Memberinya Pilihan

Bismillah.

Kebiasaan zaga belakangan adalah ketika di warung, ingin beli makanan tapi bingung mungkin yaa, jadi akhirnya diem lamaaaa banget.

Semua makanan udah saya tunjuk, "mau ini?" Bukaaan
"Mau itu?" Bukaaan
"Ini aja ya shalih.." sambil nyodorin kue kesukaannya.
"Bukaaan, simpen aja" selalu begitu, masyaAllah, kalau udah lewat 10 menit diem di warung, mulai menguji kesabaran, bukan apa-apa, karena ada perasaan ga enak juga sama ibu warungnya yang daritadi nugguin.

Akhirnya saya atur strategi untuk mengendalikan hasratnya beli makanan di warung dengan menyediakan cemilan dirumah, alhamdulillah Zaga jarang minta beli makanan di warung, ia lahap dengan makanan-makanan yang ada meski kadang suka tergoda juga kalau teman-temannya berbondong ria pergi ke warung.

Strategi selanjutnya, yaitu dengan cara komunikasi produktif (versi saya:p) ketika ia sudah mulai minta makanan, dan stok dirumah sudah habis.

"Mas Zaga, mau makanannya beli sendiri atau bareng-bareng sama Nda?"
Ia jawab bareng Nda.

"Kalau mau bareng-bareng sama Nda, nanti mau belinya kue atau sosis?", sengaja saya beri zaga dua pilihan saja.

"Sosis" bilangnya lagi.

"Oke, nanti di warung kita beli sosis aja yaa,,no no beli yang lain, nanti setelah beli sosis kita bikin nasi goreng sosis keju..pasti Mas sukaa"

"Okeey" jawab zaga, Ces!! Cesss..

Sesampainya di warung, ia terbengong-bengong, "wah mulai nih" dalam hati saya, saya alihkan dia untuk beli sosis yang masih mentah fresh from the kulkas, perhatiannya jadi teralihkan, iiih dingiin, sambil senyum-senyum.

"Beli sosisnya udah yaa,,ayok kita pulang, kan mah bikin nasi goreng"

"Asiiikk, ayooo.." sambil teriak kegirangan.

MasyaAllah, sebegitu ngaruhnya gaya kita berkomunikasi, meskipun masih kecil tapi sebetulnya ia mengerti dengan sebuah perjanjian, asal kita komunkasikan dengan baik, tatap mukanya dan berbicaralah dengan penuh kesungguhan. Huhu...alhamdulillah.

Komentar

Postingan Populer