Dari Sungsang Hingga Sesar

Ketika sudah di vonis posisi bayi sungsang di usia kehamilan 9 bulan oleh dokter, ternyata posisi ini bertahan meskipun segala upaya telah dilakukan. Beberapa kali ku periksakan kembali kepada dokter sekaligus membicarakan berbagai kemungkinan yang akan terjadi.

Lahiran normal bisa saja terjadi dengan satu syarat, mendengar kalimat itu aku bahagia, masih ada secercah cahaya ternyata.

"apa itu dokter?" tanyaku tak sabar.

"semua proses pembukaan berjalan lancar, step by step dilalui dengan cepat dan sukses, karena apa bila tidak, bisa jadi kepala bayi akan tersangkut, dan apabila tali pusar sudah keluar sedang kepala masih di dalam, bayi akan tersedak air ketuban dan kemungkinan pahitnya tidak akan selamat" Inalillahi...sekerika dilema.

"Bu, jangan egois, memaksakan diri ingin normal, pasrahkan sama Allah yang menguasai keputusan terbaik. Kalaulah pada akhirnya jalan sesar yang harus ditempuh berarti memang itu yang terbaik" dokter melanjutkan.

Suami tersenyum sambil menggenggam erat tanganku. Aku dan suami keluar dari ruangan dokter dalam bimbang. Apa keputusan yang harus kami ambil ya Allah.

 Aku mencoba menunggu rasa mulas melahirkan, namun tak kunjung datang meski sudah mencapai usia 39-40 minggu. Ini sudah melebihi dari waktu normalnya. Jangankan step by step lancar, merasa mules aja ngga. Aku kembali memasrahkan pada keputusan suami, dan ternyata suami menghendaki untuk ambil jalan sesar. Ia memegang tanganku seraya berkata

"Ini demi keselamatan anak kita"mendengar perkataannya aku luluh.

Tidak sampai disitu, kami pun meminta restu dan pendapat orangtua juga kakak-kakak yang sudah berpengalaman. Tidak disangka ternyata mereka satu pendapat, bahwa jalan terbaik adalah dengan operasi. Ya, jalan operasi yang akan aku ambil, sedih memang pada awalnya, karena merasa tidak full berjuang melahirkan.

 Tapi Allah berkata lain, Ia ingin mengingatkan satu hal

"Apa yang menurut kita baik, belum tentu baik bagi Allah, dan apa yang menurut kita buruk, justru itu yang terbaik menurut Allah"

Kehendak manusia, hanya berada pada ikhtiar, kehendak Allah, berada dalam keputusan final.

 Laahaula walaquata illabillah.,

 Besok adalah jadwal operasi pertama dalam seumur hidup, inilah perjuangan awal untuk melihat wajahmu, Nak!! Kita berjuang sama-sama.

Hari ke-26 ODOPfor99days

Komentar

Postingan Populer