Day#8 Jual Jus Jeruk
Pagi tadi Zaga diajak untuk sarapan jeruk yang tersaji
diatas meja. Jeruk itu kami beli kemarin sore di pinggir jalanan pasar,
biasanya kalau setelah bangun minum air putih langsung sarapan makanan berat,
kali ini saya coba untuk sarapan buah terlebih dahulu. Zaga seneng banget pas
lihat jeruknya masih banyak, sambil saya kupasi jeruknya, ia mencoba untuk
kreatif.
Tak terpikir sebelumnya kalau jeruk-jeruk itu bisa ia
mainkan seasyik itu, setengah jam berlalu zaga sibuk dengan permainan jeruknya,
awalnya ia pindahkan jeruk itu ke satu tempat ke tempat lainnya, dengan jarak
yang cukup jauh, aktifitas ini melatih kesabaran dan kekuatan fisik karena
harus bolak balik berkali-kali, ternyata ceritanya ia lagi jualan jus jeruk,
karena tiba-tiba ia datang dan bertanya
“Nda, mau beli jus jeruk?”
“waahh..mas jualan jus jeruk ya? Berapaan mas?”
“seratus ribuu..” jawabnya lagi
“waahh..mahal sekali jusnya, sepuluh ribu aja boleh?”
“no..seratus ribu..” ckckck..ceritanya kita lagi bermain
peran nih, tawar menawar antara pembeli dan penjual, Zaga sebagai penjual cukup
keukeuh dengan harga yang ia atwarkan. Ahihi
Kejadian ini tidak direncanakan, karena berawal dari makan
jeruk bersama, tapi jadi belajar banyak hal, termasuk belajar cara bertransaki
pakai uang (palsu), meski zaga belum paham betul tentang besaran uang, tapi ia
paham kalau uang sebagai alat transaksi, setelah itu kami menghitung jeruk
bersama-sama, dengan uang sepuluh ribu dapat 1 jeruk, maka uang seratus ribu
harus dapat 10 jeruk, ayo Zaga hitung buah jeruknya. :)


Komentar
Posting Komentar