Inspirasi TJLS from Tsani Liziah



Mau mengabadikan sebuah karya yang penuh inspirasi dari my lovely sister, semoga makin berkah dan memicu diri untuk terus dan terus melahirkan karya-karya selanjutnya yang dapat menginspirasi banyak orang..

Selamat Membaca :)

Judul Buku         : Tapak Jalan Lentera Surga
Penulis               : Tsani Liziah
Penerbit             : Inspirasi Publishing, Bandung
Tebal  Novel      : 172 Halaman

 



Berjuang bergandengan tangan, meraih erat satu sama lain,
betapa kuat dan betapa eratnya kita saat itu,
mencari satu tujuan, menggapai satu impian,
dari satu titik itulah kita berjanji akan kawal dunia islam,
masih terlintaskah tentang semua itu sahabat?
tempat dimana kita dibesarkan, tempat dimana kita diuji mental, tempat dimana kita belajar, berinovasi, berkarya, bersosialisasi, dan bermimpi tentang esok hari ???”
Robb, sampaikan salam rindu ini kepada sahabat-sahabatku yang masih istiqomah berjuang demi asma-Mu, dan dimanapun mereka berada saat ini, limpahkan taufiq dan hidayah-Mu atas mereka, dan perkenankan kami berjumpa suatu saat nanti dalam gerbang kesuksesan kami masing-masing dan dalam naungan Ridho-Mu..:) batinku berdoa, semoga malaikat turut mengaminkan. amiiinnn

Penggalan puisi diatas merupakan luapan rasa rindu dari Penulis yang selama 7 tahun mengenyam pendidikan di Ponpes Gontor Putri Jawa Timur. Ada banyak pengalaman berharga yang ia dapat disana. Dalam Novelnya ini, Tsani Lizia menekankan pada makna sebuah perjuangan kehidupan yang harus digenggam oleh anak muda, yang muda harus mempunyai peranan, khususnya dalam memperjuangkan islam. 

            LIZIAH LAFEYZHA” atau yang lebih dikenal dengan panggilan Zia adalah sosok yang mewakili pengalaman penulis selama menjadi pejuang Allah untuk menyampaikan kebaikan. Setelah memutuskan untuk merantau ke Kota Bandung dan Kuliah di Salah Satu Perguruan Tinggi Negeri Islam di Bandung, Zia mempunyai keluarga baru, kehidupan baru, amanah baru, dan pengalaman baru. Baru beberapa bulan kuliah, tanpa sengaja Zia melihat sebuah poster Audisi “DAI MUDA PILIHAN ANTV” Allah menuntun Zia untuk mengikuti audisi tersebut. Awalnya ragu namun Jarrib wa laahidz takun ‘aarifan ‘cobalah dan perhatikanlah niscaya engkau akan tahu’, maka azam Zia menjadi lebih kuat. 

            Dari ribuan peserta yang mengikuti audisi tersebut Zia terpilih menjadi 12 besar tingkat Nasional dan mewakili kota Bandung, pengalaman dan ilmu yang di dapatkan dari proses DAI MUDA PILIHAN ANTV tak dapat ditukar dengan uang. Dalam perjalanannya banyak pengalaman yang berharga, termasuk ketika harus berdakwah di tengah – tengah anak Punk Jakarta yang dalam hidupnya hampir tak mengenal siapa itu “Tuhan” , namun disinilah ujiannya, dan ini merupakan salah satu untaian kalimat kekuatan, bahwa dakwah harus disampaikan pada semua orang, termasuk kepada para punkers. 

Seperti pelangi, ia tidak tersusun atas satu warna, namun ada berbagai macam warna disana.
Ia tidak sendiri, namun bersama-sama melengkung dalam garis yang menawan.
Semua berpadu dalam kesatuan warna yang indah dipandang mata.
Dunia ini tersusun atas berbagai lapisan kehidupan, semua harus tersentuh oleh dakwah.
Betapa kebaikan itu harus tersebar merata di seantero jagad raya agar terlihat indah,
sulit memang, namun ini adalah tugas yang harus kita laksanakan.
Seperti yang kulakukan dan teman-teman
pengalaman tersebut dengan gamblang di ceritakan dalam  bab yang berjudul “Muslimah vs Punkers” .

            Sayangnya perjalanan di DAI MUDA PILIHAN harus terhenti di 6 besar, namun semangat Zia tak surut sampai disitu, setelah terjun ke dunia langsung, ada ribuan umat yang menunggu.  

            Tokoh Zia merupakan teladan bagi kaum remaja semuanya, Zia adalah tokoh masih muda, ia tidak pernah putus asa dalam menyampaikan kebaikan, hal ini pun sangat dirasakan oleh seorang laki-laki bernama Indra dalam bab “Laki-Laki Pencari Hidayah”.  sosok unik tersebut mempunyai cerita luar biasa dalam kehidupannya, kehidupan gelap zaman sekarang tengah ia rasakan, sampai ia pernah merasakan mati suri. Inilah yang pada akhirnya membuat Zia bertekad kuat untuk merubahnya menjadi lebih baik.

            Tidak sampai disana, perjuangan sulit bertaruh nyawa pun pernah Zia alami ketika harus berdakwah di salah satu tempat terpencil daerah JAMPANG. Jalan itu hanya setapak, yang jika tersenggol sedikit saja akan terancam masuk jurang. Namun semua itu tak menyurutkan langkah Zia yang ditemani Ibu terkasihnya. Zia dan Ibu bertekad bahwa apa yang dilakukannya menjadi jalan untuk sampai ke Surga-Nya kelak. “Ini semua tidak ada apa-apanya di bandingkan perjuangan Rasulullah, bahkan tidak ada setitikpun dari perjuangan Rasulullah. Perjuanganku hanya menjinakkan hutan belantara yang akan aku lewati, dan saat ini, aku tidak mempunyai alat perang apapun kecuali do’a  dan keyakinan bahwa Allah selalu menolong hamba-Nya dan Allah selalu bersama kita ketika kita selalu berjalan di jalan-Nya.”

            “Tapak Jalan Lentera Surga” adalah sebuah cerita yang sarat dengan pesan-pesan kebaikan. Kisahnya penuh dengan motivasi, agar berkarya tak harus menunggu tua, masa muda, adalah masa emas yang harus dimanfaatkan dengan baik. 

            Buku ini mengajak kita untuk merenungi sudah sejauh mana kita melangkah, bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat untuk banyak orang.
  
           
Novel ini teramat sayang untuk kita lewatkan begitu saja, karena novel ini bisa menambah nilai moral remaja Indonesia. Selamat Membaca Dear..



Resensi ini juga telah di Muat di Majalah Sunny, Yayasan Al-Khoziny Buduran Sidoarjo

Salam Senyum Semangat..
SoniaSsun

Komentar

Postingan Populer