NHW#5 Learning How to Learn
📝 *BELAJAR BAGAIMANA CARANYA BELAJAR*📝 (Learning How to Learn)
Materi minggu ini tentang belajar bagaimana caranya belajar. Ini NHW yang paling lama untuk saya mulai mengerjakannya, soalnya bingung mau nulis apa dan bagaimana. Clue nya adalah membuat design pembelajaran ala kita, jadi teringat waktu jaman PPL dulu di sekolah, dulu membuat design pembelajaran akuntansi sekarang harus buat design pembelajaran untuk anak sendiri.
Sejujurnya mengerjakan nhw ini cukup ngos-ngosan, waktu seminggu berasa masih kurang, semakin sini semakin naik levelnya, semakin tinggi anak tangga yang harus dilewati, semoga saya dan kawan-kawan semua mampu untuk sampai di puncak tertingginya.
Bismillah..
Berbicara mengenai proses belajar, saya ingin mengurai kembali proses belajar yang sudah saya tempuh semenjak SD hingga ke perguruan tinggi, di mana dalam prosesnya metode "outside in" lah yang paling mendominasi. Waktu itu saya merasa "cukup" dengan ilmu yang disampaikan oleh guru dengan dibantu oleh buku penunjang atau LKS, tidak ada rasa penasaran yang menimbulkan ingin mencari lebih dalam lagi. Berbeda sekali dengan konsep "inside out" dimana guru hanya fasilitator saja dan anaklah yang aktif mencari informasi sebanyak-banyaknya sehingga muncul ketertarikan tersendiri yang akhirnya menjadi suka dan cinta akan sebuah ilmu.
Dari sinilah saya mulai menyadari, bahwa selama ini ada proses yang salah yang membuat diri ini menjadi manusia standar yang dijejali banyak pengetahuan tapi tak ada yang expert. Dulu selalu masuk rangking 3 besar, tapi ko merasa nothing spesial, istilahnya segala bisa tapi biasa.
Alhamdulillah belakangan mempelajari proses pendidikan berdasarkan fitrah, dimana setiap manusia sudah dibekali fitrah-fitrah untuk mengarungi kehidupannya, sekarang lebih paham bahwa :
Setiap anak yang lahir tidak seperti kertas kosong, melainkan ia telah secara utuh membawa misi spesifiknya, maka tak perlu dijejali banyak hal, tapi yang harus dilakukan adalah menggali agar apa yang ada dalam dirinya bisa optimal keluar dengan sendirinya.
Secara perlahan saya terapkan dalam proses belajar zaga, usianya baru menginjak 2 tahun, hal sederhana yang sudah dilakukan adalah dengan banyak memberinya pertanyaan, salah satunya tentang apa saja aktivitas main yang membuatnya bahagia dan suka.
Semisal, ketika ia menyenangi kuda, dengan sengaja saya sering mengajaknya pergi ke alun-alun hanya untuk melihat kuda meski dari kejauhan karna belum berani dekat-dekat, atau melihat video dari youtube tentang kuda, dan membuat mozaik kuda dari manik-manik, kegiatan tersebut membuat zaga senang, walaupun dalam beberapa waktu kemudian merasa bosan dan beralih ke objek yang lain.
Metode seperti ini cukup efektif untuk mewadahi keingintahuannya yang besar, karena kita sedang berusaha untuk meninggikan gunung, bukan meratakan lembah.
Untuk kemampuan motorik halus dan kasarnya saya hanya sesekali membuat mainan, selebihnya ia lebih enjoy main sendiri dengan eksplor apa saja yang ia ingini, termasuk mengumpulkan batu-batu kecil di oinggir jalan dan menjadikannya sebagai bahan masak-masakan.
Proses alamiah ini begitu saya nikmati, tak ada beban, karena hati telah menyakini bahwa suatu saat ia akan menjadi dirinya sendiri yang luar biasa.
Bandung, 18 november 2016
SoniaSsun

Komentar
Posting Komentar