Kisah Sungsang

Pengalaman sungsang ini, menjadi hal yang paling mendebarkan saat kehamilan anak pertama. Betapa tidak, setiap kali periksa ke dokter, posisi janin selalu berubah-ubah, pasti berubah. Bulan ini posisi normal, bulan depan posisi sungsang atau kepala diatas, bulan depannya lagi normal, lalu kembali sungsang, begitu seterusnya.

Pertama kali dokter memeriksa dengan ultrasonografi (usg), ia mengatakan bayiku sungsang, segera ia melanjutkan agar aku tak usah khawatir, terlebih usia kandunganku baru 7 bulan, dimana janin sedang senang-senangnya berputar. Mendengar perkataan dokter seperti ini, hatiku lega. Semoga bulan besok kamu normal, nak!

Bulan berikutnya, aku terjadwal periksa lagi, untuk memastikan bayiku baik-baik saja. Alhamdulillah posisinya kembali normal, aku bahagia, seraya berdoa, semoga posisinya seperti ini sampai lahiran kelak. tinggal 1 bulan lagi, bertahan ya, Nak!

Usia kandungan mencapai 9 bulan, dimana saat-saat waktunya melahirkan, dokter mengatakan hal yang membuatku lemas seketika, bahwa bayiku kembali sungsang, dan kecil harapan untuk kembali normal karena bayi yang sudah membesar. Tak ada alasan pasti kenapa posisi bayi bisa sungsang seperti ini.

 Allah Rabbi..

 Tapi harapan selalu ada, dokter hanya mengatakan perkuat doa dan maksimalkan ikhtiar. Suami menguatkan bahwa semua akan baik-baik saja. Sesampainya di rumah, aku lebih rajin mengepel dan sering-sering sujud agar bayiku mau berputar, konon perbanyak posisi sujud bisa mengembalikan posisi bayi ke arah yang seharusnya. Usaha juga dilakukan dengan jalan-jalan pagi dan sore mengelilingi komplek sebanyak lebih dari 3 putaran. Pernah pula menempuh perjalanan jauh yang menanjak dalam kondisi kandungan 9 bulan.

 Sedari awal , tak pernah terbayangkan untuk operasi caesar, harapan melahirkan normal begitu besar. Dalam pikiran selalu di setting bahwa aku bisa melahirkan normal, normal, dan normal. Namun tak ada yang tau apa kehendak Allah pada akhirnya. Jujur pada saat itu merasa down, bahkan merasa iri ketika teman-teman yang lainnya dengan sukses melahirkan normal, astagfirullah, sebuah prasangka yang tak seharusnya ada dalam hati seseorang yang beriman. Suami kembali memotivasi, bahwa semua sudah ada yang mengaturnya. Yang kita butuhkan saat ini adalah sabar.

"sesungguhnya, hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas" ( Q.s Az-Zumar:10)

Beri aku kesabaran ya Allah.

Hari ke-25 ODOPFor99days

Komentar

Postingan Populer