Membangun Kesepakatan

Bismillah.

Hari ini, saya harus ngurus berkas-berkas kehilangan akibat kejadian kemarin itu, sengaja belum bilang zaga, niatnya mau ngasih tau zaga pas mau pergi aja, biar zaga ga terlalu rewel.

Beberapa hari ini, zaga nempel kata perangko sama bundanya, bahkam ditinggal ke kamar mandi pun ingin ikut, nah loh, jadi kebayang kalau bakal aku tinggal selama seharian pasti demo dan keukeuh ingin ikut.

Pertimbangan zaga harus ditinggal karena ngurus berkas-berkas itu pasti lamaaaa, karena ada sekitar 7 tempat yang harus dikunjungi, saya khawatir zaga lelah dan badmood, apalagi kondisi zaga sekarang kurang fit karena flu batuk pilek, akhirnya setelah sekian lama, saya titipkan zaga ke bibinya alias adik perempuan saya yang kebetulan lagi libur kuliah.

Pagi harinya, ketika zaga bangun, saya bisikin ia dengan kata-kata pujian " zaga anak nda yang soleh, hari ini mas mau main sama iyen atau mau main di tk teh dada?" Saya kasih ia pilihan untuk aktigitas mainnya. Dia bilang "mau main ke tk teh dada". Nah, saya kasih opsi lagi, "kalau mau main ke tk dada, nanti berangkatnya sama iyen ya, nda nya mau ngurus surat-surat dulu" saat mendengar kalimat itu, reaksi zaga langsung cemberut dan nolak buat main ke tk dada. *ups

Akhirnya saya bilang gini "zaga kan lagi batuk pilek, nah..biar hidungnya ga sakit lagi, nda beliin obat yaa, mau?" Zaga jawab mau "mau", saya kasih opsi lagi "kalau zaga mau dibeliin obat, zaga main sama iyen dulu, nanti nda beliin obatnya, tapi agak lama sedikit ya karena mau ngasih ini dulu (nunjuk ke berkas2), jadi zaga main sama teh dada dulu, zaga soleh, zaga pinter, zaga hebat dan harus selalu happy ya (maksudnya jangan rewel)"

Pada akhirnya zaga mengangguk dan bilang "okeyy" dengan polosnya, alhamdulillah. Saat itu saya belajar untuk berusaha jujur dan tidak main sepihak seperti asal pergi meski anak tidak ridho, usianya memang baru 2 tahun, tapi saya selalu hargai pendapat dan keputusannya, dan sebetulnya, anak hanya butuh diberi pengertian dan pujian, dengan begitu mereka akan mengerti dan mempermudah urusan kita.

Dan ketika saya pulang, alhamdulillah katanya zaga selalu ceria dan tidak rewel pengen ke bundanya, berarti ia telah menjaga komitmennya.

Membutuhkan waktu memang untuk komukasi dengan mereka, tapi ini melatih mereka untuk belajar negosiasi, membangun kesepakatan, dan komitmen.

Komentar

Postingan Populer