Melamar Surga
Apa yang biasa dipersiapkan ketika akan melamar sebuah pekerjaan? Tentu pada umumnya adalah surat lamaran bermaterai, foto, ijazah, serta cv yang telah dilengkapi dengan pengalaman dan serentetan prestasi untuk menarik atasan. Tak jarang gombalan-gombalan untuk menjadi karyawan terbaik pun tertulis disana, dengan begitu timbul harapan besar agar bisa segera dipanggil untuk tes wawancara.
Dan panggilan wawancara pun tiba...
Mendengar kabar dapat panggilan wawancara seperti dapat hadiah istimewa, padahal ini baru tahap wawancara, kemungkinan diterima dan ditolak sama besarnya. Berbagai persiapan dilakukan, mulai dari belajar duduk tegap, kosakata yang dipilih, intonasi nada yang diatur, hingga baju dan sepatu yang akan dikenakan. Semua harus terlihat sempurna agar proses wawancara menghasilkan kesan.
Dan hari wawancara pun tiba..
Dengan mengucapkan bismillah kaki dilangkahkan menuju medan perang, suasana perusahan tampak begitu menyeramkan, dalam getir yang tengah dirasakan, seulas senyum harus tetap di tonjolkan. Performa adalah segalanya. Lalu tibalah keputusan, apakah kita layak di terima atau tidak.
Kawan, Ini bisa jadi miniatur ketika kita ingin melamar surga pada Allah. Sejauh apakah yang sudah kita persiapakan? Jika lamaran pada perusahan saja begitu dipersiapkan, apa kabar dengan lamaran surga kepada Allah? Ini pertanyaan untuk diri sendiri yang entah sejauh mana membuat persiapan.
Lamaran perusahaan jelas duniawi yang sifatnya sementara sedang lamaran surga adalah ukhrowi yg bersifat kekal abadi. Banyak diantara kita yang menaruh harapan besar pada keputusan manusia, makanya kecewa berat ketika lamaran ini ditolak.
Seandainya ini lamaran surga, maka dalam dirinya tidak akan timbul kecewa. Karena apa yang telah diusahakan adalah untuk-Nya.
Lamaran surga adalah ....
"mencintai segala ketetapanNya"
Lamaran surga berwujud kepasarahan dari seorang istri yang taat kepada suaminya,
Ia pun hadir dalam wujud seorang suami yang tak kenal lelah karena lillah mencari nafkah untuk keluarganya.
Lamaran surga bisa dalam bentuk bakti anak terhadap orangtua.
Atau kasih sayang orang tua kepada anak yang tak berujung.
Lamaran surga, adalah kepasarhan panjang disepertiga malam, menghiba agar diri ini dikuatkan dan dimampukan menopang segala amanah, agar kelak meninggalkan jejak yang tak sia-sia.
Lamaran surga, hadir pada setiap kata, langkah, serta perbuatan. Jika dilakukan lillah, hanya berharap ridho yang maha pemilik surga.
hari ke-2 ODOP for 99days
ke-2 ODOP for 99days
Dan panggilan wawancara pun tiba...
Mendengar kabar dapat panggilan wawancara seperti dapat hadiah istimewa, padahal ini baru tahap wawancara, kemungkinan diterima dan ditolak sama besarnya. Berbagai persiapan dilakukan, mulai dari belajar duduk tegap, kosakata yang dipilih, intonasi nada yang diatur, hingga baju dan sepatu yang akan dikenakan. Semua harus terlihat sempurna agar proses wawancara menghasilkan kesan.
Dan hari wawancara pun tiba..
Dengan mengucapkan bismillah kaki dilangkahkan menuju medan perang, suasana perusahan tampak begitu menyeramkan, dalam getir yang tengah dirasakan, seulas senyum harus tetap di tonjolkan. Performa adalah segalanya. Lalu tibalah keputusan, apakah kita layak di terima atau tidak.
Kawan, Ini bisa jadi miniatur ketika kita ingin melamar surga pada Allah. Sejauh apakah yang sudah kita persiapakan? Jika lamaran pada perusahan saja begitu dipersiapkan, apa kabar dengan lamaran surga kepada Allah? Ini pertanyaan untuk diri sendiri yang entah sejauh mana membuat persiapan.
Lamaran perusahaan jelas duniawi yang sifatnya sementara sedang lamaran surga adalah ukhrowi yg bersifat kekal abadi. Banyak diantara kita yang menaruh harapan besar pada keputusan manusia, makanya kecewa berat ketika lamaran ini ditolak.
Seandainya ini lamaran surga, maka dalam dirinya tidak akan timbul kecewa. Karena apa yang telah diusahakan adalah untuk-Nya.
Lamaran surga adalah ....
"mencintai segala ketetapanNya"
Lamaran surga berwujud kepasarahan dari seorang istri yang taat kepada suaminya,
Ia pun hadir dalam wujud seorang suami yang tak kenal lelah karena lillah mencari nafkah untuk keluarganya.
Lamaran surga bisa dalam bentuk bakti anak terhadap orangtua.
Atau kasih sayang orang tua kepada anak yang tak berujung.
Lamaran surga, adalah kepasarhan panjang disepertiga malam, menghiba agar diri ini dikuatkan dan dimampukan menopang segala amanah, agar kelak meninggalkan jejak yang tak sia-sia.
Lamaran surga, hadir pada setiap kata, langkah, serta perbuatan. Jika dilakukan lillah, hanya berharap ridho yang maha pemilik surga.
hari ke-2 ODOP for 99days
ke-2 ODOP for 99days

Komentar
Posting Komentar