Surgaku, kembalilah..
Pada sajak yang tak henti menuliskan kata tentangmu..
Pada angin yang terus berhembus membawa secuil kabar
darimu..
Pada bintang yang tak bosan berkedip jelita saat di
tatapmu..
Dan kepada bumi yang tak pernah lelah menorehkan sejarah
kehidupanmu..
Ketahuilah, aku disini menunggumu..
Bercengkrama pada desah-desah udara..
Bertengger di ujung cakrawala..
Menatapmu dari jauh, lalu meniup udara subuh..
Kini tengah senja, melipir di pesisian surga..
Surga yang dulu kau jejaki dengan sebilah pedang..
Pedang yang kau wariskan pada anak cucu adam..
Tahukah? Pedang itu kini tengah berontak atas dirinya yang
berkarat..
Semua menjadi tumpul, hanya karena mereka silau oleh asahan emas yang mengepul..

Komentar
Posting Komentar