Ber'uzlah Sejenak
Pernah merasakan penat berkepanjangan? Saya pernah, dan terjadi (lagi) belakangan ini. Merasa bosan dengan segala aktifitas dan rutinitas, adalah wajaaaaar bagi seorang ibu rumah tangga yang 24 jam ada dirumah. Ketika kita tidak menemukan formula baru dalam berkreasi dirumah, rupanya ber-'uzlah sejenak menjadi salah satu solusinya. Solusi dasar yang sangat penting bahkan. Bagi siapapun yang merasa lelah dan penat, tidak hanya para IRT aja.
Istilah 'uzlah, seringkali kita dengar, artinya pengasingan diri dari segala bentuk kejahatan dan kemubahan yang berlebihan. Kejahatan disini bisa kita maknai sebagai hal-hal yang merusak kebaikan, bergosip, malas-malasan, sifat sombong, dan sebagainya. Kondisi penat dan lelah berkepanjangan, disebabkan karena tidak seimbangnya kondisi ruhiyah dan seabrek atifitas domestik rumah tangga, ditambah aktifitas duniawi lainnya, koreksi!!! Pasti bener, pasalnya sumber dari segala keruwetan adalah futur atau kondisi iman yang turun.
Perasaa solat jalan terus, tapiiii kooo....iyaaa..solat memang jalan, tapi cek ke-khusuannya, lagi solat masih aja mikir hal yang lain, sedekah jalan? Jalaaan, tapi kadang ditunda-ditunda juga, tilawah jalan? Jalaan, tapi cuma 2 lembar padahal harusnya 1 juz, hapalan jalan? Jalaaan, tapi ga murajaah, akhirnya lupa lagi. Duuh, itu saya banget. Maka pada akhirnya rasa penat pun tak bisa di hindari.
Kalau sudah begini, hal yang paling nyaman adalah ber'uzlah tadi, pengasingan diri, banyak hal yang bisa kita lakukan ketika uzlah, yang pertama adalah muhasabah diri, koreksi diri secara jujur, menyadari semua khilaf, lalu minta ampun, ini waktu yang tepat untuk curhat sejadi-jadinya, hanya berdua, kita dengan Allah. Waktunya kapan? Kalau anak tidur tentunya, yang paling enak disepertiga malam sambil qiyamul lail.
Ada kutipan ibnu Taimiyyah yang mengatakan "Ada keharusan bagi hamba untuk melakukan uzlah agar dapat beribadah kepada Allah, berdzijir kepadaNya, melakukan muhasabah terhadap dirinya, berdoa kepadaNya, meminta ampunanNya, menjauhi tindakan-tindakan yang jelek, dan lain sebagainya"
Melansir yang tertulis juga dalam buku laa-tahzan, Ibnu al-Jauzi telah menuliskan tiga pasal "Saya tidak melihat dan mendengar manfaat yang lebih besar daripada 'uzlah. Karena 'uzlah adalah sebuah ketenangan, sebuah keagungan, sebuah kemuliaan, sebuah tindakan untuk menjauhkan diri dari keburukan dan kejahatan, sebuah kiat untuk menjaga kehormatan dan waktu, sebuah cara untuk menjaga usia, sebuah tindakan untuk menjauhkan diri dari orang-orang yang mendengki, sebuah perenungan tentang akhirat, sebuah persiapan untuk bertemua Allah, sebuah pemusatan jiwa raga untuk melakukan ketaatan, sebuah pemberdayaan nalar terhadap hal-hal yang bermanfaat, dan sebuah eksplorasi terhadap nilai dan hukum dari nash-nash yang ada"
Dilihat dari maknanya yang sangat dalam, emang bener kerasa banget fungsinya, hati jadi tenang, pikiran jadi fresh, jangan mengharapkan hal yang sama ketika kita curhat pada manusia, alih-alih nemuin solusi yang ada malah makin parah, curhat sama Allah emang yang paling pool, Allah tempat sandaran yang paling nyaman, kepada siapa lagi? Ya kembali kepada pencipta diri kita, Allah.
Yuk, ber-'uzlah sejenak.
Setelah itu mulai tertarik pada konsep mindfullnes untuk menyiasati kebosanan ini, menghadirkan diri secara penuh 100%, sedang berproses, semoga berhasil.
Hari ke-34 ODOPfor99days
Istilah 'uzlah, seringkali kita dengar, artinya pengasingan diri dari segala bentuk kejahatan dan kemubahan yang berlebihan. Kejahatan disini bisa kita maknai sebagai hal-hal yang merusak kebaikan, bergosip, malas-malasan, sifat sombong, dan sebagainya. Kondisi penat dan lelah berkepanjangan, disebabkan karena tidak seimbangnya kondisi ruhiyah dan seabrek atifitas domestik rumah tangga, ditambah aktifitas duniawi lainnya, koreksi!!! Pasti bener, pasalnya sumber dari segala keruwetan adalah futur atau kondisi iman yang turun.
Perasaa solat jalan terus, tapiiii kooo....iyaaa..solat memang jalan, tapi cek ke-khusuannya, lagi solat masih aja mikir hal yang lain, sedekah jalan? Jalaaan, tapi kadang ditunda-ditunda juga, tilawah jalan? Jalaan, tapi cuma 2 lembar padahal harusnya 1 juz, hapalan jalan? Jalaaan, tapi ga murajaah, akhirnya lupa lagi. Duuh, itu saya banget. Maka pada akhirnya rasa penat pun tak bisa di hindari.
Kalau sudah begini, hal yang paling nyaman adalah ber'uzlah tadi, pengasingan diri, banyak hal yang bisa kita lakukan ketika uzlah, yang pertama adalah muhasabah diri, koreksi diri secara jujur, menyadari semua khilaf, lalu minta ampun, ini waktu yang tepat untuk curhat sejadi-jadinya, hanya berdua, kita dengan Allah. Waktunya kapan? Kalau anak tidur tentunya, yang paling enak disepertiga malam sambil qiyamul lail.
Ada kutipan ibnu Taimiyyah yang mengatakan "Ada keharusan bagi hamba untuk melakukan uzlah agar dapat beribadah kepada Allah, berdzijir kepadaNya, melakukan muhasabah terhadap dirinya, berdoa kepadaNya, meminta ampunanNya, menjauhi tindakan-tindakan yang jelek, dan lain sebagainya"
Melansir yang tertulis juga dalam buku laa-tahzan, Ibnu al-Jauzi telah menuliskan tiga pasal "Saya tidak melihat dan mendengar manfaat yang lebih besar daripada 'uzlah. Karena 'uzlah adalah sebuah ketenangan, sebuah keagungan, sebuah kemuliaan, sebuah tindakan untuk menjauhkan diri dari keburukan dan kejahatan, sebuah kiat untuk menjaga kehormatan dan waktu, sebuah cara untuk menjaga usia, sebuah tindakan untuk menjauhkan diri dari orang-orang yang mendengki, sebuah perenungan tentang akhirat, sebuah persiapan untuk bertemua Allah, sebuah pemusatan jiwa raga untuk melakukan ketaatan, sebuah pemberdayaan nalar terhadap hal-hal yang bermanfaat, dan sebuah eksplorasi terhadap nilai dan hukum dari nash-nash yang ada"
Dilihat dari maknanya yang sangat dalam, emang bener kerasa banget fungsinya, hati jadi tenang, pikiran jadi fresh, jangan mengharapkan hal yang sama ketika kita curhat pada manusia, alih-alih nemuin solusi yang ada malah makin parah, curhat sama Allah emang yang paling pool, Allah tempat sandaran yang paling nyaman, kepada siapa lagi? Ya kembali kepada pencipta diri kita, Allah.
Yuk, ber-'uzlah sejenak.
Setelah itu mulai tertarik pada konsep mindfullnes untuk menyiasati kebosanan ini, menghadirkan diri secara penuh 100%, sedang berproses, semoga berhasil.
Hari ke-34 ODOPfor99days

Komentar
Posting Komentar