I'M HABITS


Nama saya habits, dan saya selalu mendampingi anda. Saya adalah pelayan anda yang paling rajin, atau beban anda yang paling berat. Saya akan mendorong anda maju, atau menarik anda jatuh ke dalam jurang kegagalan

Sebuah perkenalan singkat dari sejenis mahluk bernama “HABITS”, sadar atau tidak, sebetulnya habitslah yang menentukan kesuksesan kita, habits baik atau buruk, kembali lagi, life is choice! Terserah kita.

Sering rasanya kita berdecak kagum, ketika seorang pesulap bisa mengeluarkan berbagai mahluk dari sebuah topi, atau pemain bola yang sangat lihai dalam mengucek-ngucek bola, atau juga kagum ketika mendengar seorang ustad yang sangat lancar membacakan sebuah dalil, apa mungkin itu semata karena bakat? Bisa jadi, tapi porsinya paling hanya 1 persen, 99 persen lainnya karena mereka belajar dan berlatih, setelah itu mengulang-ngulang hingga ribuan kali, dan darisanalah muncul sebuah habits.

Layaknya seperti proses kelahiran manusia, habits ini membunyai ibu dan bapak, ibunya bernama Ny.Practice sedangkan Ayahnya bernama Tn.Repetition. maka dari gabungan practice dan repetitionlah akan lahir sebuah bayi mungil bernama “Habits”.  Habits itu sendiri merupakan segala sesuatu yang kita lakukan secara otomatis, bahkan kita melakukannya tanpa berfikir.

Dalam pembentukan habits ini, perlu perjuangan dear, tidak bisa instant atau “ujug-ujug”,
“Easy come, easy go, everything that came with an instant will gone in an instant, there’s no such things as ‘ujug-ujug’”, begitulah kira-kira.

Prosesnya BELAJAR -->  LATIHAN --> PENGULANGAN 

Sama seperti yang pernah saya alami ketika pertama kali naik motor, pertama tama diajarkan teorinya dulu, lalu mencoba sedikit demi sedikit, otak full konsentrasi, tangan dan kaki kayanya kaku banget, semuanya pake tenaga yang ekstra, bahkan seringkali ngalamin jatuh hingga badan lebam. Tapi tidak putus asa, meski harus tertatih-tatih tapi terus dicoba, latihan hampir setiap hari, setiap bangun tidur rasanya badan remuk, tapi itulah perjuangan. Hasilnya? Sekarang kalau naik motor rasanya tanpa berpikir pun jadi, bahkan selama perjalanan saya seringkali memikirkan banyak hal, Hhe *songong, karena proses otomatisasi telah terbentuk, habits kita dalam mengendarai motol telah lahir.

Maka terbayang ketika kita mempunyai habits luar biasa seperti membaca buku, menulis, mengkaji quran dan hadist, qiyamul lail, solat dhuha, infak, hapalan murajaah, meningkatkan kapasitas di bidang passion, dll, dan tentu saja di lakukan setiap hari tanpa kecuali, semua terjadi secara otomatis tanpa harus merasa dipaksa, asik banget kan rasanya. Tapi ya itu tadi, perlu yang namanya perjuangan dalam berlatih dan mengulangnya, kata ustad felix siauw minimal selama satu bulan atau 30 hari, TANPA JEDA.

Jadi, kira-kira habits apa nih yang ingin kita bentuk? Tentulah habits yang baik-baik ya,
Habits jadi orang kaya ala ustad Yusuf Mansur recommended banget nih, caranya solat dhuha minimal 4 rakaat dan infak setiap hari, tentulah tidak ujug2 menjadi orang kaya, tapi setidaknya telah terbentuk habits mental orang kaya.

“Allah menyukai amalan yang sedikit namun KONSISTEN”, dilakukan secara terus menerus,
 selamat membangun habits…
Miliki dulu ibu dan ayahnya ya, yaitu Ny.Practice dan Tn.REPETITION :)

Pesan terakhir dari Habits:
“Perhatikan saya, latih saya, tegaslah terhadap saya, dan saya akan meletakan dunia di bawah kaki anda. Anggap enteng saya dan saya akan menghancurkan anda. Saya sepenuhnya ada dalam kendali anda. Saya mudah diarahkan, anda hanya perlu TEGAS terhadap saya. Tunjukkan bagaimana tepatnya anda ingin sesuatu dikerjakan, dan setelah beberapa pengulangan saya akan melakukannya secara otomatis.”

Selamat berjuang..

*Terinspirasi dari buku “How to master your habbits” ustas Felix Siauw,,

#HappyReading

Komentar

Postingan Populer