Sebelum Engkau Berpulang
Aku ingin
bercerita padamu, bahwa malam tak selamanya hening, langit tak selamanya biru,
ataupun air yang tak selamanya menenangkan. Ada saat dimana semuanya berubah, malam
dingin berhias petir, menghentakkan bumi bagai ombak dilautan. Dan itu aku
rasakan, disaat engkau berpulang beberapa waktu lalu bu..
22 tahun sebelum
engkau berpulang, aku merasakan sentuhan pertama dari tanganmu, ada kehangatan
dari belaianmu, dan aku baru tahu, inilah dunia, sebuah dimensi baru yang ntah
harus aku apakan, namun engkau menuntunku, memeluku, dan mengajari aku banyak
hal.
16 tahun sebelum
engkau berpulang, untuk pertama kalinya aku memakai baju merah putih, berdasi
kupu-kupu, menenteng tas baru, dan
engkau mengantarkan aku pergi ke sekolah, menunggu ku berjam-jam, lalu pulang
sambil membeli jajanan.
Waktu terus
berlalu, 10 tahun sebelum engkau berpulang, saat itu engkau marah padaku karna
aku malas solat dan mengaji al-quran, namun sungguh bu, kemarahanmu membuat aku
tahu siapa Tuhan, kau ajari aku sebuah ketaatan.
Dan 4 tahun sebelum engkau berpulang, aku tumbuh
semakin dewasa, melepaskan seragam putih abu, lalu masuk kedalam sebuah
kehidupan baru yaitu menjadi seorang mahasiswa. Aku masih ingat senyuman
kebanggaan yang engkau sembunyikan agar aku tak sombong atas pujian orang.
Engkau ajari aku kearifan, sehingga aku tahu apa arti dari sebuah syukur.
Bu, Allah
mengujimu dengan sakit berkepanjangan saat itu, namun engkau tak pernah
mengeluh ataupun mengutuk keadaan. Dari mu aku belajar sebuah keikhlasan.
Hingga pada suatu saat aku meminta doa kepadaNya, untuk mengalihkan semua
sakitmu padaku, dan bahkan aku ridho jika aku dipanggil nyawa lebih dahulu
darimu.
Namun Bu,,,
Allah memilihku untuk lebih kuat sekarang, satu hari sebelum engkau berpulang,
aku melihatmu cantiiiiik sekali, wajahmu memancarkan sebuah cahaya ketenangan.
Ntah kenapa aku ingin selalu disampingmu, menghabiskan waktu bersamamu, membuat
janji-janji masa depan untukmu, namun tanpa kuduga, itu adalah untuk yang
terakhir kalinya kita jalan bersama,
Beberapa jam
sebelum engkau berpulang, aku merasakan sesuatu yang aneh bu, aku ingin
memelukmu lebih lama, menciumu, dan menatap wajah lembutmu. Saat itu engkau
baik-baik saja. Namun, saat itu juga malaikat telah menjemputmu. Inalillahi,
Allah lebih mencintaimu dari dunia dan seisinya, kini engkau telah benar-benar
berpulang. Aku anakmu yang belum bisa memberikan yang terbaik untukmu, namun
ketahuilah bu, sungguh aku menyayangimu lebih dari apa pun.
Dan sekarang,
Beberapa waktu
setelah engkau berpulang,,
Aku merasakan
sebuah kegalauan,
Kegalauanku padamu
bu, aku takut tak bisa menyelamatkanmu di akhirat nanti,
Aku takut tak
bisa menjadi anak yang berbakti, aku takut tak bisa menjadi cahaya dalam
kuburmu.
Semoga dari
kegalauanku itu, menjadikan aku lebih kuat, lebih dewasa untuk menjalani
kehidupan, dan akan menjadi sebuah motivasi besar, bahwa aku bisa menjadi anak
yang terbaik untukmu. Engkau tak lagi disisiku, namun engkau titipkan Allah
yang selalu bersamaku. Aku mencintaimu bu..
Sebuah tamparan
di hari ini, untuk kita yang masih memiliki ibu, maka jangan sia-siakan
kesempatan ini, jadilah yang terbaik untuknya teman2..
Untuk sahabatku,
Allah selalu bersamamu honey, Allah memilihmu untuk menjadi seseorang yang jauh
lebih tangguh. Terimakasih untuk inspirasi hari ini. Jadilah bintang yang paling bersinar untuk
Allah dan ibumu.. ^_^..
.jpg)
.jpg)

Komentar
Posting Komentar