Syarat kerja : Gaji 10juta/bulan
Dalam sadar sepenuhnya, sebenarnya dari dahulu kala, saya bercita-cita ingin menjadi ibu rumah tangga. Namun, setelah mengikuti ritme perkuliahan, saya merasa bahwa "ilmu" yang saya miliki harus berada dalam ranah produktivitas menghasilkan uang pada akhirnya. Maka dimulailah saya magang sana-sini saat kuliah untuk sedikitnya bisa mengurangi jatah minta uang kepada orangtua, dan ini bisa menjadi senjata "berpengalaman kerja" ketika lulus nanti.
Harapan untuk bekerja di perusahaan-perusahaan pun begitu besar, lebih besar lagi harapan untuk bisa jadi guru PNS, seperti yang ibu bilang, bahwa beliau sangat mengaharapkan aku meneruskan estafet ke-pns-sannya, setelah kakaku juga berhasil jadi PNS.
Qadarullah, setelah lulus sidang itu aku dilamar seseorang, fokus pun beralih dari mencari kerja ke persiapan nikah, disela-sela persiapan itu, sebuah perusahaan travel haji dan umroh yang cukup bergengsi menelpon, mereka meminta saya untuk jadi admin disana. Sempat galau apakah diterima atau tidak, tapi akan menjadi hal yang merugikan jika saya kerja kemudian 2 bulan kemudian berhenti. Saat itu calon suami bilang, setelah nikah jangan dulu kerja.
Setelah nikah, sempat terpikirkan juga untuk kerja, tapi nunggu bulan depan, soalnya satu bulan awal nikah ini mau kita pakai sebagai momen "pacaran" biar makin saling kenal pasangan. Dan ketika kita beranjak pada bulan berikutnya. Tiba-tiba Allah memberi keajaiban, yaitu sesosok mahluk hidup diperutku, walaupun tidak begitu merasakan morning sickness, tapi yang namanya hamil muda pasti ngerasain lemes dan ga memungkinkan juga dipake kerja.
Menjelang usia kehamilan 6 bulan, sebuah instansi pendidikan memanggil untuk wawancara kerja, dengan berbagai pertimbangan, suami membolehkan kerja sebagai seorang guru, diluar itu "tidak boleh" termasuk jadi admin atau jadi akuntan, kalaupun saya maksa, ada syaratnya, katanya gaji saya perbulan harus lebih dari 10 juta. What!! Perusahaan mana yang tiba-tiba bisa ngasih gaji 10 juta/bulan, dalam kondisi hamil pula. Saya tau, itu sebagai ekspresi betapa suami tidak menginginkan saya bekerja.
Tapi karena penasaran, saya pun memenuhi panggilan wawancara itu, dalam kondisi hamil besar..hhe,
Saat wawancara, kepala sekolah yang saat itu bertugas langsung mewawancarai terkejut melihat kondisi ini, ternyata benar, beliau menawari saya untuk jadi akuntan di sekolahnya, bukan sebagai tenaga pengajar, karena posisi guru akuntansi pada saat itu sudah terpenuhi. Dengan terpaksa saya mengatakan apa yang disyaratkan suami.
"asal gajinya 10 juta/bulan". Kepala sekolah itu terbahak, dan mengerti bahwa saya tak dapat izin suami. Akhirnya gagal juga deh proses wawancara itu..hehe
Alhamdulillah, Allah memberikan suami yang pekerja keras sehingga untuk urusan rumah tangga bisa terhendle semuanya.
Soal menyoal niatan kerja, tiada lain adalah untuk mengisi waktu luang, tapi setelah punya anak, semua pemikiran itu berubah 180 derajat, bahwa menjadi istri dan ibu sepenuhnya di dalam rumah, adalah kebahagiaan tersendiri untuk diri sendiri, suami, juga anak-anak.
Hari ke-31 ODOPfor99days
Harapan untuk bekerja di perusahaan-perusahaan pun begitu besar, lebih besar lagi harapan untuk bisa jadi guru PNS, seperti yang ibu bilang, bahwa beliau sangat mengaharapkan aku meneruskan estafet ke-pns-sannya, setelah kakaku juga berhasil jadi PNS.
Qadarullah, setelah lulus sidang itu aku dilamar seseorang, fokus pun beralih dari mencari kerja ke persiapan nikah, disela-sela persiapan itu, sebuah perusahaan travel haji dan umroh yang cukup bergengsi menelpon, mereka meminta saya untuk jadi admin disana. Sempat galau apakah diterima atau tidak, tapi akan menjadi hal yang merugikan jika saya kerja kemudian 2 bulan kemudian berhenti. Saat itu calon suami bilang, setelah nikah jangan dulu kerja.
Setelah nikah, sempat terpikirkan juga untuk kerja, tapi nunggu bulan depan, soalnya satu bulan awal nikah ini mau kita pakai sebagai momen "pacaran" biar makin saling kenal pasangan. Dan ketika kita beranjak pada bulan berikutnya. Tiba-tiba Allah memberi keajaiban, yaitu sesosok mahluk hidup diperutku, walaupun tidak begitu merasakan morning sickness, tapi yang namanya hamil muda pasti ngerasain lemes dan ga memungkinkan juga dipake kerja.
Menjelang usia kehamilan 6 bulan, sebuah instansi pendidikan memanggil untuk wawancara kerja, dengan berbagai pertimbangan, suami membolehkan kerja sebagai seorang guru, diluar itu "tidak boleh" termasuk jadi admin atau jadi akuntan, kalaupun saya maksa, ada syaratnya, katanya gaji saya perbulan harus lebih dari 10 juta. What!! Perusahaan mana yang tiba-tiba bisa ngasih gaji 10 juta/bulan, dalam kondisi hamil pula. Saya tau, itu sebagai ekspresi betapa suami tidak menginginkan saya bekerja.
Tapi karena penasaran, saya pun memenuhi panggilan wawancara itu, dalam kondisi hamil besar..hhe,
Saat wawancara, kepala sekolah yang saat itu bertugas langsung mewawancarai terkejut melihat kondisi ini, ternyata benar, beliau menawari saya untuk jadi akuntan di sekolahnya, bukan sebagai tenaga pengajar, karena posisi guru akuntansi pada saat itu sudah terpenuhi. Dengan terpaksa saya mengatakan apa yang disyaratkan suami.
"asal gajinya 10 juta/bulan". Kepala sekolah itu terbahak, dan mengerti bahwa saya tak dapat izin suami. Akhirnya gagal juga deh proses wawancara itu..hehe
Alhamdulillah, Allah memberikan suami yang pekerja keras sehingga untuk urusan rumah tangga bisa terhendle semuanya.
Soal menyoal niatan kerja, tiada lain adalah untuk mengisi waktu luang, tapi setelah punya anak, semua pemikiran itu berubah 180 derajat, bahwa menjadi istri dan ibu sepenuhnya di dalam rumah, adalah kebahagiaan tersendiri untuk diri sendiri, suami, juga anak-anak.
Hari ke-31 ODOPfor99days

Komentar
Posting Komentar