Tidak Ada Istilah Lebih Cepat Lebih Baik
Istilah lebih cepat lebih baik, seringkali kita dengar. Terutama pada saat musim kampanye beberapa tahun lalu. Dalam berbagai aspek lainnya juga hal ini berlaku, lebih cepat memang lebih baik, bahasa simpelnya jangan menunda-nunda, atau sesuatu yang cepat kita kerjakan maka hasilnya pun akan lebih cepat terasa. Ini sudah dijadikan moto hidupnya bahkan bagi sebagian orang.
Tapiii..tentu slogan ini tidak berlaku pada setiap hal. Contohnya pada hasil membuah kue, waktu memanggang sudah ada takarannya, dan itu beda-beda, tergantung jenis kue, jika kurang dari waktunya maka belum sempurna matangnya, jika lebih dari waktunya maka akan gosong hasilnya. 20 menit cukup untuk kue kukusan, tapi tidak cukup untuk kue brownis misalnya, pun sebaliknya.
Begitu juga dengan tumbuh kembang anak, tidak ada istilah lebih cepat lebih baik, semua ada waktunya, dan akan indah pada akhirnya.
Mau cerita sedikit tentang tumbuh kembang Zaga. Zaga, sejak awal, memang terlihat seperti "terlambat" tumbuh kembangnya dengan anak-anak sebaya lainnya. Sedihnya kondisi ini diperparah dengan adanya tetangga yang seumuran. Sebagai ibu muda yang minim ilmu dunia parenting, saya sempat down ketika zaga sudah dibanding-bandingkan dengan anak tetangga tersebut oleh tetangga lainnya. Huft..
Pada usia 4-5 bulan, Zaga belum bisa berbalik sendiri dari posisi telungkup, saya dan suami heran, dan akhirnya bertanya pada dokter spesialis anak, dokter hanya berujar
"its okey, tinggal di stimulus aja, kalau anak udah mau telungkup pasti telungkup, kalau masih belum ya berarti belum mau" oh..darisana baru tau kalau pertumbuhan itu disesuaikan juga dengan mood si anak. Beberapa hari kemudian, ternyata benar, udah waktunya Zaga mau telungkup sendiri, hati girang banget. Hhe.
Kasus yang kedua, ini lebih deg-degan dari kasus yang pertama. Di usia 7 bulan Zaga masih belum bisa merangkak atau yang kita kenal dengan istilah ngarondang, sedangkan keponakan dan anak tetangga yang seusia sudah lincah kesana kemari. Jangankan ngarondang, ngelangsud juga masih beraaat banget. Tapi saya ingat kata-kata dokter, mungkin Zaga belum mau,,padahal untuk pemberian stimulus sudah maksimal saya dan suami berikan. Setiap hari bahkan..
Lalu tibalah waktunya arisan ibu-ibu, banyak yang bertanya dan heran "ko belum bisa ngerondang?" pertanyaan-pertanyaan itu kembali membuat aku patah hati. Ketika curhat pada suami, ia hanya menanggapi "udahlaah, jangan di dengerin, kita fokus aja pada hal-hal positif". Yess, akhirnya saya pun bisa lupakan komentar-komentar tadi sore, dan tepat di usia 10 bulan, kami dikagetkan karena Zaga bisa merangkak dengan lancar, tanpa adanya jatuh sedikitpun, seperti sudah terlatih berbulan-bulan lamanya padahal baru hari itu Zaga mulai merangkak. Kami berdecak kagum, Subhanallah..Alhamdulillah.
Dan yang terakhir adalah yang paling fenomenal sepanjang pertumbuhan zaga hingga pada saat ini. Soal menyoal bisa jalan. Pada umumnya anak bisa berjalan di usia 12-15 bulan. Ketika Zaga berumur 1 tahun, saya seringkali membawanya kaluar untuk jalan-jalan pagi. Ia sudah bisa melangkahkan kaki dengan cara di pegang kedua tangannya. Tetangga menyapa dan berkomen, "Ayo jalan sendiri Zaga, udah 1 tahun" aku tersenyum ala kadarnya,
Bulan berikutnya sama, ketika rutinitas jalan pagi, Zaga menuai banyak motivasi "Ayooo, jalan sendiri donk, jangan dipegangi terus" tentu aku tak hiraukan, karena kalau dilepas Zaga pasti terjatuh. Tetangga lain menguatkan "kalem aja teh, anak saya juga baru bisa jalan pas usia 14 bulan" aku tersenyum mengiyakan.
Hingga pada usia 15 bulan, Zaga masih belum mau berjalan sendiri, ia masih harus dipegangi dengan satu tangan. Ada seorang ibu-ibu yang biasa berkomentar, sekarang lebih pedas lagi komentarnya "Yaah, belum jalan juga, taun depan kali yaa,,"
astagfiullah, mendengar perkataannya yang seperti itu hati terasa panas, senewen banget jadinya..buru-buru saya istigfar, subhanallah banget di uji dengan tetangga-tetangga yang sebenarnya sangat perhatian sama Zaga namun mungkin kurang pas dalam mengekspresikan.
Saya baca banyak artikel tentang tumbuh kembang anak. Darisana banyak mendapat ilmu dan motivasi agar tidak cepat panik ketika membersamai perkembangan anak-anak. Tepat diusia 16 bulan, Zaga pun bisa berjalan, dengan sedikit jatuh tentunya, kakinya telah sempurna kuat di usia 16 bulan. Dan tentu itu yang dinamakan indah pada waktunya.
Itulah sekilas perjalanan perkembangan motorik kasar Zaga. Bahwa memang betul, istilah lebih cepat lebih baik tidak berlaku untuk tumbuh kembang anak, setiap anak-anak adalah spesial, tidak ada yang sama. Tidak ada yang terlambat dan tidak ada pula yang lebih cepat, semua ada saatnya, dan indah pada waktunya.
Saya belajar banyak hal dari perjalanan membersamai Zaga, kepanikan-kepanikan yang hadir memang wajar tapi tak perlu di dramatisir, anak adalah titipan, yang sudah dilengkapi berbagai fitur oleh yang punya yaitu Allah. Tugas kita sebagai orangtua, hanya membimbing, mengarahkan, dan menjaga berbagai fitrahnya. No ikut campur bahkan berusaha mengubah fitrah dasarnya. Menyakini bahwa setiap anak unik, insyaallah kita akan lebih sabar dalam membersamainya.
Hari ke-29 ODOPfor99days
Tapiii..tentu slogan ini tidak berlaku pada setiap hal. Contohnya pada hasil membuah kue, waktu memanggang sudah ada takarannya, dan itu beda-beda, tergantung jenis kue, jika kurang dari waktunya maka belum sempurna matangnya, jika lebih dari waktunya maka akan gosong hasilnya. 20 menit cukup untuk kue kukusan, tapi tidak cukup untuk kue brownis misalnya, pun sebaliknya.
Begitu juga dengan tumbuh kembang anak, tidak ada istilah lebih cepat lebih baik, semua ada waktunya, dan akan indah pada akhirnya.
Mau cerita sedikit tentang tumbuh kembang Zaga. Zaga, sejak awal, memang terlihat seperti "terlambat" tumbuh kembangnya dengan anak-anak sebaya lainnya. Sedihnya kondisi ini diperparah dengan adanya tetangga yang seumuran. Sebagai ibu muda yang minim ilmu dunia parenting, saya sempat down ketika zaga sudah dibanding-bandingkan dengan anak tetangga tersebut oleh tetangga lainnya. Huft..
Pada usia 4-5 bulan, Zaga belum bisa berbalik sendiri dari posisi telungkup, saya dan suami heran, dan akhirnya bertanya pada dokter spesialis anak, dokter hanya berujar
"its okey, tinggal di stimulus aja, kalau anak udah mau telungkup pasti telungkup, kalau masih belum ya berarti belum mau" oh..darisana baru tau kalau pertumbuhan itu disesuaikan juga dengan mood si anak. Beberapa hari kemudian, ternyata benar, udah waktunya Zaga mau telungkup sendiri, hati girang banget. Hhe.
Kasus yang kedua, ini lebih deg-degan dari kasus yang pertama. Di usia 7 bulan Zaga masih belum bisa merangkak atau yang kita kenal dengan istilah ngarondang, sedangkan keponakan dan anak tetangga yang seusia sudah lincah kesana kemari. Jangankan ngarondang, ngelangsud juga masih beraaat banget. Tapi saya ingat kata-kata dokter, mungkin Zaga belum mau,,padahal untuk pemberian stimulus sudah maksimal saya dan suami berikan. Setiap hari bahkan..
Lalu tibalah waktunya arisan ibu-ibu, banyak yang bertanya dan heran "ko belum bisa ngerondang?" pertanyaan-pertanyaan itu kembali membuat aku patah hati. Ketika curhat pada suami, ia hanya menanggapi "udahlaah, jangan di dengerin, kita fokus aja pada hal-hal positif". Yess, akhirnya saya pun bisa lupakan komentar-komentar tadi sore, dan tepat di usia 10 bulan, kami dikagetkan karena Zaga bisa merangkak dengan lancar, tanpa adanya jatuh sedikitpun, seperti sudah terlatih berbulan-bulan lamanya padahal baru hari itu Zaga mulai merangkak. Kami berdecak kagum, Subhanallah..Alhamdulillah.
Dan yang terakhir adalah yang paling fenomenal sepanjang pertumbuhan zaga hingga pada saat ini. Soal menyoal bisa jalan. Pada umumnya anak bisa berjalan di usia 12-15 bulan. Ketika Zaga berumur 1 tahun, saya seringkali membawanya kaluar untuk jalan-jalan pagi. Ia sudah bisa melangkahkan kaki dengan cara di pegang kedua tangannya. Tetangga menyapa dan berkomen, "Ayo jalan sendiri Zaga, udah 1 tahun" aku tersenyum ala kadarnya,
Bulan berikutnya sama, ketika rutinitas jalan pagi, Zaga menuai banyak motivasi "Ayooo, jalan sendiri donk, jangan dipegangi terus" tentu aku tak hiraukan, karena kalau dilepas Zaga pasti terjatuh. Tetangga lain menguatkan "kalem aja teh, anak saya juga baru bisa jalan pas usia 14 bulan" aku tersenyum mengiyakan.
Hingga pada usia 15 bulan, Zaga masih belum mau berjalan sendiri, ia masih harus dipegangi dengan satu tangan. Ada seorang ibu-ibu yang biasa berkomentar, sekarang lebih pedas lagi komentarnya "Yaah, belum jalan juga, taun depan kali yaa,,"
astagfiullah, mendengar perkataannya yang seperti itu hati terasa panas, senewen banget jadinya..buru-buru saya istigfar, subhanallah banget di uji dengan tetangga-tetangga yang sebenarnya sangat perhatian sama Zaga namun mungkin kurang pas dalam mengekspresikan.
Saya baca banyak artikel tentang tumbuh kembang anak. Darisana banyak mendapat ilmu dan motivasi agar tidak cepat panik ketika membersamai perkembangan anak-anak. Tepat diusia 16 bulan, Zaga pun bisa berjalan, dengan sedikit jatuh tentunya, kakinya telah sempurna kuat di usia 16 bulan. Dan tentu itu yang dinamakan indah pada waktunya.
Itulah sekilas perjalanan perkembangan motorik kasar Zaga. Bahwa memang betul, istilah lebih cepat lebih baik tidak berlaku untuk tumbuh kembang anak, setiap anak-anak adalah spesial, tidak ada yang sama. Tidak ada yang terlambat dan tidak ada pula yang lebih cepat, semua ada saatnya, dan indah pada waktunya.
Saya belajar banyak hal dari perjalanan membersamai Zaga, kepanikan-kepanikan yang hadir memang wajar tapi tak perlu di dramatisir, anak adalah titipan, yang sudah dilengkapi berbagai fitur oleh yang punya yaitu Allah. Tugas kita sebagai orangtua, hanya membimbing, mengarahkan, dan menjaga berbagai fitrahnya. No ikut campur bahkan berusaha mengubah fitrah dasarnya. Menyakini bahwa setiap anak unik, insyaallah kita akan lebih sabar dalam membersamainya.
Hari ke-29 ODOPfor99days

Komentar
Posting Komentar