Being Thanksfull



Kita tidak akan pernah tahu dampak apa yang akan diberikan dari sebuah tulisan, kendati tulisan tersebut hanya sebuah curhatan pribadi, tapi semoga masih ada secuil hikmah yang bisa diambil. hhe

Sebuah Pelajaran yang Allah beri, bisa lewat manapun, intinya Allah mau berbicara dan menunjukkan, bahwa Allah mendengar setiap curahan hambanya.

sifat manusia tak pernah lepas dari yang namanya hawa nafsu, yazis wa laa yanfus, keimanan seseorang ada kalanya naik dan ada kalanya turun, dan memang saat ini sungguh di akui bahwa diri ini sedang berada pada titik rendah dalam sebuah fluktuasi keimanan. 

Tiada lagi yang diinginkan selain Allah senantiasa merangkulku, memberi sebuah jawaban yang menenangkan, aku tahu betul bahwa Allah Maha Mendengar, maka aku memohonkan agar Allah memberikan sebuah wasilah, melalui apapun, supaya aku merasakan bahwa Allah mengirimkan sebuah jawaban..

Salah satu penyebab keimanan turun, bisa jadi karena kondisi badan yang kurang sehat,  jadi seharian bawaannya ingin merebah diatas kasur alias tidur, namun tidur pun tidak nyenyak,. Karena banyak hal yang terpikirkan, itu tadi, kurang bersyukur, Hingga pada akhirnya ibuku merasa kasihan, dan memanggilkan seorang tukang pijat kerumah, sengaja untuk relaxasi, semoga dengan dipijatnya badan bisa sedikit menyembuhkan. 

Sebutlah tukang pijat itu namanya Mba Ani, beliau tetangga baru ternyata, namun kami jarang bertemu, ia memijat sudah lebih dari sepuluh tahun di salah satu salon terkemuka di kota bandung, kepiawaiannya dalam memijat sudah tak diragukan lagi, di sela-sela pijatannya, ia bercerita banyak hal, dan saat itu ada sebuah kalimatnya yang membuat aku tertegun, ia berujar bahwa dalam kehidupannya, ia melewati sebuah perjalanan yang tak mudah, ia kehilangan kedua orangtuanya ketika masih berusia 8 tahun atau kelas 3 SD, beruntungnya ada sebuah keluarga yang mengajaknya tinggal bersama dengan catatan ia harus bekerja dirumahnya tanpa bayaran namun fasilitas utama yang didapatkan ia akan dibiayai sekolah sampai D1, seringkali ia pun dipanggil tetangga untuk mencuci pakaian dan menyetrika, tak ada waktu leha-leha, dan akhirnya ia tumbuh menjadi seorang gadis yang kuat. 

Mba Ani pun meneruskan ceritanya, bahwa proses pertemuan dengan jodohnya sungguh tak terkira, ia berpacaran sudah 5 tahun namun ternyata ditinggal nikah oleh calonnya, Allah mengantinya dengan seseorang yang ia kenal di salon, bukankah laki-laki yang bekerja di salon memiliki sifat yang gemulai? Dan memang itulah yang terjadi dengan calon suaminya, jauh lebih feminim dibanding dengan dirinya sebagai wanita. Perasaan ingin mundur dari proses menikah mulai timbul, namun ia ingat bahwa Allah telah menitipkannya pada dirinya, ini adalah amanah, ialah yang harus membuatnya berubah, hingga pada akhirnya mereka menikah, tak jarang orang yang menganggapnya itu sebuah hal yang nekad, namun ia bisa membuktikan bahwa suaminya dapat berubah. Tidak sampai disana, ditengah perjalanan rumah tangganya seringkali suaminya tak pulang dan tidak memberikan nafkah, namun ia hanya bisa bersabar dan mendoakan, kekuatan doa yang tulus memang luar biasa, suaminya perlahan berubah dan sekarang benar-benar telah berubah menjadi sesosok suami yang penuh tanggung jawab. Mba Ani tak pernah menyerah dalam menjalani kehidupannya, semuanya memang berat, namun jika kita tak bersyukur semua akan bertambah berat dan hidup dijamin tidak bahagia.    

Terlepas dari apa pun masalahnya, Letak kebahagiaan berada dalam kata arti sabar dan syukur, jika tidak demikian kitalah yang rugi sendiri. Allah ya karim, inilah jawaban langsung yang Allah berikan, Mba Ani menjadi wasilah bahwa Allah betul-betul mendengarkan semua hambaNya, bayangkan ada miliaran hambaNya di dunia ini, tapi Allah begitu apik dalam mengaturnya, Allah begitu adil, dan Allah bisa mengurus semuanya dalam waktu yang bersamaan, tentu dengan cara yang pasti tak terjangkau oleh otak manusia. 


Terimakasih untuk pelajaran hari ini..
Being thanksfull, maka kebahagiaan akan kita dapatkan. 
Ketika hati sudah mulai berbelok, Allah selalu mengarahkan kembali, lagi, dan lagi,,
Thanks My Rabb, 

Dan ingatlah tatkala Tuhanmu berjanji kepadamu :
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, maka Kami akan menambah kenikmatan itu"

hari ke-33 ODOPfor99days

Komentar