Visi Misi Keluarga Kita
Memasuki ranah yang bernama rumah tangga, rasanya gimana yaaa...seneng tapi khawatir juga gak bisa menjalaninya dengan baik, mungkin karena bekal ilmu yang sedikit, sekalipun saya ini berada di era seminar pranikah dimana-mana, juga informasi yang mudah didapatkan dari berbagai media, tetep ngerasa minim ilmu, tapi maklum juga sih, wong buku2 tentang rumah tangga nya cuma dipajang, dibaca loncat-loncat :D
Tepat malamnya setelah resepsi nikah, suami (ciee..) ngajak ke suatu tempat, mungkin ini semacam honeymoon, tempat yang gak akan kita lupakan selamanya, karena untuk pertama kalinya kita membicarakan sesuatu yang paling penting dalam menjalani hidup kedepan. Tentu sebagai peran yang baru yaitu sebagai anak dari orangtua, istri/suami, juga ibu dan ayah kelak ketika punya anak.
Tidak terbayangkan sebelumnya kalau kita akan menyusun visi misi secara serius layaknya sebuah organisasi. Saya kira malam-malam pertama ini ia akan mengajak makan malam di tempat yang romantis dengan kejutan seikat bunga disertai lagu-lagu cinta yang syahdu ala-ala korea jepang..hhe..tapi ternyata..
Setelah beres solat dua rokaat, suami memberiku segelas susu sambil tersenyum, ini keromantisan yang pertama, aku meminumnya perlahan dan terasa hangat sekali dibadan, setelahnya ia bergegas mengambil sebuah buku lengkap dengan alat tulisnya,
"Ay, kita brainstorming yaa..." panggilan baru yang masih terdengar asing namun terasa berbunga-bunga. Hhe..
saya meng-iya-kan tanpa mengerti brainstorming seperti apa.
Dengan penuh semangat suami menuliskan maksud dan tujuannya sebagai kepala rumah tangga nanti lengkap dengan ilustrasi-ilustrasi gambar agar aku mudah memahami.
Ya Allah, sebegitu detailnya ia mempersiapkan ini, dan kekaguman ini semakin bertumbuh tatkala ia pun menguraikan langkah-langkah yang akan kita capai untuk meniti mengahdirkan surga pada rumah tangga kami.
Visi sederhana namun sarat makna.
"Menjadikan rumahku surgaku yang berlandas quran dan hadis, saling mencintai karena Allah, melahirkan generasi-generasi terbaik, menjadikan rumah tangga ini sebagai wasilah untuk kebaikan banyak orang, dan berharap tak hanya bersatu didunia tapi juga kekal di surga Allah"
Aku tertunduk seraya berdoa "mampukan aku ya Allah, untuk menjadi hambaMu yang bertakwa, menjadi istri yang baik untuknya, juga menjadi ibu yang berkualitas untuk anak-anak kelak"
Ia memegang tanganku dengan penuh kelembutan
"Insyaallah kita bisa..." ia tersenyum kembali. Sebuah senyuman yang menyejukkan..
What a romantic moment!!!
Bersyukur banget pada Allah yang telah menghadiahkan ia untuku.
Rumah tangga yang hanya berdasarkan cinta kukira tak cukup, cinta bisa tumbuh seiring berjalannya waktu, ada hal yang lebih penting, ia-lah kebersamaan yang menginspirasi juga memotivasi satu sama lain, saling menghargai dan saling meningkatkan kualitas diri.
Tiba-tiba hati ini merasa tenang sekali berada didekatnya, mungkin ini yang dimaksudkan Allah dalam firman-Nya.
"Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya engkau cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (Q.S ar-Ruum:21)
Hari ke-11 ODOPfor99days
Tepat malamnya setelah resepsi nikah, suami (ciee..) ngajak ke suatu tempat, mungkin ini semacam honeymoon, tempat yang gak akan kita lupakan selamanya, karena untuk pertama kalinya kita membicarakan sesuatu yang paling penting dalam menjalani hidup kedepan. Tentu sebagai peran yang baru yaitu sebagai anak dari orangtua, istri/suami, juga ibu dan ayah kelak ketika punya anak.
Tidak terbayangkan sebelumnya kalau kita akan menyusun visi misi secara serius layaknya sebuah organisasi. Saya kira malam-malam pertama ini ia akan mengajak makan malam di tempat yang romantis dengan kejutan seikat bunga disertai lagu-lagu cinta yang syahdu ala-ala korea jepang..hhe..tapi ternyata..
Setelah beres solat dua rokaat, suami memberiku segelas susu sambil tersenyum, ini keromantisan yang pertama, aku meminumnya perlahan dan terasa hangat sekali dibadan, setelahnya ia bergegas mengambil sebuah buku lengkap dengan alat tulisnya,
"Ay, kita brainstorming yaa..." panggilan baru yang masih terdengar asing namun terasa berbunga-bunga. Hhe..
saya meng-iya-kan tanpa mengerti brainstorming seperti apa.
Dengan penuh semangat suami menuliskan maksud dan tujuannya sebagai kepala rumah tangga nanti lengkap dengan ilustrasi-ilustrasi gambar agar aku mudah memahami.
Ya Allah, sebegitu detailnya ia mempersiapkan ini, dan kekaguman ini semakin bertumbuh tatkala ia pun menguraikan langkah-langkah yang akan kita capai untuk meniti mengahdirkan surga pada rumah tangga kami.
Visi sederhana namun sarat makna.
"Menjadikan rumahku surgaku yang berlandas quran dan hadis, saling mencintai karena Allah, melahirkan generasi-generasi terbaik, menjadikan rumah tangga ini sebagai wasilah untuk kebaikan banyak orang, dan berharap tak hanya bersatu didunia tapi juga kekal di surga Allah"
Aku tertunduk seraya berdoa "mampukan aku ya Allah, untuk menjadi hambaMu yang bertakwa, menjadi istri yang baik untuknya, juga menjadi ibu yang berkualitas untuk anak-anak kelak"
Ia memegang tanganku dengan penuh kelembutan
"Insyaallah kita bisa..." ia tersenyum kembali. Sebuah senyuman yang menyejukkan..
What a romantic moment!!!
Bersyukur banget pada Allah yang telah menghadiahkan ia untuku.
Rumah tangga yang hanya berdasarkan cinta kukira tak cukup, cinta bisa tumbuh seiring berjalannya waktu, ada hal yang lebih penting, ia-lah kebersamaan yang menginspirasi juga memotivasi satu sama lain, saling menghargai dan saling meningkatkan kualitas diri.
Tiba-tiba hati ini merasa tenang sekali berada didekatnya, mungkin ini yang dimaksudkan Allah dalam firman-Nya.
"Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya engkau cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (Q.S ar-Ruum:21)
Hari ke-11 ODOPfor99days

Komentar
Posting Komentar