Day#4 Pentingnya Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak

Day#4 Presentasi Kelompok 4

Masih membahas tentang seputar fitrah seksualitas anak, kelompok 4 menyajikan berbagai kasus untuk kita bahas bersama, setelahnya barulah prsentasi, berikut hasil prsentasinya:




 Materi ini ekstraksi dari berbagai referensi dan tentunya sumber utama dari Qur'an dan Hadist in syaa Allah.

Berikut sumber2 referensi yang menjadi rujukan  dalam menyusun materi ini.

Kami menekankan pembahasan Materi ini bertitik poin pada Fitrah peran laki-laki dan perempuan



Dalam membahas fitrah laki-laki dan wanita sudah sangat jelas mempunyai peran yang berbeda.

Seperti yang dijelaskan dalam Al Qur'anul Karim Surat An Nisa ayat 34 yang menjadi LANDASAN UTAMA pentingnya memperkenalkan dan mendidik anak sesuai fitrahnya.


 Penjelasan Fitrah Laki -Laki dan Wanita :

Dari ayat 34 surat An Nisa sudah sangat jelas peran masing-masing gender :

Laki-laki dan wanita TIDAK SAMA
tetapi SALING MELENGKAPI

Kaum laki-laki sebagai :
1. PEMIMPIN (Qowwam) dan
2. Pencari Nafkah

Wanita Shaleh : Qanitat & Hafidzhoh Lil Ghoib

Wanita yang :
1. Taat kepada Allah
2. Taat kepada suami
3. Ikhlas dalam ketaatannya
4. Menjaga diri dan
    cintanya saat suami 
    Tidak ada
5. Menjaga harta suami
    dengan baik


Kemudian TANTANGAN YANG DIHADAPI SAAT INI dapat dilihat dari pembahasan 3 studi kasus tadi  yaitu :


[21:01, 7/1/2018] +64 22 421 1561: Ketiga poin diatas akan menyebabkan efek domino dari awalnya yaitu :

1. Ketika kita tidak mengetahui landasan jelas peran kita masing-masing sesuai fitrah diciptakannya, belum berdasarkan sumber utama landasan hidup : Al Qur'an dan Hadist.
Hanya merujuk dari pandangan masyarakat umum, hegemoni komunitas, pengalaman turun temurun, referensi barat yang dibalut dengan penelitian ilmiah.

Akan menyebabkan menjadi :

2. Kurangnya pemahaman dan ilmu dalam mendidik anak sesuai dengan fitrah

Kurangnya teladan dari Orang tua, hanya sekedar menjadi orang tua secara fisik semata.

Dari kurangnya ilmu dan teladan, anak akan menjadi hampa relung jiwa dan pikirannya.

Ini akan menyebabkan penyimpangan fitrah

3. Penyimpangan Fitrah

- Ketidakpahaman Tugas dan Peran Laki- Laki sesuai fitrahnya

- Ketidakpahaman tugas dan peran Wanita sesuai fitrahnya

- sehingga bisa terjadi penyimpangan seksual

 Dari Tantangan tersebut Berikut kami sampaikan Solusi dan Media Edukasi nya



Mendidik anak laki-laki

1. Anak Laki-laki Qowammah

Menjelaskan PERAN mereka sebagai pemimpin dan pencari nafkah

2. Orang Tua sebagai Teladan

Teladan Aqidah, Teladan Ibadah,  Teladan Akhlaq

3. Dekatkan dengan Mesjid

memakmurkan mesjid

Jauhkan dari lingkungan kemusyrikan

4. Asupan Makanan halal

Halal Zatnya dan Sifatnya

Baik dan tidak merusak tubuh

Akan lebih memudahkan anak untuk bersyukur

5. Pilihkan Temannya
Teman Baik  Pengaruh teman sebaya

6. Melatih Kekuatan Fisik

Perhatikan pola makan, tidur dan istirahat

Melatih olahraga seperti bela diri, berkuda, memanah dan berenang

7. Memperkaya dengan Ilmu

Melatih kebiasaan membaca

Melatih kebiasaan menulis

Melatih kebiasaan menganalisa

Belajar dasar-dasar ilmu Agama dan  non agama

Belajar menguasai ilmu-ilmu alat (bahasa)

Mengarahkan kepada kepeminatan atau spesialisasi bidang


MENDIDIK ANAK PEREMPUAN


1) Perempuan yang dipersiapkan menjadi madrasah yang berkualitas baik untuk keturunan
 modal utama membentuk suatu bangsa bernasab baik

2) Pendidikan yang mempersiapkan anak-anak untuk dunia dan akhirat
 (Pendidikan di rumah + Pendidikan di sekolah dan masyarakat)  = Wanita muslimah yang siap menjadi tonggak peradaban

3) Wanita Muslimah yang berkarakter

Taat kepada Allah dan Rasul Nya

istri shalihah

tunduk dan patuh terhadap kepemimpinan laki-laki shalih

Berkapasitas sebagai pendidik

Anak Muslimah dan Hijab

Memerangi pola hidup boros dan konsumtif

Anak muslimah dan aneka keterampilan

TARBIYAH JINSIYAH DALAM ISLAM

Masalah besar yang sering dibicarakan oleh buku pendidikan dan psikologi di masa sekarang adalah masalah seksual .

Dalam Islam seksual memang bukan suatu masalah, hanya saja dorongan kuat dan rasa penasaran tentang seksual dimasukkan dalam Frame yang aman

Tarbiyah Jinsiyah dalam Islam sangat dijaga kesuciannya dan tidak perlu vulgar dalam menjelaskannya

Sangat berhati-hati dengan istilah asing : Wawasan seksual yang merupakan perang pemikiran dan akhlak berbalut ilmiah

 Yang begitu vulgar menjelaskan hal seksualitas, alat reproduksi  , istilah ilmiah kepada anak yang belum siap mencerna dalam pikirannya

Benar, memang ada dalam Al Quran dan Sunnah Rasul tetapi dengan cara yang suci, adab yang tinggi, bahasa yang baik, keindahan yang tinggi, kebersihan yang agung, ia tidak hina dan telanjang dari adab dan fitrah manusia, rasa malu dan kesuciannya.

Sesungguhnya telanjang itu adalah istilah dalam kamus syetan dan pengikutnya.

Allah berfirman:

QS. Al A’raf: 26-27

26. “Wahai anak cucu Adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutup auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa , itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat.

27. “Wahai anak cucu Adam! Janganlah kamu sampai tertipu oleh setan sebagaimana halnya dia (setan) telah mengeluarkan ibu bapakmu dari surga , dengan menanggalkan pakain keduanya untuk memperlihatkan aurat keduanya. Sesungguhnya dia dan pengikutnya dapat melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.

 KAIDAH PENDIDIKAN SEKSUAL DALAM ISLAM

1. Pendidikan Seksual sama seperti pendidikan lain;
 Memerlukan waktu, tahapan dan bukan sebuah penjelasan singkat yang tiba-tiba
2. Ilmu untuk menjaga kesucian harus diajarkan dengan cara dan bahasa yang suci

Dalam Al Qur’an memakai bahasa perumamaan yang baik

Al Baqarah 223
Istri-istrimu adalah ladang bagimu, maka datangilah ladang mu tu kapan saja dengan cara yang kamu sukai. Dan utamakanlah ( yang baik) untuk dirimu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu (kelak) akan menemui Nya. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang yang beriman.

3. Fikih adalah pintu utama dan paling mulia untuk pembahasan pendidikan seksual. Karena bernilai IBADAH.

4. Penjelasan seksual hanya diberikan kepadamereka yang bertanya. Adapun mereka yang tidak sibuk memikirkan hal tersebut dan tidak bertanya, maka tidak boleh dibangkitkan dengan penjelasan kecuali pada hal yang sangat terbatas.

5. Perlu ketenangan orangtua saat menerima pertanyaan anak-anak dalam bab ini. Dan menjawabnya dengan baik, benar dan sesuai dengan usianya.

6. Membatasi detailnya penjelasan agar tidak mengotori otak dan membangkitkan syahwat

Berhati-hati dalam penjelasan, mengukur setiap kalimat yang disampaikan

7. Ada pembahasan yang berbeda antara laki-laki dan perempuan

8. Kisah dan ilustrasi pada tumbuhan dan binatang merupakan salah satu cara baik untuk menjelaskan.

sumber pencatatan blog : materi presentasi kelompok 4 kelas bunda sayang iip depok

#fitrahseksualitas
#learningby teaching
#bundasayangsesi11
#harike4

Komentar

Postingan Populer