NHW#4 My milestone
📚NICE HOME WORK #4
🍀MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FIITRAH 🍀
Minggu ini, kami berdiskusi banyak tentang mendidik anak dengan kekuatan fitrah agar anak dapat menemukan misi spesifiknya, namun tentu saja, sebelum menerapkannya pada anak, kita sendiri sebagai orang tua harus sudah betul-betul menyadari misi spesifik apa yang telah Allah embankan pada pundak kita, dalam menjalani serangkaian prosesnya, saya yang terlambat membaca tanda-tanda yang diberikan Allah ini merasa sangat jungkir balik (halah), tapi alhamdulillah, selama jungkir balik tersebut terasa indah kalau betul betul diresapi dan dinikmati.
Ketika merenungi kembali pengerjaan nice home work 1, disana kita sudah menentukan satu jurusan ilmu yang akan kita fokuskan, saat itu saya menulis tentang ilmu parenting dan kerumahtanggaan, karena memang merasa belum sangat mumpuni di bidang tersebut, namun ketika direnungi lagi, hal lain yang membuat mata saya berbinar-binar adalah ketika menjalani proses bisnis yang sedang saya lakukan juga saat ini. Belakangan terjadi banyak kesalahan yang menyebabkan kerugian, apakah saya merasa kecil hati dan ingin menyerah? Ajaibnya tidak, saya malah semakin bersemangat untuk memperbaikinya, berarti ini pun, menjadi satu jurusan ilmu yang harus saya fokuskan pula disamping ilmu pendidikan anak-anak dan seputar rumah tangga.
Mata ini semakin terbuka ketika tiba di pengerjaan nhw 3, tentang menelaah sebuah kekuatan baru yang terbentuk setelah keberadaan suami dan anak-anak. Salah satu misi yang kami rumuskan adalah berbagi atau menjadi wasilah untuk kebaikan banyak orang, untuk sementara ini kami memang tidak berkomunitas, tapi insyaallah sudah kami mulai sesuai dengan kemampuan, ini pun menjadi penguat mengapa saya harus mendalami bidang bisnis, agar misi "berbagi" itu semakin mudah untuk dilaksanakan.
Karena yang terasa adalah, ketika tubuh ini sudah mulai roboh alias lelah, saya langsung teringat mata-mata buah chery dari anak-anak di sekitar rumah, atau teringat orangtua yang rasanya ingin sesegera mungkin mengajak mereka untuk umrah bersama.
Langkah misi diatas sudah saya rumuskan di nhw 2, namun dalam pelaksanaannya tidak serta merta bisa dijalani secara berbarengan, setelah mengukur diri sendiri, rupanya saya hanya bisa menjalani dua atau tiga aktifitas secara konsisten, yang lainnya insyaallah menyusul secara bertahap.
Dengan berpasrah sepenuhnya pada Allah dibarengi dengan ikhtiar yang sedang dan akan saya lakukan, semoga misi kekuarga kecil kami bisa tercapai dengan skenario indah dariNya.
Rumus sederhananya seperti ini:
Misi Hidup : menjadi seorang ibu yang profesional dalam mendidik anak-anak dan keluarga yang juga bisa menghasilkan agar mudah berbagi tanpa meninggalkan anak-anak.
Bidang : seputar dunia parenting dan bisnis women
Peran : profesional mother dan mompreneur.
Terinspirasi dari bunda septi, ilmu-ilmu inilah yang akan saya pelajari :
1. Bunda Sayang : Ilmu-ilmu seputar pengasuhan anak
2. Bunda Cekatan : Ilmu-ilmu seputar manajemen pengelolaan diri dan rumah tangga
3. Bunda Produktif : Ilmu-ilmu seputar minat dan bakat, kemandirian finansial dll.
4. Bunda Shaleha : Ilmu tentang berbagi manfaat kepada banyak orang
Untuk memudahkan pencapaian, kita coba rumuskan milestonenya.
Usia saya saat ini per 2016 adalah 26 tahun (duh, udh tua ternyata) hiks. Jika kita alokasikan 4 jam perhari, maka untuk mencapai 10.000 jam terbang dibutuhkan waktu kurang lebih 8 tahun untuk cukup berhasil di bidang tersebut. Huhuhu, lumayan juga yaa, mudah-mudahan diusia 35 tahun bener-bener udah bisa terbangun kekuatan keluarga dan jaringan bisnisnya sehingga bisa fokus untuk sebanyak-banyaknya memberi manfaat untuk orang banyak. Aamiin.
Penentuan milestonenya mungkin seperti ini jadinya:
KM 0 – KM 1 ( tahun 1 ) : Mempelajari dan mempraktekan ilmu bunda sayang serta start up bisnis.
KM 1 – KM 2 (tahun 2 ) : Mempelajari ilmu home schooling dan mempelajari dunia bisnis online.
KM 2 – KM 3 (tahun 3 ) : Merancang kurikulum untuk anak dan belajar menjadi bunda cekatan serta mempunyai 1-3 pegawai tetap.
KM 3 – KM 4 ( tahun 4) : mulai tahap home schooling untuk anak pertama dan lebih menguasai bunda sayang dengan kehadiran anak kedua ( insyaallah), bisnis sudah mulai didelegasikan sama orang lain.
KM 4 - KM 5 (tahun 5) : mulai tour d talent anak dan memperluas jaringan bisnis dengan buka toko offline.
KM 5 - KM 6 (tahun 6) : aktif berkomunitas dan membuka program beasiswa untuk memfasilatasi anak2 yang semangat belajar namun terkendalan dana.
KM 6 - KM 7 (tahun 7) : mulai fokus ke bunda shalihah dan jaringan bisnis sudah cukup kuat.
KM 7 - KM 8 ( Tahun 8): menyiapkan anak-anak mencapai misi spesifiknya, terbentuk komunitas produktif sebagai wadah dari misi "berbagi" dan kembali memulai perjalanan menelusuri berbagai belahan dunia dengan suami.
Aamiin.
Sesungguhnya khayalan banget program diatas, dari khayalan lah mimpi itu berasal, dan dari mimpi lah semua cita2 tersebut akan tercapai.
Bismillah ya Allah, semoga saya istiqomah dan senantiasa semangat dalam mejalani serangkaian prosesnya. Aamin.
Ingatlah bahwa:
Perjalanan ribuan mil selalu dimulai oleh langkah pertama.
Bandung, 11 november 2016
Soniassun
Salam Ibu Profesional,
🍀MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FIITRAH 🍀
Minggu ini, kami berdiskusi banyak tentang mendidik anak dengan kekuatan fitrah agar anak dapat menemukan misi spesifiknya, namun tentu saja, sebelum menerapkannya pada anak, kita sendiri sebagai orang tua harus sudah betul-betul menyadari misi spesifik apa yang telah Allah embankan pada pundak kita, dalam menjalani serangkaian prosesnya, saya yang terlambat membaca tanda-tanda yang diberikan Allah ini merasa sangat jungkir balik (halah), tapi alhamdulillah, selama jungkir balik tersebut terasa indah kalau betul betul diresapi dan dinikmati.
Ketika merenungi kembali pengerjaan nice home work 1, disana kita sudah menentukan satu jurusan ilmu yang akan kita fokuskan, saat itu saya menulis tentang ilmu parenting dan kerumahtanggaan, karena memang merasa belum sangat mumpuni di bidang tersebut, namun ketika direnungi lagi, hal lain yang membuat mata saya berbinar-binar adalah ketika menjalani proses bisnis yang sedang saya lakukan juga saat ini. Belakangan terjadi banyak kesalahan yang menyebabkan kerugian, apakah saya merasa kecil hati dan ingin menyerah? Ajaibnya tidak, saya malah semakin bersemangat untuk memperbaikinya, berarti ini pun, menjadi satu jurusan ilmu yang harus saya fokuskan pula disamping ilmu pendidikan anak-anak dan seputar rumah tangga.
Mata ini semakin terbuka ketika tiba di pengerjaan nhw 3, tentang menelaah sebuah kekuatan baru yang terbentuk setelah keberadaan suami dan anak-anak. Salah satu misi yang kami rumuskan adalah berbagi atau menjadi wasilah untuk kebaikan banyak orang, untuk sementara ini kami memang tidak berkomunitas, tapi insyaallah sudah kami mulai sesuai dengan kemampuan, ini pun menjadi penguat mengapa saya harus mendalami bidang bisnis, agar misi "berbagi" itu semakin mudah untuk dilaksanakan.
Karena yang terasa adalah, ketika tubuh ini sudah mulai roboh alias lelah, saya langsung teringat mata-mata buah chery dari anak-anak di sekitar rumah, atau teringat orangtua yang rasanya ingin sesegera mungkin mengajak mereka untuk umrah bersama.
Langkah misi diatas sudah saya rumuskan di nhw 2, namun dalam pelaksanaannya tidak serta merta bisa dijalani secara berbarengan, setelah mengukur diri sendiri, rupanya saya hanya bisa menjalani dua atau tiga aktifitas secara konsisten, yang lainnya insyaallah menyusul secara bertahap.
Dengan berpasrah sepenuhnya pada Allah dibarengi dengan ikhtiar yang sedang dan akan saya lakukan, semoga misi kekuarga kecil kami bisa tercapai dengan skenario indah dariNya.
Rumus sederhananya seperti ini:
Misi Hidup : menjadi seorang ibu yang profesional dalam mendidik anak-anak dan keluarga yang juga bisa menghasilkan agar mudah berbagi tanpa meninggalkan anak-anak.
Bidang : seputar dunia parenting dan bisnis women
Peran : profesional mother dan mompreneur.
Terinspirasi dari bunda septi, ilmu-ilmu inilah yang akan saya pelajari :
1. Bunda Sayang : Ilmu-ilmu seputar pengasuhan anak
2. Bunda Cekatan : Ilmu-ilmu seputar manajemen pengelolaan diri dan rumah tangga
3. Bunda Produktif : Ilmu-ilmu seputar minat dan bakat, kemandirian finansial dll.
4. Bunda Shaleha : Ilmu tentang berbagi manfaat kepada banyak orang
Untuk memudahkan pencapaian, kita coba rumuskan milestonenya.
Usia saya saat ini per 2016 adalah 26 tahun (duh, udh tua ternyata) hiks. Jika kita alokasikan 4 jam perhari, maka untuk mencapai 10.000 jam terbang dibutuhkan waktu kurang lebih 8 tahun untuk cukup berhasil di bidang tersebut. Huhuhu, lumayan juga yaa, mudah-mudahan diusia 35 tahun bener-bener udah bisa terbangun kekuatan keluarga dan jaringan bisnisnya sehingga bisa fokus untuk sebanyak-banyaknya memberi manfaat untuk orang banyak. Aamiin.
Penentuan milestonenya mungkin seperti ini jadinya:
KM 0 – KM 1 ( tahun 1 ) : Mempelajari dan mempraktekan ilmu bunda sayang serta start up bisnis.
KM 1 – KM 2 (tahun 2 ) : Mempelajari ilmu home schooling dan mempelajari dunia bisnis online.
KM 2 – KM 3 (tahun 3 ) : Merancang kurikulum untuk anak dan belajar menjadi bunda cekatan serta mempunyai 1-3 pegawai tetap.
KM 3 – KM 4 ( tahun 4) : mulai tahap home schooling untuk anak pertama dan lebih menguasai bunda sayang dengan kehadiran anak kedua ( insyaallah), bisnis sudah mulai didelegasikan sama orang lain.
KM 4 - KM 5 (tahun 5) : mulai tour d talent anak dan memperluas jaringan bisnis dengan buka toko offline.
KM 5 - KM 6 (tahun 6) : aktif berkomunitas dan membuka program beasiswa untuk memfasilatasi anak2 yang semangat belajar namun terkendalan dana.
KM 6 - KM 7 (tahun 7) : mulai fokus ke bunda shalihah dan jaringan bisnis sudah cukup kuat.
KM 7 - KM 8 ( Tahun 8): menyiapkan anak-anak mencapai misi spesifiknya, terbentuk komunitas produktif sebagai wadah dari misi "berbagi" dan kembali memulai perjalanan menelusuri berbagai belahan dunia dengan suami.
Aamiin.
Sesungguhnya khayalan banget program diatas, dari khayalan lah mimpi itu berasal, dan dari mimpi lah semua cita2 tersebut akan tercapai.
Bismillah ya Allah, semoga saya istiqomah dan senantiasa semangat dalam mejalani serangkaian prosesnya. Aamin.
Ingatlah bahwa:
Perjalanan ribuan mil selalu dimulai oleh langkah pertama.
Bandung, 11 november 2016
Soniassun
Salam Ibu Profesional,

Komentar
Posting Komentar