Yang Tersisa dari Pertemuan Sore Itu..
Mari
kita susun kata-kata yang berserakan, yang jika kita abaikan akan hilang
terseret angin malam. Kata-kata sederhana namun berharga, seperti uang recehan
untuk satu kali telepon di pinggir jalan.
Kawan, Allah maha
KEREN!! ke-KEREN-nannya telah nampak dihadapan kita, Ia tunjukkan jalan yang
indah atas mimpi-mimpi kita. Sebuah
mimpi yang mengakar dari sebuah keinginan besar untuk menebar benih-benih
manfaat di permukaan. Salah satu jalan itu telah kita lewati sore itu, sebuah
sore yang Allah suguhkan untuk membuka pintu-pintu ajaib yang mengalirkan energi positif. Bersinergi dengan irama hujan yang semakin membawa
keberkahan. Finally, setelah melalui proses yang ntahlah bagaimana fifi
melewatinya, kita berhasil bertemu dengan sesosok wanita anggun penuh pesona,
dialah teh Meyda Safira, kepopulerannya selama ini tak lantas membuatnya tinggi
hati, mengajak makan di pinggir jalan, dan menikmati sebuah kebersamaan.
Dengan
semangkuk batagor itu kita cukup tahu bagaimana kepribadiannya, membaca buku
disetiap celah waktu, wawasannya yang luar biasa membuat kita semakin berdecak
kagum. Cantik, solehah, pintar, dan bermanfaat. Sebuah satu kesatuan yang utuh
dari seorang wanita. Alhasil, membuat seorang Yasho sedikit gugup dalam berkata
(mungkin) *nebak..hhe..namun, lagi-lagi Allah maha kereeenn, presentasi itu meluncur
dahsyat mengalir deras, yang pada akhirnya membawa kita pada sebuah kesepakatan
kerjasama atas dasar manfaat. Bukankah, sebaik-baik manusia adalah yang paling
bermanfaat untuk orang lain? Ini dasar kita kawan, ingat ini dimana pun dan
kapan pun kita berada!!
Ada
beberapa kunci untuk membuka pintu kesuksesan, salah tiga diantaranya adalah
kedekatan kita dengan orang tua, ini sudah dibuktikan oleh Teh Meyda. Konsep sayap
utuh, ridho orang tua dan pasangan hidup. Jika belum punya pasangan, maka
satu-satunya cara adalah dengan menguatkan hubungan kita dengan orang tua. So,
selalu hadirkan mereka dalam keseharian kita. Selain itu, yang tak kalah penting adalah aksi hebat, kalau kang rendi bilang ini berada pada modus
setelah kita menemukan sebuah berlian dalam diri kita. Apakah gerangan yang menjadi
berlian kita? Temukan dan setelah itu ber-aksi-lah dengan berlian-nya
masing-masing. ^_^
Saya
Terngiang-ngiang dengan pernyataan Yasho disore itu, “ Orang Indonesia itu
takut bermimpi” sebuah kalimat sederhana, namun menohok. Hal itu berhasil
membuatku tersinggung sebagai orang Indonesia, mungkin juga hal yang sama
dirasakan oleh Fifi, Husna, Teh Meyda, Yusuf, dan Yasho sendiri. Dengan
ketersinggungan itu, maka kita semakin yakin untuk tidak takut bermimpi. Ada
rasa ingin melakukan sebuah pembuktian bahwa kita sebagai orang Indonesia asli
tulen bisa sukses dunia akhirat. Sampaikanlah kalimat sederhana ini ke seluruh pelosok Indonesia, agar semakin
banyak orang Indonesia yang merasa tersinggung, dengan demikian tak ada lagi
istilah “ Orang Indonesia itu takut bermimpi”. Terimakasih atas kalimat
sederhana itu Yasho. ^_^
Berbicara
mengenai mimpi. Seorang teh Meyda saja, yang katakanlah sudah mencapai suatu
puncak keberhasilan, ternyata masih banyak mimpi-mimpi mulia lainnya. Ia ingin
kehidupannya penuh dengan manfaat, oleh karenanya ia menyambut hangat kerjasama
kita, mengabadikan sebuah perjalanan yang bisa memotivasi banyak orang, selain
itu ia ingin menjadi mentri lingkungan hidup, betapa Indonesia sudah carut
marut karena ketidakpedulian rakyat dalam menjaga lingkungan, itulah mimpi
mulia. Meskipun ia mengaku ilmu agamanya masih terbatas, namun dalam aksi
hebatnya ia berusaha untuk membumikan cita-citanya yang melangit, yaitu dengan
cara menjaga kedekatannya dengan sang Pemilik jagat raya. Menjaga solat malam,
solat dhuha, dan sedekah sama hal nya dengan membangun tangga demi tangga untuk
sampai pada langit itu.
Itulah
yang tersisa dari pertemuan sore yang basah itu, dari nya kita belajar sebuah
kesederhanaan. Menjadi muslimah penuh pesona tak usah muluk-muluk, cukup dengan
menjaga kehormatan dalam semua aspek kehidupan, maka pesona itu akan terpancar
dengan sendirinya. Be a great muslimah my sist..
Sebuah Sore yang Basah
Sonia S Sun ..
.jpg)


Komentar
Posting Komentar