Day#8 Pentingnya Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak
Day#8 Prsentasi kelompok 8
Bismillah, hari ke-8 presentasi tentang membangkitkan fitrah seksualitas anak diisi oleh Mba Hilmiyatil dan Mba Nurva
Pentingkah membangkitkan fitrah seksualitas pada anak?
Pertama-tama saya panjatkan Puji syukur kehadirat Allah yang Maha Kuasa mengumpulkan kita berada dalam lingkaran majelis ilmu untuk mengkaji ilmu-ilmuNya. Shalawat serta salam ditujukan kepada kekasih Allah yang telah membebaskan kita dari jaman jahiliyah.
Para bunda yang dirahmati Allah, ijinkah kami kelompok 8, saya dan mbak Nurva menuliskan nasehat nabi sebagai berikutnya
"Wahai anakku, sesungguhnya aku akan mengajarkan beberapa kata ini sebagai nasehat buatmu. Jagalah hak-hak Allah, niscaya Allah pasti akan menjagamu. Jagalah dirimu dari berbuay dosa terhadap Allah, niscaya Allah akan berada dihadapanmu. Apabila mengaku menginginkan sesuatu, mintalah kepada Allah. Dan apabila mengaku menginginkan per tolong an, mintalah pertolongan pada Allah. Ketahuilah bahwa apabila seluruh umat manusia bergumul untuk memberi manfaat padamu, mereka tidak akan mampu melakukan nya kecuali apa yang telah dituliskan oleh Allah didalam takdirmu itu. Juga sebaliknya, apabila mereka berkumpul untuk mencelakai dirimu, niscaya mereka tidak akan mampu mencelakaimu sedikit pun kecuali atas kehendak Allah. Pena telah diangkat dan jembatan takdir telah kering (H.R. At-Tirmidzi)
Bercermin dari nasehat nabi yang penuh dengan kalimat yang menghangatkan, rasanya malu, nunduk lama bermuhasabah, seperti apakah pola asuh yang selama ini kita lakukan?
Benar kah kita sudah mencoba untuk mendidiknya sesuai dengan teladan yang kita anut? Atau kita masih mencari dan mengejar pujian dari sekitar kita bahwa anak-anak kita adalah yang baik, sebatas penilaian manusia?
Semoga tidak ya bun
Ketika membaca nasehat nabi ini, pikiran kami melayang pada sebuah kisah seorang putera daerah yang akhir-akhir ini kisah nya viral, terkait dg isi LGBT
Ya, dia sayang terhadap orangtuanya dengan memberikan hadiah rumah, menjamin hari tuanya dengan fasilitas yang memadai. Namun ada yang janggal dengan cara berpikirnya.
Menukar dirinya dengan dunia. Tentunya sebagai putera daerah yang berprestasi, dari segi akademis tak diragukan, pertanyaan yang menanti adalah, mengapa dia melakukan hubungan terlarang ini dan memilih untuk hidup dengan fasilitas mewah?
Ada yang salah kah?
Apa yang salah?
Adakah kaitannya dengan hadits Rasulullah diatas?
Menjawab penting tidaknya kita membekali anak tentang fitrah seksualitas, berangkat dari titik ini
Tak ada yang tau, sekalipun dokter didunia yang akan menjamin usia kita
Jadi penting atau tidak, kembali pada misi kita menerima amanah serta mendidik untuk mengenal Tuhannya.
Alangkah sia-sianya hidup kita bila anak yang kita didik dengan nilai-nilai Islam
Ketika mereka beranjak dewasa tak ada sedikit pun kebanggaan pada dirinya bahwa dia adalah seorang muslim. tanpa ikatan arti, ilmu yang kita miliki tak banyak memberi arti.
MasyaAllah, luar biasa sekali materinya, terimakasih Mba Mimil dan Nurva :)
Bismillah, hari ke-8 presentasi tentang membangkitkan fitrah seksualitas anak diisi oleh Mba Hilmiyatil dan Mba Nurva
Pentingkah membangkitkan fitrah seksualitas pada anak?
Pertama-tama saya panjatkan Puji syukur kehadirat Allah yang Maha Kuasa mengumpulkan kita berada dalam lingkaran majelis ilmu untuk mengkaji ilmu-ilmuNya. Shalawat serta salam ditujukan kepada kekasih Allah yang telah membebaskan kita dari jaman jahiliyah.
Para bunda yang dirahmati Allah, ijinkah kami kelompok 8, saya dan mbak Nurva menuliskan nasehat nabi sebagai berikutnya
"Wahai anakku, sesungguhnya aku akan mengajarkan beberapa kata ini sebagai nasehat buatmu. Jagalah hak-hak Allah, niscaya Allah pasti akan menjagamu. Jagalah dirimu dari berbuay dosa terhadap Allah, niscaya Allah akan berada dihadapanmu. Apabila mengaku menginginkan sesuatu, mintalah kepada Allah. Dan apabila mengaku menginginkan per tolong an, mintalah pertolongan pada Allah. Ketahuilah bahwa apabila seluruh umat manusia bergumul untuk memberi manfaat padamu, mereka tidak akan mampu melakukan nya kecuali apa yang telah dituliskan oleh Allah didalam takdirmu itu. Juga sebaliknya, apabila mereka berkumpul untuk mencelakai dirimu, niscaya mereka tidak akan mampu mencelakaimu sedikit pun kecuali atas kehendak Allah. Pena telah diangkat dan jembatan takdir telah kering (H.R. At-Tirmidzi)
Bercermin dari nasehat nabi yang penuh dengan kalimat yang menghangatkan, rasanya malu, nunduk lama bermuhasabah, seperti apakah pola asuh yang selama ini kita lakukan?
Benar kah kita sudah mencoba untuk mendidiknya sesuai dengan teladan yang kita anut? Atau kita masih mencari dan mengejar pujian dari sekitar kita bahwa anak-anak kita adalah yang baik, sebatas penilaian manusia?
Semoga tidak ya bun
Ketika membaca nasehat nabi ini, pikiran kami melayang pada sebuah kisah seorang putera daerah yang akhir-akhir ini kisah nya viral, terkait dg isi LGBT
Ya, dia sayang terhadap orangtuanya dengan memberikan hadiah rumah, menjamin hari tuanya dengan fasilitas yang memadai. Namun ada yang janggal dengan cara berpikirnya.
Menukar dirinya dengan dunia. Tentunya sebagai putera daerah yang berprestasi, dari segi akademis tak diragukan, pertanyaan yang menanti adalah, mengapa dia melakukan hubungan terlarang ini dan memilih untuk hidup dengan fasilitas mewah?
Ada yang salah kah?
Apa yang salah?
Adakah kaitannya dengan hadits Rasulullah diatas?
Menjawab penting tidaknya kita membekali anak tentang fitrah seksualitas, berangkat dari titik ini
Tak ada yang tau, sekalipun dokter didunia yang akan menjamin usia kita
Jadi penting atau tidak, kembali pada misi kita menerima amanah serta mendidik untuk mengenal Tuhannya.
Alangkah sia-sianya hidup kita bila anak yang kita didik dengan nilai-nilai Islam
Ketika mereka beranjak dewasa tak ada sedikit pun kebanggaan pada dirinya bahwa dia adalah seorang muslim. tanpa ikatan arti, ilmu yang kita miliki tak banyak memberi arti.
MasyaAllah, luar biasa sekali materinya, terimakasih Mba Mimil dan Nurva :)
Referensi penulisan di blog : Presentasi kelompok 8 di kelas bunda sayang iip depok
#IIPdepok
#level11
#fitrahseksualitasanak
#harike8





Komentar
Posting Komentar