Ngidam
Mau cerita pengalaman ngidam nih. Apa yang terbayang ketika mendengar kata ngidam? Mungkin salah satunya lansung muncul "mangga muda" atau "ingin mengelus perut kuda" hhe. Ngidam adalah keinginan ibu hamil yang katanya harus dipenuhi karena kalau tidak nanti bayinya jadi "ngacai" terus alias ngiler.
Ngidam juga sebagai bentuk minta perhatian dari istri kepada suami, agar suami lebih aware, lebih care, dan lebih sayang dalam membuktikan rasa cinta dengan memenuhi segala keinginan istrinya. Ngidam adalah satu kata yang sulit dipahami oleh nalar manusia, karena tidak ada bahasan ilmiahnya. Aneh tapi nyata.
Oleh karena itu, ketika saya ini hamil muda, daaan suami sedang tidak ada untuk beberapa bulan, maka saya harus antisipasi agar ngidam itu tidak muncul, pokoknya yang dipikirkan adalah jangan sampai merepotkan orang-orang sekitar, cukuplah repotin suami aja, tapi sayangnya ga adaaa..
Salah satu antisipasinya adalah membaca banyak hal tentang ngidam ini, katanya ngidam ini akibat dari morning sickness dimana ibu hamil akan merasa mual dan muntah-muntah dipagi hari. Maklum saja, pada perempuan yang hamil terjadi perubahan hormon yang ekstrim, terutama pada indra perasa dan penciuman, makanya nafsu makan jadi berkurang. Tapi kondisi perut tetap lapar kan..jadi mulailah kita membayangkan sesuatu yang kira-kira "sepertinya enak", dan darisanalah ngidam itu dimulai.
Morning sickness ini akan sangat terasa di trisemester pertama, bawaannya mual, pusing, dan muntah, saya sendiri merasakan ini pada awalnya, sediih..tapi kemudian pikiran di setting bahwa "saya harus kuat" rasa mual itu di tahan sedikit-sedikit dan dialihkan pada kegiatan yang menyenangkan, atau kalau tidak ada pilihan, tidur!!
Di bulan-bulan berikutnya, alhamdulillah bisa dilewati dengan sukses, bumil tanpa ngidam. Rasanya bangga sekali menyandang gelar ini soalnya kakak-kakak sebelumnya merasakan sensasi ngidam yang luar biasa. Tapi sebenernya sih pengen juga ngerasain ngidam biar bisa di manja-manja gitu, tapi yaa..ahh..sudahlah..hhe
Pada hamil bulan ke-4 akhirnya suami pulang dan stay di rumah cukup lama, masa-masa morning sickness ini tentunya sudah lewat karena biasanya hanya berlaku di tiga bulan pertama. Hingga pada suatu hari, saya dan suami belanja di griya (tanpa sensor), saat itu sedang ada promo pengumpulan kupon yang dapat di tukar dengan payung lucu-lucu bergambar kimono orang jepang.
Setiap belanja 50.000 dapat 1 kupon, dan untuk bisa ditukar harus punya 60 kupon, itu artinya jika kita sudah belanja sebanyak 3 juta barulah dapat itu payung, entah kenapa rasa-rasanya saya pengeeeen banget itu payung. Berulang kali bilang ke suami ingin payung itu, tapi kata suami kita mau beoanja apa sebanyak 3 juta, sayang juga..
Karena sampai rumah itu payung masih kebayang-kebayang, akhirnya mencobalah teknik rampok kupon punya kakak-kakak dan tetangga, alhamdulillahnya mereka baik hati mau menyerahkan kupon-kupon itu. Mereka bilang kasian, ini bawaan hamil.
Benarkaaah..sekalinya ngerasain ngidam, tapi ko aneh begini..
Suami bilang beli aja ya payungnya, karena di salah satu mall ada yang jual, harganya 70 ribu. Emang dasar emak hamil, saya menolak untuk beli, keukeuh ingin payung dari hasil kupon itu.
Astagfirullah, aneh tapi nyata..begitulah adanya, setelah dipikir-pikir (sekarang) dan diingat lagi setiap perkataan sebelumnya, ternyata ini ada efek dari kata "niat". Saat suami ga ada saya berjuang buat gak ngidam karena takut ngerepotin banyak orang, cukup sama suami aja..eehh..pas suami pulang ternyata benar, ngidam itu mucul..Seharusnya setingan pikiran itu harus beres sampai masa hamil ini lewat, bukan pada saat suami pulang.
Seperti itu gambaran niat, ini bisa diambil hikmahnya, bahwa niat sangat pengaruh dalam kehidupan kita. Selalu setting niat dalam kebaikan, karena jika kita salah niat, yang terjadi adalah sesuai dengan apa yang sudah diniatkan.
Cukuplah itu menjadi kenangan unik pada kehamilan anak pertama ini..hhe
Hari ke-19 ODOPfor99days
Ngidam juga sebagai bentuk minta perhatian dari istri kepada suami, agar suami lebih aware, lebih care, dan lebih sayang dalam membuktikan rasa cinta dengan memenuhi segala keinginan istrinya. Ngidam adalah satu kata yang sulit dipahami oleh nalar manusia, karena tidak ada bahasan ilmiahnya. Aneh tapi nyata.
Oleh karena itu, ketika saya ini hamil muda, daaan suami sedang tidak ada untuk beberapa bulan, maka saya harus antisipasi agar ngidam itu tidak muncul, pokoknya yang dipikirkan adalah jangan sampai merepotkan orang-orang sekitar, cukuplah repotin suami aja, tapi sayangnya ga adaaa..
Salah satu antisipasinya adalah membaca banyak hal tentang ngidam ini, katanya ngidam ini akibat dari morning sickness dimana ibu hamil akan merasa mual dan muntah-muntah dipagi hari. Maklum saja, pada perempuan yang hamil terjadi perubahan hormon yang ekstrim, terutama pada indra perasa dan penciuman, makanya nafsu makan jadi berkurang. Tapi kondisi perut tetap lapar kan..jadi mulailah kita membayangkan sesuatu yang kira-kira "sepertinya enak", dan darisanalah ngidam itu dimulai.
Morning sickness ini akan sangat terasa di trisemester pertama, bawaannya mual, pusing, dan muntah, saya sendiri merasakan ini pada awalnya, sediih..tapi kemudian pikiran di setting bahwa "saya harus kuat" rasa mual itu di tahan sedikit-sedikit dan dialihkan pada kegiatan yang menyenangkan, atau kalau tidak ada pilihan, tidur!!
Di bulan-bulan berikutnya, alhamdulillah bisa dilewati dengan sukses, bumil tanpa ngidam. Rasanya bangga sekali menyandang gelar ini soalnya kakak-kakak sebelumnya merasakan sensasi ngidam yang luar biasa. Tapi sebenernya sih pengen juga ngerasain ngidam biar bisa di manja-manja gitu, tapi yaa..ahh..sudahlah..hhe
Pada hamil bulan ke-4 akhirnya suami pulang dan stay di rumah cukup lama, masa-masa morning sickness ini tentunya sudah lewat karena biasanya hanya berlaku di tiga bulan pertama. Hingga pada suatu hari, saya dan suami belanja di griya (tanpa sensor), saat itu sedang ada promo pengumpulan kupon yang dapat di tukar dengan payung lucu-lucu bergambar kimono orang jepang.
Setiap belanja 50.000 dapat 1 kupon, dan untuk bisa ditukar harus punya 60 kupon, itu artinya jika kita sudah belanja sebanyak 3 juta barulah dapat itu payung, entah kenapa rasa-rasanya saya pengeeeen banget itu payung. Berulang kali bilang ke suami ingin payung itu, tapi kata suami kita mau beoanja apa sebanyak 3 juta, sayang juga..
Karena sampai rumah itu payung masih kebayang-kebayang, akhirnya mencobalah teknik rampok kupon punya kakak-kakak dan tetangga, alhamdulillahnya mereka baik hati mau menyerahkan kupon-kupon itu. Mereka bilang kasian, ini bawaan hamil.
Benarkaaah..sekalinya ngerasain ngidam, tapi ko aneh begini..
Suami bilang beli aja ya payungnya, karena di salah satu mall ada yang jual, harganya 70 ribu. Emang dasar emak hamil, saya menolak untuk beli, keukeuh ingin payung dari hasil kupon itu.
Astagfirullah, aneh tapi nyata..begitulah adanya, setelah dipikir-pikir (sekarang) dan diingat lagi setiap perkataan sebelumnya, ternyata ini ada efek dari kata "niat". Saat suami ga ada saya berjuang buat gak ngidam karena takut ngerepotin banyak orang, cukup sama suami aja..eehh..pas suami pulang ternyata benar, ngidam itu mucul..Seharusnya setingan pikiran itu harus beres sampai masa hamil ini lewat, bukan pada saat suami pulang.
Seperti itu gambaran niat, ini bisa diambil hikmahnya, bahwa niat sangat pengaruh dalam kehidupan kita. Selalu setting niat dalam kebaikan, karena jika kita salah niat, yang terjadi adalah sesuai dengan apa yang sudah diniatkan.
Cukuplah itu menjadi kenangan unik pada kehamilan anak pertama ini..hhe
Hari ke-19 ODOPfor99days

Komentar
Posting Komentar