Ternyata hadirkan Allah jawabannya..
Ada saat, dimana rasanya ingin
menumpahkan segala beban,
membuang jauh kesulitan,
dan bernafas lega dalam sebuah
kehimpitan.
Namun tetap sesak, sulit bergerak,
yang pada akhirnya masalah berserak..
Mencoba Berlari kesana kemari,
mengerjakan ini dan itu, berusaha mencari solusi, namun lupa tak menghadirkan
Allah dalam hati, maka jiwa ini akan tetap tersakiti. Ini ada indikasi, ada
yang salah dalam diri..
Dear muslimah, teman-temanku yang
Allah cintai,,
Izinkan saya berbagi, betapa Allah
mencintai kita tanpa tapi..
Sungguh, penggalan paragrap di atas,
merupakan apa yang saya rasakan belakangan ini. Saya merasakan lelah dalam
mengerjakan sesuatu yang itu sebenarnya adalah kebaikan, menjadi guru
disekolah, mencoba mengerjakan proposal untuk skripsi, mengisi waktu luang
dengan berdiskusi, dan mengisi seabrek kegiatan lain yang ceritanya ingin
meningkatkan kapasitas diri. Tapi jujur, saya merasa lelah, rasanya begitu
hambar, padahal hakikat dari sebuah kebaikan adalah kebahagiaan. Namun, saya
merasa sendiri saat itu, ada perasaan-perasaan aneh yang membuat saya tidak
nyaman, merenung, tapi tak kunjung ada jawaban. Kenapa, harus hambar seperti
ini, mencoba menulis, tapi kata-katanya tak ada rasa. Mencoba membaca, tapi tak
meninggalkan makna.
Inalillah, ada yang salah, saya yakin ada yang salah..
My sist, Allah tak pernah tidur, ia
mendengar setiap jeritan-jeritan yang terbersit dalam hati manusia. Saya yakin,
Allah pun mendengar jeritan hati ini, hingga pada akhirnya, tanpa direncanakan
sebelumnya, saya ingin pergi ke suatu tempat untuk melepaskan diri. Mencoba
me-refresh semua yang telah terjadi, berharap akan ada evaluasi. Dan pada
akhirnya Allah menuntun langkah ini pada sebuah tempat dimana saya bisa
menemukan sebuah solusi..
Solusi itu datang dari sesuatu yang
sangat sederhana, Allah maha pembuat scenario terhebat, kaki ini terhenti pada
sebuah acara launching buku “Great Muslimah” karya Febrianti Almeera atau yang
kita kenal Pewski. Saya ikuti acaranya dengan seksama, dan benar ada rasa haru
yang menyelinap, membuat saya tersadarkan kembali atas sebuah tujuan dari
kehidupan, yaitu menjadi seorang great muslimah, saya pulang dengan membawa
buku nya, dan prestasi yang luar biasa, sangat jarang saya bisa membaca satu
kali tuntas. Kali ini saya berhasil membaca sebuah buku dalam waktu kurang
lebih 3 jam, dan itu tamat. Saya bisa merasakan sebuah energi yang pepew
transfer. Setiap rasa diatas kata telah sampai pada pembaca. Dan disinilah
klimaknya, saya menemukan jawaban dari semua permasalahan yang selama ini membelenggu
diri saya. Dari bukunya, saya menemukan sebuah solusi, inilah jawaban dari
Allah, sebuah teka-teki yang indah pada waktunya. Disana ada bagian, mengenai
cerita pewski yang sangat mirip dengan apa yang sedang saya rasakan belakangan
ini, merasa hambar, ternyata my sist, intinya satu…
“KITA LALAI TERHADAP ALLAH”
Kita terlalu banyak meminta, seperti
doa Khatmil Quran :
“ Ya
Allah, aku meminta permintaan yang terbaik, permohonan terbaik, keberhasilan
terbaik, ilmu terbaik, amal terbaik, pahala terbaik, kehidupan terbaik, dan
tetapkanlah aku dalam semua kebaikan itu. Beratkanlah timbangan (amal baikku),
kukuhkanlah imanku, tinggikanlah derajatku, terimalah salatku, ampunilah
kesalahan-kesalahanku, dan aku memohon surga yang paling tinggi kepada-Mu”
Semuanya ingin yang terbaik, itu doa
yang selalu kita panjatkan bukan? Disinilah letak penyebabnya my sist, kita
banyak meminta, namun sedikit memberi untuk Allah. Pewski menuliskan, maka
jangan heran bila Allah sempitkan hati yang asalnya lapang, sumbatkan inspirasi
yang awalnya mengalir deras, resahkan diri yang asalnya tenang, persulit
langkah yang awalnya mudah…mungkin karena kita yang tidak sadar, semakin hari
semakin banyak pinta, tetapi semakin lupa memberi kepada Allah. sesungguhnya
Allah tak diberi tak apa, Dia Pemilik Segalanya. Pemberian kita hanya bukti
bahwa kita serius dan tahu malu atas pinta kita.
Astagfirullah, kalimat-kalimat
itu membuat saya tersungkur malu, ternyata semua itu berasal dari dalam diri
kita sendiri, betapa hati ini telah lalai terhadap Allah, semoga teman-teman
tidak merasakan dulu apa yang telah saya dan pewski rasakan, sebelum perasaan
seperti itu muncul, tetaplah untuk selalu menghadirkan Allah dalam hati,
lakukanlah segalanya untuk mencari Ridhonya, semoga ini menjadi sebuah pelajaran
untuk kita semua.
Dan karena kita seorang wanita, maka
kita harus be a great muslimah, dimana kita harus punya 3 fokus kehidupan.
Yaitu fokus to Allah, Fokus to me, dan fokus to the others.
“ Manfaatkanlah
hari ini untuk menjadi sebaik-baiknya pribadi dengan nilai-nilai seorang great
muslimah, yang berfokus kepada Allah, dirinya sendiri, dan orang lain, serta
memegang teguh prinsip Syar’i, berprestasi, menginspirasi” Febrianti
Almeera
Buku yang sangat dianjurkan untuk kita sebagai seorang wanita,
be a great muslimah my sist, insyaallah kita semua bisa.
Semoga Allah selalu menjaga kalian
dalam sebaik-baiknya penjagaan. ^_^..
Sonia S Sun*

Komentar
Posting Komentar