Tak Seberapa, Tapi Cukup..
Senyummu tak
seberapa, tapi itu cukup memekarkan bunga di hati aku yang menguncup..
Perkataanmu juga
tak seberapa, tapi setiap kata yang keluar itu selalu terngiang..
Pertemuan kita
singkat, dengan waktu yang tak seberapa, tapi itu menjelma menjadi sebuah
bayangan yang mengintai di setiap doa..
Deuh, bukan itu,
bukan tentang #kamu, kali ini tentang #Dia,,
Mendapatkan
sebuah energi dari kalimat sakti berikut ini..
“Barangsiapa
yang bersyukur, maka Allah akan berikan keberkahan, ketika membutuhkan selalu ada.
Itu pasti..”
Widdiiiwww…sangat
menghayati, kemarin-kemarin masih menjadi orang yang senang meratapi, padahal
kalau dipikir-pikir, Allah itu berikan rezeki yang LEBIH, tapi kooooo…masih aja
“ngiri” melihat kebahagiaan orang, pangkalnya bukan di rekezi, tapi pada
kepekaan untuk selalu “BERSYKUR” Nah loh, itu dia dear..
Sekarang keadaan
berbalik, di saat sedang terhimpit seperti ini, rasanya si jiwa dan raga ini
baik-baik saja..
Bener ya kata
orang “Bisa jadi Allah mencabut kenikmatan pada seseorang, karena Allah ingin
orang tersebut semakin mendekat pada-Nya”
Sampe segitunya,,MALUUU...
Ya Allah..rasa-rasanya ini dosa sudah mengarat, entah masih bisa dibersihkan atau tidak, hanya Ridho-Nya yang bisa membuat diri ini kinclong kembali..
Ya Allah..rasa-rasanya ini dosa sudah mengarat, entah masih bisa dibersihkan atau tidak, hanya Ridho-Nya yang bisa membuat diri ini kinclong kembali..
But, thanks God,
kini aku lebih peka, kata Pa Daim di Jakarta, “mata hati sudah terbuka”, apapun
yang terjadi ya kehendakMu, diri ini milikMu, maka tak sepantasnya aku
men-dikte apa yang menjadi milikMu, betul tidak???
Kembali pada
sebuah kisah di hari ini, Allah berikan rizki dari arah yang tak terduga, tidak
seberapa memang..tapi bahagiaaaaa…aku syukuri, selalu, insyaallah..Allah Maha
Kaya bukan, jadi apa yang harus ditakutkan jika #Dia memiliki segalanya..
Tugas kita hanya
mendekat..:)


Komentar
Posting Komentar