Menjaga Fitrah Anak
Apa yang terjadi di masa lalu biasanya akan mempengaruhi masa depannya. Termasuk dalam mendidik atau pola asuh. Tentu kita akan terbawa bagaimana orangtua kita dulu mendidik, sehingga kembali diterapkan kepada anak-anak sekarang, kalau pola asuhnya tepat ga jadi masalah, kalau kurang tepat? Tentu butuh perjuangan untuk merubahnya.
Orang tua dulu, biasanya punya segudang kata jangan dalam mendidik anaknya, naik tangga-jangan, main air-jangan, acak-acakin mainan-jangan, pokonya segala jangan. Padahal, semua aktifitas anak itu berarti, itulah cara mereka belajar, dan mengeksplor segala keingintahuannya. Maka terbayang kalau serba jangan, bisa-bisa anak kita jadi down duluan, sekarang mungkin efeknya tak terlihat, tapi pasti akan berpengaruh ketika ia tumbuh besar nanti.
Meredam kata jangan ini perlu latihan bagi kita sebagai orangtua, karena pasti spontan keluar ketika anak-anak melakukan sesuatu di luar dugaan. Mengendalikan diri ini yang menjadi PR, belajar sedikit-sedikit untuk menjadi orangtua yang membebaskan anak-anak untuk belajar apa saja, selama itu tidak membahayakan dirinya sendiri.
Tugas kita adalah menjaga fitrah dasarnya, sebagai mahluk pembelajar, orangtua hanya salah satu jalan menuju peran pentingnya di dunia. Mendidik anak adalah belajar melepaskan, ia adalah mahluk utuh yang seratus persen berbeda dengan kita, punya peranan dan tugas yang berbeda pula. Rasa memiliki yang begitu besar justru bisa menjadi boomerang yang menghambat perkembangkan alamiahnya.
Jadilah orangtua yang bijak, yang siap kapan saja ketika anak membutuhkan jawaban dari semua pertanyaannya. Tentang fitrahnya, tentang keinginannya, tentang cita-citanya, dan tentang visi misi hidupnya.
*talk to my self..
Hari ke 37 ODOPfor99days
Orang tua dulu, biasanya punya segudang kata jangan dalam mendidik anaknya, naik tangga-jangan, main air-jangan, acak-acakin mainan-jangan, pokonya segala jangan. Padahal, semua aktifitas anak itu berarti, itulah cara mereka belajar, dan mengeksplor segala keingintahuannya. Maka terbayang kalau serba jangan, bisa-bisa anak kita jadi down duluan, sekarang mungkin efeknya tak terlihat, tapi pasti akan berpengaruh ketika ia tumbuh besar nanti.
Meredam kata jangan ini perlu latihan bagi kita sebagai orangtua, karena pasti spontan keluar ketika anak-anak melakukan sesuatu di luar dugaan. Mengendalikan diri ini yang menjadi PR, belajar sedikit-sedikit untuk menjadi orangtua yang membebaskan anak-anak untuk belajar apa saja, selama itu tidak membahayakan dirinya sendiri.
Tugas kita adalah menjaga fitrah dasarnya, sebagai mahluk pembelajar, orangtua hanya salah satu jalan menuju peran pentingnya di dunia. Mendidik anak adalah belajar melepaskan, ia adalah mahluk utuh yang seratus persen berbeda dengan kita, punya peranan dan tugas yang berbeda pula. Rasa memiliki yang begitu besar justru bisa menjadi boomerang yang menghambat perkembangkan alamiahnya.
Jadilah orangtua yang bijak, yang siap kapan saja ketika anak membutuhkan jawaban dari semua pertanyaannya. Tentang fitrahnya, tentang keinginannya, tentang cita-citanya, dan tentang visi misi hidupnya.
*talk to my self..
Hari ke 37 ODOPfor99days

Komentar
Posting Komentar