Ketika Amanah itu datang

Pada satu bulan pertama, kita benar-benar menikmati bagaimana itu rasanya pacaran yang sebelumnya tak pernah kami rasakan. Berjalan bergandengan ketika bepergian, adalah sesuatu yang baru, meski pada awalnya kita malu-malu, namun kemudian, menjadi hal yang sangat menyenangkan.

Ada masa dimana aku kikuk ketika di ajak jalan-jalan, dari semalam tak henti memikirkan, baju mana yang akan di kenakan, dan kerudung model apa yang akan dipakai. Aku harus terlihat memukau, agar pandanganmu tak berpaling, dan betah berada disisiku.

Mungkin ini yang dinamakan kasmaran, cinta yang kita pupuk dari nol, lama-lama makin tumbuh. Dengan akar yang masih rapuh ini, kita sadar, bahwa pohon cinta yang sedang kita tanam, butuh pupuk juga perawatan. Agar ia makin tumbuh dan kuat menghujam.

 Aku merawatnya dengan berusaha menghadirkan kenyamanan pada setiap sisi rumah. Memberi senyum setiapakali bertemu pandang, membuatkan secangkir teh hangat ketika engkau pulang, dan berbagai menu istimewa yang siap terhidang.

Sedang engkau punya dada yang bidang untuk aku bersandar, punya telinga yang siap mendengar atas keluhan yang terlontar, dan segudang solusi atas semua masalah yang menghadang.

Di satu bulan pertama, adalah masa-masa berjuang untuk saling mengenali satu sama lain, memaklumi atas setiap ketidakwajaran, dan menghargai setiap perbedaan. Tak jarang kita terjatuh dalam melewatinya. Namun kita akan kembali saling menguatkan, bahwa ini adalah serangkaian proses dalam menciptakan bunga yang indah dari pohon cinta yang sedang kita tanam ini.

Terus terang, ini menjadi perjalanan yang paling menantang juga menegangkan. Apalagi kita tak tahu dimanakah letak garis finish itu, yang harus kita lakukan adalah berjuang untuk terus berjalan, meski itu harus tertatih-tatih, dan menjadi PR bersama agar ini menjadi perjalanan yang mengesankan


Aku merasakan bahwa kita masih on track, karena sampai saat ini, hari-hari yang kita lewati adalah special, terlebih hari ini. Aku memulai sebuah pembicaraan..

 "sudah saatnya kita menumbuhkan cabang"

"Maksudnya?"

"Iya, Agar pohon cinta ini makin besar dan rindang, maka kita butuh cabang, amanah itu telah datang" aku menunjukan hasil test pack bergaris dua yang kubeli tadi sore di sebuah apotik terdekat.

"Ya Rabb, mampukan kami menjaga amanah ini"

"Alhamdulillah...segala puji bagi Engkau yang menciptakan sesosok mahluk di perutku ini"

Kami menangis..bersyukur atas karunia terindah ini.

Fabiayyialaairabbikumaatukadziban..

Hari ke-17 ODOPfor99days

Komentar

Postingan Populer