Balada orang terpintar di P.ak..:)



Setiap mau nulis tengtangmu, ada saja yang mengganggu..
Entah itu karena detak waktu, detak impusan rumah sakit, atau barangkali detak suara tokek di sudut atap..

Berbicara tentang siapa kamu, aku tak tahu betul, tapi rasanya cukup panjang untuk aku membentangkan jalan, itu baru sebagian yang aku tahu, tak terbayang yang sebenarnya..

Kali ini kata-kataku  patah oleh sebongkah batu, maka yang tersisa hanya serpihan, tak apa, dengan serpihan itu aku masih bisa tertatih, memulai semua yang sudah mendidih..

Ini ruangku, maka akan ku tulis apa saja yang aku mau..termasuk tentangmu..


$$$
Curhat dulu :

Belakangan ini ketenangan ci gue lagi terganggu. Bayangkan! Setiap hari HP-ku berdering, minjem istilah acara Play boy kabel yang berbunyi “SMS di terimaaaaa…”, maka akan muncul gambar amplop yang dengan centilnya kedip-kedip, ketika dibuka ternyata pesan dari nomor yang akhirnya 69, nomor itu Nampak begitu lebih horror dari panggilan “sate bang” nya suzana (lebay tingkat 1), isi pesannya manis, namun rasanya sedikit menyebalkan..:p, pesan singkat ini memenuhi inbox hape 2-5 kali dalam sehari, rajin nian itu ci pengirim, entahlah ini indikasi apa, tapi rupa-rupanya ini sudah mendekati istilah “terror”, namun ku yakini terror ini bermodus “ngefans berat” dari si pengirim..

Mau tau isi pesan singkat yang manis itu, ini betul-betul singkat, padat, jelas dan tentu saja  menyebalkan..beginilah bunyinya..

Oni apa kabar??” 

Satu hari bisa 5 sms dengan bunyi yang sama, terdengar manis bukan, tapi sebetulnya ada maksud lain yang tersembunyi di balik tiga kata tersebut, ini salahku, makanya terasa begitu double menyebalkan. Hhe..(lebay tingkat 2).
Sudahlah, bagaimanapun, bagiku sosok sang pengirim menjadi salah satu pelumer rasa beku, itu salah satu alasan mengapa dirinya tak luput dari ingatan..:)

$$$
Ini cerita yang kudapati dari luruhnya cat-cat dinding sepetak kamar di ujung ledeng, rupanya dinding itu merapuh bersama waktu menunggu plakat-plakat yang sedang dikeringkan. Dulu tak sebanyak ini, bahkan hanya sesekali, itu pun menumpang di lapak orang, meski sering terjaga, tapi kini lebih kusukai, karena bersama pudarnya warna dinding ada peluh yang berbalut sabar, ada mata yang tengah tegas berpaling dari nyenyaknya lelap. Sunyi, senyap, sendiri, dan hanya ada bongkahan plakat. Begitulah adanya, namun sekali lagi, lebih kusukai..

Masa-masa perkenalan..
Percakapan dimulai 1 Agustus 2009







14:29
salam kenal
keterima di UPI Pend. Akun juga kan!!!!!
gmn mu di ambil???



Itu massage pertama yang aku terima dari orang pertama yang ber-SKSD,
Kisah aku, kamu, dan mereka memang berawal dari percakapan ini, di tahun 2009. Anggaplah aku dan kamu yang disingkat menjadi kita, berperan sebagai tokoh utama, yang lainnya biarkan menjadi figuran dulu..:p, aku mengerling ketika sedikit ngepoin akun yang pertama kali memberi massage itu, rasa ge-er telah menyeruak, dikira massage itu hanya tertuju padaku, ternyata orang ini super active atau bahasa kerennya “Niat Banget” untuk mengedarkan radar pada milyaran manusia dalam rangka mendeteksi siapa saja orang-orang beruntung atau orang-orang yang tercebur masuk p.ak 2009. Yess, salah satu akun ci aku ini menjadi yang terpilih. Ku jawab sekenanya, bahkan so jual mahal mengatakan “belum tahu” karena masih nunggu hasil pengumuman STAN, kamu berbaik hati untuk mendoakan semoga mendapat hasil terbaik. Diam-diam ku amini, namun kiranya, ada doamu yang terselubung untuk aku tercebur di P.ak saja, dan itu yang dikabulkan. Baiklah, not bad, setidaknya aku bisa berkenalan langsung dengan kamu yang super lincah kaya bola pingpong kalau ngobrol di massage fb. 

Akhirnya, sosok unik itu muncul dihadapan, tepatnya di gedung BPU, atmosfir “Garut-isme” yang bernada “hidup garut” mulai muncul ke permukaan, ternyata tidak sendiri, ada sosok lain disana, soulmate yang juga diboyong dari garut, siapakah dia? Tentu saja tak kalah kece dari kamu :p..kesimpulan untuk pertemuan pertama : “kayanya oke nih 2 orang garut ini”.

Kisah 2 orang itu, cukup sampai disana, karena sekarang aku hanya ingin bercerita tentang kamu, :D

Perkuliahan di JAPER, membuat kita lebih solid, solid yang didasari “saling membesarkan hati” karena jurusan lain tak terdampar di tempat menyedihkan itu, terlebih ada kamu, yang punya seribu cara untuk membuat kita tertawa, arti tertawa disini memang absurd, tapi sudahlah, gerakan perut buncitmu selalu mencairkan suasana :p..hhe..

Siapalah aku ini, aku hanya kaum minoritas yang bertugas menunggu kalian di depan pintu kelas untuk memalak, sebagian menghindar, bahkan ada yang menjuluki “tukang rentenir”, tapi kamu telah men-jungkir-kan motion sedih menjadi senyum, karena berbaik hati mau membantu aku menjalani tugas berat itu. Atau ketika panen kakaren tiba setelah lebaran, semua anak dikelas berpesta untuk mencicipi makanan yang dibawa dari sabang sampe merauke, aku salah satu yang tidak menikmati euporia itu karena memilih untuk shaum, tetiba sosokmu datang, memberikan bungkusan oleh-oleh itu untuk ku bawa pulang. Kembali aku tersenyum :)

Tidak hanya itu, seiring  dengan melaju nya waktu, pribadi kita semakin berkembang, aku mendapati bahwa sosokmu memiliki kecerdasan di atas rata-rata, minimal di atas otakku, gengsi juga sebetulnya mengakui ini, tapi biarlah kenyataan pahit itu menyeruak atas dasar lisan yang telah terucap, atas sikap yang telah terlihat, bahwa kamu selalu sabar dalam mengajariku, maka gelar mahal dariku ku tujukan padamu, bahwa kamu adalah “orang terpintar di P.ak” tak apa dunia tak mau mengakuinya, cukup aku saja..

Tapi jangan dikira kita se-akur itu, ada saat dimana kita saling kesal dan membuang muka, tidak sependapat, marah, lalu “pundung”, tapi percayalah esok lusa kembali tertawa bersama.

Ekstrimnya lagi, sempat terlintas kalau kita “berjodoh”, sudah kita bicarakan bukan? Bahkan sempat membuat analisis “SWOT” dan hasilnya sangat mengerikan..”aku mencari nafkah dan kamu menjaga anak di rumah” tidaaakk,,,itu artinya kita telah berkontribusi untuk mempercepat hari kiamat, demi  kemaslahatan umat, maka kita sama-sama sepakat, cukup hanya untuk kebutuhan “acting” saja kita berjodoh, hhe..

Ah Uli, kali ini kusebut namamu, selalu ada tawa menjalani hari bersamamu, bagiku kamu special, karena menjadi satu-satunya sosok laki-laki yang tak malu mengutarakan rasa cinta kepada “Ibu” dihadapan semua orang. Wanita itu begitu istimewa, karena namanya selalu terdengar dalam keseharianmu. Meski tak pernah bertemu, tapi kamu berhasil menjadi jembatan yang menghubungkan aku dan teman-teman pada “Ibu”. Aku telah menjadi saksi atas keajaiban doa ibu yang selalu menyertai dalam langkahmu, ku kira semua kemudahan yang kamu dapatkan bukan hasil dari “keberuntungan” tapi jelas berkat “doa ibu”. Ku yakin kamu sependapat dengan kataku. 

kali ini izinkan aku berbicara pada Ibu, bukan untuk meminta doa restu tapi untuk mengabarkan sesuatu..

Bu, aku membawa kabar gembira untukmu, bahwa anakmu kini telah jauh lebih hebat, meski sering mengirim sms terror untukku, tapi dibalik itu semua, ada jiwa yang semakin lama semakin besar, semakin bijak, dan sudah barang tentu semakin dewasa serta bertanggung jawab. Aku cukup memperhatikan Bu, bahwa ketika bertemu matanya sayu, bukan akibat rasa sedih yang berkepanjangan karena di tinggal ibu, tapi karena begadang setiap waktu untuk menata hidupnya yang ingin memberikan pembuktian diri pada Ibu. Ada tekad luar biasa untuk membanggakan Ibu, percayalah padaku Bu, Ibu jangan khawatir bahwa anakmu tak bersemangat untuk menyelesaikan kuliah, ada alasan lain mengapa Ia sedikit menunda, karena pada saat memakai toga nanti, Ia telah menjadi orang yang siap betul menghadapi dunia. Pencapaian terbaiknya bukan lagi berfoto bersama dengan Ibu saat wisuda, tapi menjadi orang besar, yang memiliki banyak ruang untuk beramal, membuat Ibu bangga, tersenyum, dan bahagia atas doa yang tersemat di setiap saat, aku bangga mempunyai sahabat seperti anakmu, maka Ibu patut jauh lebih berbangga memilikinya, ada doa-doa terbaik darinya untuk Ibu

Terimakasih karena telah mengenalkan aku pada Ibumu Li, masih ada alasan kenapa kamu harus tetap bersemangat untuk pulang ke garut, selain karena masih ada ayah, “ada kenangan bersama ibu” yang harus kamu jaga, itu tidak akan bisa di dapati dimana saja, tapi hanya di rumah itu. Maka bersemangatlah ketika berpulang,,

Sekali lagi, aku berbangga punya sahabat sepertimu, mungkin kedepan kita akan sangat jarang bertemu, tapi percayalah, doaku untukmu..

*Salam senyum semangat dari sosok manis yang terdampar di kaki gunung manglayang..:D

Hutangku lunas, semoga tulisan ini menjawab pertanyaanmu yang merasa “dilupakan”,  itu bukan karena aku melupakan, karena terlebih begitu banyak yang ingin aku ceritakan..

Perihal sms terror, terimakasih sudah mengingatkan, itung-itung menguji kesabaran di bulan ramadhan ini…hehehe…:p..


Semangat Uli…
Ada salam dari Ibu Nurmala dan Teh Hartati..




Komentar

  1. oni emang paling bisa.. uli pasti nangis nih baca ini.. :D
    smoga kabar kalian baik selalu ya! ^^

    BalasHapus
  2. unaaaaa...sumpah lah ini kangen banget2..kamu sehat kan mate? begitu pun kamu ya, semoga Allah selalu menjagamu, setiap langkah, hela nafas, ucapan, tindakan, semua mendapat ridho-Nya..:)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer