Aku Bisa
Bismillah.
Memasuki hari kedua tantangan komunikasi produktif.
Alhamdulillah semakin kesini zaga makin pinter ngomongnya. Sang peniru ulung, sampai kata-kata yang terlontar secara spontan pun diikuti, seperti "eh, mamih" #tepok jidat.
Sebenarnya orang pertama yang harus dibenahi sacara spontanitas kata-kata adalah sayaaa,,ibunya. Zaga betul-betul nyeples semua perkataan ibunya, duh..duh..mana sering keceplosan lagi. Hhi
Nah, salah satu kata yang sering muncul secara spontan (gak nyadar) adalah "banget", seperti "bagus bangeeet" "berat bangeet", eh, beneran diikutin sama zaga.
Ketika zaga saya suruh untuk bawa lap dapur, apa yang terjadi? Responnya "duuh..berat banget" sambil di ngegusur itu lap pel.
Ketika kita mau buka paket, zaga bilang "susaah bangeet", mungkin karena terlalu banyak solasinya, dan ketika jatuh, langsung teriak "sakit bangeeet" astagfirullah, padahal maksud saya menggunakan banget itu untuk hal-hal yang luar biasa, eeh..jadi malah terkesan banyak mengeluh.
Nah, sekarang saya sounding zaga dengan kata-kata yang lebih positif, ketika bilang "susah banget" saya ganti dengan "aku bisa", ketika bilang "berat bangeet" saya ganti dengan "aku kuat", hihi..tentunya sesuai kondisi juga.
Belum terbiasa memang, tapi mudah-mudahan seiring dengan berjalannya waktu kami makin terbiasa dengan kata-kata yang positif.
#day2
#10haritantangankompro
#bunsayiip
Memasuki hari kedua tantangan komunikasi produktif.
Alhamdulillah semakin kesini zaga makin pinter ngomongnya. Sang peniru ulung, sampai kata-kata yang terlontar secara spontan pun diikuti, seperti "eh, mamih" #tepok jidat.
Sebenarnya orang pertama yang harus dibenahi sacara spontanitas kata-kata adalah sayaaa,,ibunya. Zaga betul-betul nyeples semua perkataan ibunya, duh..duh..mana sering keceplosan lagi. Hhi
Nah, salah satu kata yang sering muncul secara spontan (gak nyadar) adalah "banget", seperti "bagus bangeeet" "berat bangeet", eh, beneran diikutin sama zaga.
Ketika zaga saya suruh untuk bawa lap dapur, apa yang terjadi? Responnya "duuh..berat banget" sambil di ngegusur itu lap pel.
Ketika kita mau buka paket, zaga bilang "susaah bangeet", mungkin karena terlalu banyak solasinya, dan ketika jatuh, langsung teriak "sakit bangeeet" astagfirullah, padahal maksud saya menggunakan banget itu untuk hal-hal yang luar biasa, eeh..jadi malah terkesan banyak mengeluh.
Nah, sekarang saya sounding zaga dengan kata-kata yang lebih positif, ketika bilang "susah banget" saya ganti dengan "aku bisa", ketika bilang "berat bangeet" saya ganti dengan "aku kuat", hihi..tentunya sesuai kondisi juga.
Belum terbiasa memang, tapi mudah-mudahan seiring dengan berjalannya waktu kami makin terbiasa dengan kata-kata yang positif.
#day2
#10haritantangankompro
#bunsayiip

Komentar
Posting Komentar