Zakatnya saja 100 miliar, berapa zakatmu?


Akhirnya selesai juga. Sebuah perjuangan dalam membaca kisah hidup seorang manusia yang menginspirasi banyak orang. Mencoba untuk meresapi setiap kata, mendalami setiap makna, dan menyelam lebih jauh dalam sebuah perjalanan panjang yang menjadikan seseorang bertabur kebaikan. Kejarlah tujuan akhirat, maka dengan sendirinya dunia akan mengejarmu. Sebuah pesan untuk kita yang berlelah-lelah dalam mengejar dunia tapi tidak mendapatkan apa-apa. Konsep hidup muda mulia dengan solih, berlimpah, dan penuh manfaat ada pada dirinya. Sebuah contoh nyata yang bisa kita jadikan pelajaran dan motivasi untuk menjadi prajurit tangguh kesayangan Allah SWT.
            Setiap manusia ada kekurangan dan kelebihannya, ada kebaikan dan ada keburukan, maka kita ambil kelebihan dan kebaikan itu. Saya ingin berbagi dari apa yang saya baca beberapa waktu ini, agar ilmunya bermanfaat. Menebar kebaikan, sekecil apapun itu.  Cerita hikmah dari sebuah buku yang sudah lama tersimpan rapi diatas meja, dan kini telah selesai, membaca sebuah kesuksesan yang begitu luar biasa menakjubkan. Ia seorang anak yang berasal dari keluarga sederhana, dengan tekad ingin berdiri di kaki sendiri maka ia pun melakukan sebuah kerja keras untuk memuliakan hidupnya dengan melakukan banyak hal, kuliah sambil berorganisasi, berbisnis, dan melakukan aktivitas sosial membuat hari-harinya penuh dengan kegiatan-kegiatan yang positif. Pernah suatu hari ia berkata pada temannya,
“ Molen, saya sangat benci kemiskinan. Tolong tanamkan itu di kepala dan batin kamu juga. Suatu waktu saya bercita-cita ingin memiliki mal, bank, Koran, dan televisi” dan kini semua itu terwujud!  Ya , kalian pasti tahu, dialah Chairul Tanjung. Terlepas dari berbagai isu dalam dunia politik, kita ambil hal-hal positifnya. CT yang berkuliah di FKG UI ini mengawali karirnya dengan berbisnis fotocopy dibawah tangga fakultas, lalu berkembang dan berkembang lagi, hingga pada akhirnya ia memiliki karyawan sebanyak 75.000 orang. Dan jika dihitung-hitung zakatnya saja mencapai 100 miliar, bahkan lebih. Bisa terbayang, berapa banyak omzetnya sekarang. Lalu bagaimana dengan kita? Rasanya, menghidupi diri sendiri saja masih tidak sanggup. Tapi optimislah, kita bisa belajar dari kisah ini. Ada beberapa hal yang saya garis bawahi dari buku ini. Salah satunya adalah sebuah kejujuran,
“Bilakah kejujuran sudah tertanam pada diri seseorang, dengan sendirinya semua akan berjalan tanpa perintah bahkan tidak perlu ada pengawasan yang berlebih. Begitulah kerasnya sebuah proses menjaga kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab serta ketangguhan dalam perjuangan. Ini cambuk untuk saya agar tidak pernah menyerah”, selama 30 tahun dirinya berjuang, terbiasa pulang malam, berusaha untuk tidak mengenal lelah demi sebuah kebermanfaatan. Dalam bukunya ia mengatakan, “ saya bisa seperti ini, karena yakin ini kehendak Tuhan, hasil yang sudah saya capai sekarang merupakan bantuan tangan Tuhan. Tidak mungkinlah perusahaan yang saya kelola tidak tumbuh cepat kalau bukan karena kehendak Tuhan. Karena ini amanah dari-Nya, saya harus pertanggungjawabkan. Caranya ya harus bersyukur. Bagaimana caranya bersyukur? Ya saya harus bekerja keras. Saya besarkan perusahaan. Tuhan menghendaki agar saya mengembangkan perusahaan lebih besar agar bisa menampung tenaga kerja lebih banyak dan memberikan kemaslahatan kepada orang banyak.”
Ada kata2 kemasalahan orang banyak, itulah bedanya harta yang berkah dan tidak. Dalam bab “saya sekarang adalah akumulasi masa lalu” terdapat sebuah kata motivasi ,
“ tidak ada kesuksesan yang bisa dicapai seperti membalikan telapak tangan, tidak ada keberhasilan tanpa kerja keras, keuletan, kegigihan, dan kedisiplinan. Hal itu juga harus dibarengi dengan sikap pantang menyerah dan tidak cepat putus asa. Semua cita-cita dan ambisi hanya bisa direngkuh apabila kita ma uterus belajar berbagai hal, dimana pun dan kepada siapa pun”
“ hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari sekarang”
Sebuah semangat anak muda dalam mengejar impian, banyak mendapat inspirasi dari buku ini,,
Dialah, Chairul Tanjung Si Anak Singkong, semoga bermanfaat!

Komentar

Postingan Populer