Menghadirkan Surga di Rumah Kita
Judul ini terus terang diambil dari salah satu sub judul
buku Ust. Salim A.Fillah. Kalimatnya begitu memikat, seolah surga telah berada
dalam genggaman kita.
Surga, yang katanya tak tertanggungkan keindahannya, tak
bisa terjangkau oleh pikiran manusia yang senang memikirkan hal-hal terindah
sekali pun, saking indahnya. Namun suasana menikmati surga tentu bisa kita
bayangkan. Bahagia, tenang, indah, damai, nyaman, aman, tentram, dan sederet
kebahagiaan lainnya.
Surga, yang katanya penuh dengan bidadari bermata jeli,
pastilah sangat menyenangkan. Belum selesai kita berdecak kagum melihat seorang
wanita yang cantik berlenggok anggun di dunia, atau melihat pria tampan berwajah
cahaya, maka pastilah tak sanggup membayangkan, seperti apa wajah rupawan yang
dimiliki bidadari-bidadari itu.
Surga adalah keluasan tak terbatas, katanya setiap manusia
beriman dibangunkan rumah diatasnya, yang setiap rumah terdiri dari 40 pintu,
setiap pintu terdiri dari 40 kamar, setiap kamar terdiri dari 40 kasur, setiap
kasur terdiri dari 40 bantal, dan setiap bantal terdiri dari 40 bidadari
jelita. Itu untuk satu orang saja, betapa keluasannya tak bisa kita bayangkan
meski dunia ini pun sangatlah luas.
Begitulah pesona surga yang dijanjikan Allah untuk kita yang
masih punya secuil iman, maka apa kabar dengan surga yang paling tinggi derajatnya,
yaitu surga firdaus? Katanya pula, hanya di surga itulah kita bisa menemui
Allah, dan tidak semua orang yang masuk surga firdaus bisa melihat Allah.
Allahuakbar, semakin jauh saja kepantasan diri ini mendapat
surga Allah.
Namun sedalam apapun sumur dosa kita, tak pantas jika
berputus asa dari rahmat-Nya, maka mari kita bersimulasi dengan surga dunia
yang bisa kita bangun sendiri, di rumah kita, di lingkungan kita, yang pada
intinya ada pada kata cinta yang mawadah, sakinah, dan warrahmah. Tiga kata itu
tak hanya asal terucap kala kita tiba di pelaminan bersama bidadari atau
pangeran dunia. Tapi betul-betul kita hadirkan di rumah kita.
Sakinah bersamamu, adalah rasa yang begitu tenang. Ada tempat
untuk kembali pulang, ada sandaran yang siap setiap saat, ketenangan itu tak
bisa kita dapatkan dengan cara-cara yang haram, maka reguklah ketenangan itu
dengan pernikahan.
Mawadah bersamamu, adalah perasaan berdebar ketika
melihatmu, rasa nikmat untuk menghadirkan cinta yang sangat indah, sebuah cinta
tanpa alasan, karena ia hadir begitu tulus, membuat yang lemah menjadi kuat,
membuat yang asam menjadi manis, membuat jari teriris karena pesona yang tak
pernah habis.
Dan Warrohmah bersamamu, adalah kasih sayang yang tak
bertepi, hadir dalam setiap sisi. Tulus dan ikhlas meski kita sering khilaf.
Inilah rasa surga yang bisa kita ciptakan, tak peduli
sesulit apapun rintangan hidup yang kita jalani. Hati tetaplah tenang, damai,
penuh cinta di sertai rasa sayang yang tak pernah pudar.
Aku ingin mengajakmu untuk tetap menghadirkan surga di rumah
kita, sampai kita betul-betul mereguk surga yang sebenarnya.
Aamiin..
SoniaSsun*
070114


Komentar
Posting Komentar