Resepsi dalam persepsi

Adakah yang lebih puncak dari tahap ini??
Setelah..

 Berkali-kali telepon catering yang tak diangkat
Hingga tawar menawar harga yang sengit antara ibu dan bapak cetering itu

Atau
Bolak-balik mengukur baju yang tak pas-pas di badan..
Perdebatan yang mesti dilalui dengan ibu rias karena alis yang tak mau dicukur..

Tak lupa, negosiasi dengan sanak saudara untuk ikut membantu segala tetek bengeknya
 Penyebaran kartu undangan yang barkali-kali salah alamat
 atau perintilan souvenir pernikahan untuk setiap tamu yang datang




Aku sibuk..
Ibuku sibuk..
Semua saudaraku sibuk..
Bahkan temanku ikut sibuk..

Untuk satu hari yang bernama resepsi.
Untuk berjam-jam menerima kata selamat.
Untuk 30 menit proses penyerahan dan penerimaan keluarga.
Dan 30 detik proses ijab kabul yang sakral.

Intii dari semua persiapan itu hanyalah 30 detik.

Kenapa harus bersusah payah padahal intinya hanya 30 detik,
Kenapa pula mau menghabiskan uang sebanyak itu, padahal intinya hanya 30 detik, Banyak tenaga serta uang yang terbuang, hanya untuk 30 detik

Kalau begitu, resepsiku adalah persepsiku.

Untuk yang 30 detik, Ada peluh-peluh ikhlas yang tak mau dibayar
Ada doa-doa tulus yang menembus langit tanpa batas
Ada keberkahan silaturahmi yang tak didapat pada momen biasa

Ia memang butuh tenaga, tapi tak berlebihan..
Ia pun butuh biaya, tapi juga tak harus berlebihan..

Berkah adalah yang kita cari, seadanya, semampunya..

Hari ke-9 ODOP for 99days

Komentar

Postingan Populer