New Parents

Inilah predikat baru yang kami sandang, menjadi orangtua, dengan segala amanah berat didalamnya. Dari awal sudah terbayang, menyandang gelar orangtua ini bukan sesuatu yang mudah, gambarannya jelas sekali terlihat ketika ibuku harus berjuang mati-matian untuk anak-anaknya. Ini pertaruhan jiwa dan raga yang kelak akan dipertanggungjawabkan.

 Anak-anak, merupakan cerminan dari orangtuanya, anak yang soleh pasti berawal dari orangtua yang soleh, meski tidak menutup kemungkinan di tengah perjalanan tergerus arus lingkungan, pun sebaliknya.

Melihat bayi mungil yang ada dipangkuanku, aku tak henti mengucap syukur, ada harapan besar saat aku melihat kedua matanya yang seperti buah cery, ialah yang kelak akan senantiasa mendoakan sampai aku meninggal nanti. Dengan keadaan yang masih ringkih atas pemulihan pasca sesar, sebisa mungkin aku tetap menggendong bayiku sendiri, mulai belajar bagaimana caranya menyusui, ini proses yang luar biasa, bayiku sempat kesusahan ketika ingin minum asi, alhamdulillah proses itu berjalan dengan lancar.

Pemulihan pasca sesar tidak secepat ibu-ibu yang melahirkan normal, ternyata butuh waktu kurang lebih 3 bulan untuk bisa beraktivitas biasa, selama 3 bulan itu biasanya kami begadang, karna pola tidur anak yang terbalik dengan pola tidur orang dewasa, suami tugas keluar kota, aku harus kuat dengan stamina yang lelah disertai sakitnya perut pasca sesar.

Allah...nikmat sekali proses ini.

 Pernah suatu ketika, aku sendiri dengan bayiku di dalam rumah, sore itu hujan besar, petir saling bersahutan memekan telinga, bayiku menangis, aku berusaha meredam tangisnya dengan memberika asi tapi menolak, rupanya ia ingin terus di gendong sambil berdiri, luka sesarku terasa sakit, rasanya seperti akan terbelah kembali, jangankan jalan-jalan sambil menggendong, berdiri pun aku gak sanggup. Bayiku terus menangis dan pada akhirnya aku pun ikut menangis, pasrah pada Allah dengan meminta kekuatan.

 Beberapa saat kemudian hujan mereda, bayiku mulai tenang dan luka di perutku tak terasa sakit lagi. Ya Allah, betapa kasihsayangMu begitu nyata kami rasakan. Aku yang masih tertatih-tatih belajar menjadi orangtua ini selalu Engkau bimbing dan temani dalam setiap prosesnya.

Aku belajar banyak hal ketika awal-awal menjadi orangtua, seketika teringat ayah dan ibu saat merawatku dulu. Betapa perjuangannya aku rasakan sekarang.

 Orangtua adalah manusia yang tak pernah kehabisan stock untuk yang namanya syukur dan sabar.
Juga tak pernah kehabisan stock untuk sebuah doa.
Sepanjang hayat, akan ada syukur, sabar dan doa dalam membersamai langkah anak-anaknya.

Hari ke-28 ODOPfor99days

Komentar

Postingan Populer