Masuk-surga-dosa


Rasa-rasanya tidak ada harapan bagiku untuk merasakan indahnya surga. Di depan, telah terhampar lautan luas bak jembatan yang akan akan kita sebrangi, tak ada pilihan lain bagiku, selain maju atau berdiam diri. Namun, suara-suara merdu itu selalu terngiang-ngiang mencari-cari celah untuk telingaku yang tak bisa lagi berpura-pura tuli, wajah-wajah lembut itu selalu terbayang, ia laksana peri yang lincah dalam imajinasi. Senyumnya manis bagai putri. 

Jika sudah begini, seluruh logika ku lumpuh menyeleruh, kilatan-kilatan itu melintas cepat dalam saraf otak, mencoba mencari ke dasar laut yang membiru,  namun tak kutemui, dimanakah ia bersandar, pada karangkah, atau pada rumput laut yang menari-nari? Mataku tak lelah dalam mencari, Aku mencoba untuk menangkapnya kembali, karena jika ia pergi, maka hilanglah duniaku, tak ada alasan untuk aku bertahan berdiri, hidup ini penuh caci maki, namun lagi-lagi ada kekuatan yang tersembunyi, itulah bisikan-bisikan Ilahi. 

Aku, malu..teramat malu, berkali-kali aku menghinati, namun Rabb-ku tak pernah menjauhi. Maka aku semakin bersikeras untuk menggenggamnya kembali, ialah satu-satunya yang membuat hari-hari ku terlewati. Di sisi air menggenang itu, aku tersungkur, hanya tinggal selangkah untuk sampai pada cahaya, namun kakiku terhenti, kembali menyelam jauh ke dasar hati, sungguh aku tak layak untuk sampai pada cahaya indah itu. 

Dosaku, jauh lebih banyak dibanding air dilautan, dosaku, jauh lebih tinggi dibanding gunung yang menjulang. Lalu, tidak tahu malukah aku jika diri ini mendapatkan kemewahan itu. Betapa surga terlalu berharga untuk seorang aku yang seperti ini. Ya Rabb, pantaskan aku yang seorang pendosa ini masuk ke dalam surgaMu? Sungguh aku ingin mengetukMu, namun aku urungkan, betapa kasih sayangMu sejauh ini telah cukup untuk aku dalam dekapanMu.

Aku hanya bisa berkata lirih, bahwa aku,,
sungguh mencintaiMu,,




Sonia S Sun*
12 Feb 2013
19.17-19.40


Komentar

Postingan Populer