Habis Gelap Terbitlah Terang "renungan untuk seorang akuntan"


Manusia pada dasarnya cenderung untuk memikirkan kepentingan diri sendiri. Hal ini tidak terlepas dari rasa ingin puas, dalam hal apapun. Dan kepuasan identik dengan kesuksesannya dalam menaklukkan masalah ekonomi. Seperti kompetisi yang pada akhirnya harus ada yang menang dan ada yang kalah, dalam hal ini pun berlaku aturan seperti itu. Manusia yang mempunyai kesempatan dan niat untuk sukses baik dengan cara yang benar atau pun sebaliknya. Tentulah mereka yang akan jadi pemenangnya. Namun masalahnya apakah kemenangan itu diraih  dengan kerja keras yang ‘halal’ atau kerja keras yang dilatarbelakangi oleh ‘nafsu’ untuk memiliki segalanya. Disinilahj etika dan moral para pemegang kekuasaan dipertanyakan.
 Jika kita lihat keadaan masyarakat sekarang terlebih masyarakat yang mempunyai peranan vital  atau penting dalam sebuah perusahaan seperti akuntan dan ekonom, banyak diantara mereka yang beranggapan bahwa ekonomi termasuk akuntansi dipandang sebagai bagian yang terpisah dari hal-hal sosial-budaya, agama, institusional, dan sejarah. 
Pada era 1930 John Maynard Keynes pernah berkata bahwa orang yang tertarik pada bidang keuangan berwatak senang berkuasa. Dan yang lebih parahnya dianggap mengidap kelainan jiwa. Bila tidak dapat menyalurkan energi mereka pada bidang keuangan tersebut mereka dapat saja tergelincir menjadi penjahat. Pandangan yang dilontarkan oleh ekonom terkemuka tersebut memliki kebenaran, karena dalam ekonomi tidak terlepas dari uang maka pengurus  keuangan menjadi pihak yang berkuasa dalam arti memiliki posisi yang mengetahui seluk beluk keadaan perusahaan yang kedepannya menentukan kehidupan perusahaan atau institusi tersebut. Seperti yang dinyatakan seorang filsuf yakni Francis Bacon “ pengetahuan adalah kekuasaan”. 
Hal inilah yang menyebabkan timbulnya pertanyaan yang ada dalam pikiran kita semua mengenai “ apakah mengalirnya tenaga kerja muda dewasa ini ke dalam sektor keuangan dapat dipertanggungjawabkan secara social?” karena dilihat dari sisi kedewasaan, para akuntan muda ini belum siap dengan tantangan yang akan melibatkan moralitas dan etika dirinya dalam dunia kerja yang penuh persaingan untuk mendapatkan kekuasaan dan kepuasan setinggi-tingginya. 
Karena dalam ilmu ekonomi klasik terlihat bahwa moralitas dan etika ternyata memegang peran yang sama besar dengan teori ekonomi sendiri. Memang tidak berkaitan langsung dengan teori ekonomi tapi disini jelas bahwa etika dan moral mempunyai kedudukan yang sederajat dengan ilmu disiplin tersebut yang keduanya harus seimbang. 
Dengan demikian dapat dipertanggungjawabkan kepada publik atau masyarakat luas. Ada yang menarik dari buku yang ditulis oleh Adam Smith “ The Wealth of Nations”, buku yang menjadi dasar ekonomi klasik ini bertujuan mengemukakan pandangan-pandangan moral dan etika. Jadi, bukan hanya merupakan buku ilmu ekonomi,  filsafat moral pun diutamakan dalam buku tersebut. 
Praktek ekonomi tanpa menyentuh aspek-aspek moral, social dan lain sebagainya, adalah salah satu yang menjadi halangan selama ini bagi seorang akuntan untuk memperoleh pandangan baik dari orang lain yang tidak bekerja di sector keuangan. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa seorang akuntan mempunyai kesempatan yang sangat bebas untuk berbuat curang atau yang kita kenal dengan istilah korupsi. Tetapi dengan mengedepankan moralitas dan etika dalam bekerja terutama dalam sector keuangan. 
Kepercayaan masyarakat kepada  para akuntan akan tumbuh selama kejujuran itu dipertahankan. Dengan begitu “habis gelap terbitlah terang” profesi akuntan akan memiliki status yang sesuai dengan fungsinya yang vital dalam siklus kerja dan kinerja perusahaan maupun instansi. Peran akuntan sangat penting dalam penyelesaian kasus-kasus kejahatan ekonomi. 
Di tangan akuntan berada data vital dan fatal bagi penyelewengan dan penipuan berkedok manajemen perusahaan. Itulah salah satu alasan mengapa akuntan bukan saja dituntut untuk menjadi orang yang mempunyai kinerja yang baik, tetapi ia pun harus memegang etika.
#renungan untuk seorang akuntan..

Komentar

Postingan Populer