NHW#2 Menjadi ibu profesional kebanggan keluarga
NHW #2 Menjadi Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga
Bismillah.
Dengan memohon perlindungan dari Allah, semoga apa yang diniatkan tulus dari hati, terhindarkan dari godaan syaitan dan hawa nafsu semata. Dengan meminta kekuatan dariNya pula, semoga saya menjadi pribadi yang tak pernah berhenti belajar, diberi kelapangan agar senantiasa sabar untuk berbenah menjadi ibu dan istri yang sesuai dengan harapan suami dan anak-anak.*melow.
Terus terang NHW kali ini terasa beraaat, selama 4 hari ini merenung yang tak ada habisnya, dilihat dari judulnya aja udah bikin jleb, pas baca materinya makin glek glek *nelen ludah.
Ternyata menjadi seorang ibu juga harus profesional yaa, ga bisa asal yang let it flow tea, harus ada visi misi bahkan tidak hanya sekedar menjadi ibu saja tapi jauh lagi peranan kita sebagai seorang perempuan, yang bergelut dalam tiga peran.
Sebagai mahluk ciptaan Allah (individu)
Sebagai istri
Dan sebagai ibu
Alhamdulillahnya kita tidak berjalan sendiri, disinilah komunitas Institut Ibu Profesional menjadi sebuah wadah untuk kita sebagai perempuan saling menguatkan, agar semangat belajar senantiasa terjaga. Kerasa banget manfaatnya, di IIP selalu dipacu agar kita bangga dengan profesi sebagai pendidik pertama dan utama untuk anak-anak.
Ada 4 tahapannya dengan indikator masing-masing yaitu bunda sayang, bunda cekatan, bunda produktif, dan bunda sholihah.
Nah, di NHW kali ini, kita ditugaskan untuk membuat sebuah indikator yang berkenaan dengan peran kita sebagai seorang individu, istri dan ibu. Nah loh, gimana caranya…*mulai garuk2 kepala. Ternyata caranya yaitu sederhana, cukup tanyakan kepada suami dan anak sebagai klien utama kita “istri dan ibu seperti apakah yang bisa membuat mereka bahagia” hwaaa, belum apa-apa udah deg-degan. *nangis dipojokan.
Aslinya grogi banget untuk nanya hal ini sama suami, apalagi kita lagi LDM, sempet maju mundur cantik pas suami telpon, yang bikin tegang adalah jawabannya, soalnya ngerasa banget selama ini masih banyak kekurangan selama jadi istri dan ibu.
Akhirnya bismillah memberanikan diri, setelah ngobrol sana sini tibalah pada topik utama, beliau bilang “ada apa tiba-tiba nanya gini?” duh jadi salah tingkah deh, ga berapa lama kemudian suami bilang lagi.
5
“kaka pengen punya istri yang solehah, penyanyang, dan simpel aja. Maksudnya ga berlebihan dalam pakaian dan dandan, sewajarnya aja, sebesar apapun pencapaian kita tetap sederhana, yang penting gemar berbagi sama orang lain” Ya Allah..melting. Terharu jawaban suami itu, ga neko-neko seperti masak harus enak, rumah harus rapi, bla..bla..bla..
“eh, ada lagi..” disaat suasana lagi lega, merah merona karena terharu, suami bilang lagi.
“apa ka?”
“ ada yang penting lagi, yaitu sering mandi dan banyak minum yaa, udah itu ajaaa biar istri kaka sehat dan bisa jalan-jalan terus ” hwaaa..gubrak!! Jujur banget ya,,muka yang dari merah merona terharu berubah jadi merah merona malu, maklum emak-emak, pagi sibuk masak , beres-beres, dll, siang baru sempet mandi, dan sore ke malam dinginnya luar biasa, hihi..alesan.
Kalau untuk zaga, berhubung zaga belum bisa ditanya serius, pak suami mewakili, katanya harus control gadget dan menjadi seorang ibu tempat sang anak berbagi rasa, so simple but..luar biasa pasti ngejalaninnya.
Bismillah aja yaa, semoga jawaban itu tulus tanpa menyisakan unek-unek, dan saya bisa memberikan service lebih dari harapan-harapannya.
Sebagai media perbaikan diri, saya buat indikatornya supaya bisa terukur dan sebagai pengingat sekaligus penyemangat.
Checlist Indikator Profesionalisme
Bunda Sonia
Maafkan jika indikator dan targetannya kurang nyambung, nhw#2 ini pasti banyak revisi seiring dengan berjalannya waktu.
Semoga Allah ridho dan memberikan kekuatan untuk misi 3 bulan kedepan ini. Aamiin.
Bandung, 28 oktober 2016
Soniassun



Komentar
Posting Komentar