Quality time keluarga

Terkadang masih sering ngeluh ketika suami ditugaskan jauh ke perantauan, kadang juga suka iri melihat keluarga-keluarga lain yang bisa ketemu setiap hari, ketika muncul pikiran seperti itu, harus buru-buru istigfar, tanda-tanda kurang bersyukur tentunya.

 Tapi kalau di perhatikan, mereka pun yang setiap hari ketemu, jarang melakukan momen spesial, pertemuan hanyalah sebuah pertemuan, saling bertegur sapa ala kadarnya, makan bersama, main bersama, dan kembali pada aktifitas masing-masing, begitu seterusnya.

Berarti bukan jaminan, jika bertemu setiap hari maka akan punya quality time setiap hari, darisana makin bersyukur, dengan pertemuan yang jarang ini, setiap bertemu, kita kerap kali merencanakan momen-momen kebersamaan, setiap malam diisi diskusi untuk penguatan ketahanan keluarga.

 Jarak yang jauh ini memberikan kita banyak pelajaran, terutama ilmu kesabaran. Ketika anak rewel membutuhkan sosok seorang ayah, maka ibu harus gesit berperan ganda, agar ia tetap merasa full dapat kasih sayang, sama seperti anak-anak lainnya.

Kunci dari ketahanan keluarga adalah komunikasi yang produktif, komunikasi yang didalamnya mencakup saling menyemangati, saling membangun, dan memotivasi. Alhamdulillah, meskiii jarak seringkali terpaut jauh ribuan mil, komunikasi tetap jalan berkat perkembangan teknologi yang semakin canggih.

Segala sesuatu ada konsekuensi dan solusi. Tinggal bagaimana kita menyikapi hal tersebut dengan bijak dan tetap bersyukur.

Hari ke-38 ODOPfor99days

Komentar