Proposal dan Lamaran

Mengatakan "iya" berarti kau telah siap menerima segala kelebihan dan kekurangannya. Kurang lebih begitu nasihat yang dikatakan ibu. Aku berusaha melumat kata-kata itu perlahan, mudah sekali rasanya untuk diucapkan, namun bukankah awalan menjadi hal terberat dalam semua perkara? Aku menyakini jikalah Dia punya rencana indah untuk kehidupanku, maka aku harus lebih pintar lagi dalam menukil hikmah dalam setiap kejadian.

Suatu ketika, setelah lelahnya beraktifitas seharian dikampus, aku menyempatkan diri untuk beristirahat sejenak diselasar mesjid alfurqon. Tiba-tiba ingat pesan singkat yang ia kirim tadi pagi "Proposal sudah dikirim via email" Selayaknya orang yang sedang jatuh cinta, debaran-debaran menyeruak seiring terbukanya laptop. Ku cari file pdf yang berjudul proposal, namun tak kutemukan. Setelah dicari lagi ada judul yang terkesan aneh, "sekapur sirih..." aku buka perlahan, dan dihalaman depan nampak fotonya dalam bingkai kesederhanaan.

Ia, yang kini nampak dilayar laptop, nampak sekali "niat" dalam pembuatan proposal ini, visi misi keluarga yang akan dibangun kedepan, sampai menceritakan hobi dan makanan kesukaan begitu detail. sesekali aku tersenyum, darisini aku berimajinasi akan seperti apa rumah tangga kami kelak. Aku menuliskan beberapa kalimat untuk membalas proposalnya, mungkin ia akan protes jika proposal yang sudah sedemikian lengkap ini hanya dibalas dengan kalimat pendek.

Beberapa saat kemudian, handphoneku bergetar lagi. Dari ibu..

"Besok katanya ia akan datang, untuk menentukan tanggal"

 Ya Allah, aku tak menyengka jodohku datang secepat ini.

Keesokan harinya ia benar-benar datang, seorang diri. Tanpa orangtua dan tanpa saudara. Semula aku tak terima, karena sampai saat itu aku tak mengenali siapa orangtuanya, dengan sangat hati-hati ia menyampaikan bahwa orangtuanya berada diujung jawa timur, ia tak mau merepotkan, cukuplah restu mereka menyertai langkahnya dalam itikad baik ini.

Aku ingat nasihat seorang ustad "permudahlah proses pernikaham, karena jelas memiliki maksud yang baik, hingga kelak Allahlah yang akan memudahkan segala urusan setelahnya"

Dan di hari itu pun, tanggal telah ditentukan, tanpa pertimbangan macam-macam, hanya berdasarkan waktu kosong keluarga besar, karena bagi kami semua hari itu baik, maka tak ada masalah dalam menentukan hari sakral itu.

 30.11.13

Sebuah tanggal akan genapnya separuh agama

Sebuah tanggal akan bertambahnya hak dan kewajiban

Sebuah tanggal yang akan kita kenang selamanya
Namun semua baru "akan"
Semoga usia kita sampai.

Hari ke-6 ODOP for 99days

Komentar

Postingan Populer