Day#2 Kemandirian Anak
Bismillah.
Sedikit cerita tentang pengalaman Zaga kemarin ketika mengikuti lomba atletik balita di Sport Jabar, karena kegiatan ini pun sebagai latihan untuk menumbuhkan kemandirian Zaga.
Pada awalnya Zaga antusias ketika akan mengikuti perlombaan tersebut, karena beberapa hari kebelakang selalu kami sounding bahwa nanti zaga akan lomba olahraga sambil main bareng teman-teman, kami support bahwa Zaga bisa, hebat, dan pasti menang, ia terbiasa dengan kata lomba, karena kami suka main lomba-lombaan dirumah, hal ini bukan bermaksud untuk menanamkan jiwa ambisius tapi untuk menanamkan rasa daya juang.
Ia semangat ketika mendengar kata lomba, "yeyes mas mau lomba lari" ucapnya.
Ketika hari H itu datang, semua perlengkapan sudah kami persiapkan, rasa antusias zaga masih tinggi, semangat masih menggelora, sepanjang perjalanan ber-yel-yel "ayo semangat", nah, tibalah kami di lokasi acara...jeng..jeng..raut mukanya mulai berubah ketika panitia memberikan nomor peserta untuk ditempel di dadanya, Zaga nampak tiba-tiba jadi tidak siap ketika melihat keramaian orang, saat itu sayang jongkok dan memegang pundaknya.
"Mas kenapa, ayo semangat shalih" ia diam dan tak mau bergerak untuk melangkah, rupanya ia urung untuk ikut lomba, kami tak memaksa, saat itu saya beri ia ruang untuk merasakan perasaan yang berkecamuk dalam dirinya, hhe.
"Ga mauuu.." hwaa..padahal dari rumah udah semangat, saya pun mengajaknya untuk melihat teman-temannya yang sedang mengikuti permainan di atletik balita tersebut, lama-lama ia berdiri dan mau mengikuti permainan, meski tidak semuanya ia ikuti, tapi saya apresiasi soal bagaimana ia menaklukan rasa takut, dan berani mencobanya, meski tidak sempurna.
#hari2
#tantangangkemandiriananak
#bunsayiipbandung
Sedikit cerita tentang pengalaman Zaga kemarin ketika mengikuti lomba atletik balita di Sport Jabar, karena kegiatan ini pun sebagai latihan untuk menumbuhkan kemandirian Zaga.
Pada awalnya Zaga antusias ketika akan mengikuti perlombaan tersebut, karena beberapa hari kebelakang selalu kami sounding bahwa nanti zaga akan lomba olahraga sambil main bareng teman-teman, kami support bahwa Zaga bisa, hebat, dan pasti menang, ia terbiasa dengan kata lomba, karena kami suka main lomba-lombaan dirumah, hal ini bukan bermaksud untuk menanamkan jiwa ambisius tapi untuk menanamkan rasa daya juang.
Ia semangat ketika mendengar kata lomba, "yeyes mas mau lomba lari" ucapnya.
Ketika hari H itu datang, semua perlengkapan sudah kami persiapkan, rasa antusias zaga masih tinggi, semangat masih menggelora, sepanjang perjalanan ber-yel-yel "ayo semangat", nah, tibalah kami di lokasi acara...jeng..jeng..raut mukanya mulai berubah ketika panitia memberikan nomor peserta untuk ditempel di dadanya, Zaga nampak tiba-tiba jadi tidak siap ketika melihat keramaian orang, saat itu sayang jongkok dan memegang pundaknya.
"Mas kenapa, ayo semangat shalih" ia diam dan tak mau bergerak untuk melangkah, rupanya ia urung untuk ikut lomba, kami tak memaksa, saat itu saya beri ia ruang untuk merasakan perasaan yang berkecamuk dalam dirinya, hhe.
"Ga mauuu.." hwaa..padahal dari rumah udah semangat, saya pun mengajaknya untuk melihat teman-temannya yang sedang mengikuti permainan di atletik balita tersebut, lama-lama ia berdiri dan mau mengikuti permainan, meski tidak semuanya ia ikuti, tapi saya apresiasi soal bagaimana ia menaklukan rasa takut, dan berani mencobanya, meski tidak sempurna.
#hari2
#tantangangkemandiriananak
#bunsayiipbandung

Komentar
Posting Komentar