salam, syukur, terimakasih, dan maaf
Bismillah.
Belajar mengucap salam, syukur, terimakasih dan maaf
Sejak zaga kecil, ketika ia sudah mulai terbata-bata untuk bicara, saya sudah biasakam ia untuk selalu mengucap salam ketika bertemu dengan orang atau ketika mendatangi rumah orang lain pun saat mau meninggalkan rumah tersebut.
Selain itu, saya pun membiasakan ia untuk mengucap hamdalah ketika selesai makan atau ketika ia mendapatkan sebuah kebahagiaan.
Setelahnya zaga pun terbiasa dengan mengucapkan terimakasih ketika mendapatkan sesuatu dari orang lain.
Daan, ia juga mulai mengenal minta maaf ketika ia telah melakukan sebuah kesalahan.
Proses meminta maaf ini yang paling mengharukan, pada awalnya ia mudah untuk mengucapkan maaf, ketika misal ia dengan tiba-tiba menggigit saya atau orang lain, tapi lama-lama setelah itu ko jadi sulit sekali untuk meminta maaf, sekali dua kali saya terbawa emosi, tapi saya menyadari bahwa se usia zaga belum mengerti sepenuhnya esensi dari sebuah kesalahan dan kata maaf.
Akhirnya saya punya kebiasaan baru, yaitu saya meminta maaf sama zaga setiap malam ketika menjelang tidur, betul-betul meminta maaf, karena tidak optimalnya saya sebagai orang tua, kerasanya tuh selalu adaaa aja salah sama zaga, sambil minta maaf sambil meluk, baru terasa lega.
Suatu malam, tepatnya malam kemarin, tanpa ada kejadian apa-apa, saat saya mendapinginya ketika akan tidur, tiba-tiba Zaga bilang dengan jelasnya.
"Nda Maapin.."
Ya Allah, meluluh, saya langsung peluk dan sayapun meminta maaf padanya. So sweet, entah kenapa rasanya lega sekali ketika kita sudah saling meminta maaf dan memaafkan.
#day8
#tantangan10hari
#bundasayangiip
#komprod
Belajar mengucap salam, syukur, terimakasih dan maaf
Sejak zaga kecil, ketika ia sudah mulai terbata-bata untuk bicara, saya sudah biasakam ia untuk selalu mengucap salam ketika bertemu dengan orang atau ketika mendatangi rumah orang lain pun saat mau meninggalkan rumah tersebut.
Selain itu, saya pun membiasakan ia untuk mengucap hamdalah ketika selesai makan atau ketika ia mendapatkan sebuah kebahagiaan.
Setelahnya zaga pun terbiasa dengan mengucapkan terimakasih ketika mendapatkan sesuatu dari orang lain.
Daan, ia juga mulai mengenal minta maaf ketika ia telah melakukan sebuah kesalahan.
Proses meminta maaf ini yang paling mengharukan, pada awalnya ia mudah untuk mengucapkan maaf, ketika misal ia dengan tiba-tiba menggigit saya atau orang lain, tapi lama-lama setelah itu ko jadi sulit sekali untuk meminta maaf, sekali dua kali saya terbawa emosi, tapi saya menyadari bahwa se usia zaga belum mengerti sepenuhnya esensi dari sebuah kesalahan dan kata maaf.
Akhirnya saya punya kebiasaan baru, yaitu saya meminta maaf sama zaga setiap malam ketika menjelang tidur, betul-betul meminta maaf, karena tidak optimalnya saya sebagai orang tua, kerasanya tuh selalu adaaa aja salah sama zaga, sambil minta maaf sambil meluk, baru terasa lega.
Suatu malam, tepatnya malam kemarin, tanpa ada kejadian apa-apa, saat saya mendapinginya ketika akan tidur, tiba-tiba Zaga bilang dengan jelasnya.
"Nda Maapin.."
Ya Allah, meluluh, saya langsung peluk dan sayapun meminta maaf padanya. So sweet, entah kenapa rasanya lega sekali ketika kita sudah saling meminta maaf dan memaafkan.
#day8
#tantangan10hari
#bundasayangiip
#komprod

Komentar
Posting Komentar