu pun butuh perjuangan dan pengorbanan.
Biarlah doa ini berhembus lirih menyemai kehidupan kita.

Tsan,
untuk kesekian kalinya aku menyebutkan namamu,
Cukuplah itu mengabarkan seberapa besar kerinduanku..
Hati kita akan tetap bertemu, meski tatap tak saling tertuju,,

Untukmu tsani,
Tetaplah menjadi mawar dengan duri ditangkainya..


Selamat menggenapkan usia yang ke 24,
Sekali lagi ku katakan,
Bahwa ini adalah deretan tanggal yang spesial untuk kita..
Hari ini sejarahmu,
Dan esok sejarahku..



Baarakallah honey :) 

SoniaSsun*




Komentar

Posting Komentar