belajar komunikasi produktif


Bismillah.

Alhamdulillah, setahap demi setahap bisa menyelesaikan kegiatan matrikulasi, dimana dalam prosesnya saya merasa terseok-seok sekali, secara teori seperti mudah dan sanggup, tapi setelah dijalani, luar biasaa, tidak susah, tapi penuh tantangan, dan untuk konsisten selama 90 hari, lebih tantangan lagi.

Tantangan-tantangan tersebut tidak terhenti pada program matrikukasi, tapi belanjut ke program bunda sayang yang akan kita jalani selama setahun kedepan. MasyaAllah, never ending to learn banget, untuk tipikal saya yang harus di "toel" dulu baru bisa action, ikut komunitas IIP ini adalah pilihan tepat, insyaallah. Karena di iip seolah "dipaksa" untuk menjadi seorang ibu hebat yang pernah berhenti belajar. Anak dan ibu sama-sama belajar.

Di bulan ini kita akan belajar mengenai komunikasi produktif, yang tidak hanya diterapkan dalam keluarga saja tapi juga diterapkan dimana saja dengan siapa pun itu. Untuk saya dan suami, menerapkan komunikasi produktif ini menjadi tantangan yang luar biasa mengingat kami LDR, dan baru bisa jumpa di akhir pekan, komunikasi hanya via whatsapp dan telpon sesekali, tapi disitulah seninya, kami harus berusaha agar komunikasi kami tetap produktif meski raga tak bersama.hhe.

Di hari pertama saya memutuskan untuk menelponnya dan berusaha untuk menjaga ritme bicara agar selalu enak di dengar suami, setelah membicarakan kegiatan masing-masing, lanjut ke pembicaraan tentang forum komunikasi keluarga, suami nampak antusias meski forum tersebut hanya bisa via online, kedepannya insyaallah mau lebih sering lagi video call agar bisa bertatap muka sekaligus obat kangen bagi kami. #ea

Semoga kedepannya bisa dapat formula yang tepat dan nyaman untuk forum komunikasi keluarga dalam kondisi LDR seperti ini.

Baru awalan bicara tentang komunikasi produktif tapi masyaAllah udah terasa efeknya. Alhamdulillah.

Komentar

Postingan Populer