Padamu
Padamu yang tengah berdiri gagah
dibalik mimbar…
Aku ingin mengadu,
bunga yang kau tanam kini tengah
layu..
Mata-mata cahaya yang kau harapkan
kini telah sendu..
Bahkan oase yang kau ciptakan
sedang meraung malu..
Padamu, yang tak pernah lelah
kujatuhi rindu..
Kini semuanya telah menjadi semu..
Seperti aurora yang tak jelas kapan
ia akan datang,,
Menunggu pilu, untuk sebuah cerita yang
ramah pedang..
Tuanku, dulu kau bisikan kata
syahdu pada langit biru,
Menghujam tombak damai pada siapa saja yang beradu,
Merenung khusu, untuk sebuah negeri
yang ingin melaju..
Menggandeng seribu kawan untuk
bersatu..
Semua telah menjadi sejarah yang
merebah pada garis basah
Tidak ada maksud merubah pada semua
yang telah terarah
Namun nyatanya, manusia telah terlampau serakah
Bukan mencari berkah, tapi
menciptakan gelisah
Ingin sekali ku katakan menyerah,
tapi semangatmu masih bersisa pada
darah,,
Kini, pada anak cucumu yang
berdarah biru nan berkerah..
Tetaplah bertengger gagah pada
ranting yang bahkan hampir patah..
Karena jika terjatuh, bumi akan
menelanmu dalam payah..

Komentar
Posting Komentar