Day#5 My Family My Team
Bismillah.
II. Project olahraga bersama
Sabtu mendaki
Road to Perak ini memang butuh persiapan yang maksimal, yanga da dalam pikiran kami saat itu, karena daerah rancabali dingin dan daerah pegunungan, maka kami harus mulai membiasakan diri untuk melatih pernapasan agar tidak kedinginan, dan juga mempersiapkan fisik untuk bisa menempuh pegunungan.
Maka di buatlah project sabtu mendaki, kenapa hari sabtu? Karena itu waktu di mana ayah sudah pulang dari jakarta. Hehe.
Kebetulan banget rumah kami berada di kaki gunung manglayang, tapiii sejujurnya kami sangat amat jarang naik gunung atau sekedar berjalan kaki ringan menyusuri pinggiran jalan yang nanjak itu, intinya jarang olahraga deh, khususon saya dan zaga, kalau ayah nampaknya sudah rutin setiap pagi olahraga dulu di sekitar halaman kantor.
Ini menjadi project yang cukup berat buat saya dan zaga. Harus siap mental dan fisik..hehe, maka sebelum betul-betul mendaki gunung, ada beberap hal yang harus kami persiapkan. Kini yang menjadi pimpronya ayah, beliau jadi leader untuk memacu semangat kami ketika mulai merasa cape, saya bertugas untuk menyiapkan logistik seperti air minum, snack, handuk kecil, dll. Sedangkan zaga bertugas menyiapkan peralatan olahraga untuk dirinya sendiri seperti sepatu, baju dan celana olahraga.
Ketika saatnya tiba, tidak disangka ternyata zaga kuat menyusuri 1/6 perjalanan, setelahnya ia meminta di gendong, kami motivasi untuk terus berjalan, tapi karena melihat kondisinya yang memang belum sanggup berjalan jauh, kami akhirnya menggendong zaga bergantian, dalam hal ini ayah yang paling banyak berperan, saya sendiri masih sibuk memotivasi diri agar tidak menyerah karena keringat sudah berjatuhan disana sini..hihi. project sederhana ini menjadi sangat luar biasa ternyata, mengesankan dan mengasyikan. Alhamdulillah, dan yeaahh..akhirnya kami sampai di titik tujuan dengan bahagia dan ngos-ngosan.
#day5
#myfamilymyteam
#bundasayang
#iipbandung
II. Project olahraga bersama
Sabtu mendaki
Road to Perak ini memang butuh persiapan yang maksimal, yanga da dalam pikiran kami saat itu, karena daerah rancabali dingin dan daerah pegunungan, maka kami harus mulai membiasakan diri untuk melatih pernapasan agar tidak kedinginan, dan juga mempersiapkan fisik untuk bisa menempuh pegunungan.
Maka di buatlah project sabtu mendaki, kenapa hari sabtu? Karena itu waktu di mana ayah sudah pulang dari jakarta. Hehe.
Kebetulan banget rumah kami berada di kaki gunung manglayang, tapiii sejujurnya kami sangat amat jarang naik gunung atau sekedar berjalan kaki ringan menyusuri pinggiran jalan yang nanjak itu, intinya jarang olahraga deh, khususon saya dan zaga, kalau ayah nampaknya sudah rutin setiap pagi olahraga dulu di sekitar halaman kantor.
Ini menjadi project yang cukup berat buat saya dan zaga. Harus siap mental dan fisik..hehe, maka sebelum betul-betul mendaki gunung, ada beberap hal yang harus kami persiapkan. Kini yang menjadi pimpronya ayah, beliau jadi leader untuk memacu semangat kami ketika mulai merasa cape, saya bertugas untuk menyiapkan logistik seperti air minum, snack, handuk kecil, dll. Sedangkan zaga bertugas menyiapkan peralatan olahraga untuk dirinya sendiri seperti sepatu, baju dan celana olahraga.
Ketika saatnya tiba, tidak disangka ternyata zaga kuat menyusuri 1/6 perjalanan, setelahnya ia meminta di gendong, kami motivasi untuk terus berjalan, tapi karena melihat kondisinya yang memang belum sanggup berjalan jauh, kami akhirnya menggendong zaga bergantian, dalam hal ini ayah yang paling banyak berperan, saya sendiri masih sibuk memotivasi diri agar tidak menyerah karena keringat sudah berjatuhan disana sini..hihi. project sederhana ini menjadi sangat luar biasa ternyata, mengesankan dan mengasyikan. Alhamdulillah, dan yeaahh..akhirnya kami sampai di titik tujuan dengan bahagia dan ngos-ngosan.
#day5
#myfamilymyteam
#bundasayang
#iipbandung

Komentar
Posting Komentar